Memasuki Tanda-Tanda Kedewasaan: Bisa Makan Pare dan Emping
#28: Ketika lidah mulai menolerir rasa-rasa pahit
Memasuki Tanda-Tanda Kedewasaan: Bisa Makan Pare dan Emping
28: Ketika lidah mulai menolerir rasa-rasa pahit
Photo by Lothar Bodingbauer on Unsplash
Rasanya masih seperti kemarin saya duduk di meja makan dengan ibu di samping saya. Di tangan ibu ada sepiring nasi dan telur ceplok yang diberi kecap. Saya masih ingat bagaimana ibu selalu memaksa saya untuk makan sayur. Tapi sama seperti anak-anak lain pada umumnya, sayur adalah musuh terbesar saya.
Saya memang tidak begitu suka makan sayur bahkan sampai sekarang. Saya tidak suka dengan konsep makanan berkuah yang dicampur dengan lauk lain yang berminyak. Rasanya sedikit aneh, walaupun sebenarnya tidak ada yang benar-benar aneh.
Walaupun begitu saya sangat sadar bahwa kebiasaan makan sayur itu sangat penting. Kadang saya juga cukup suka makan sayur kalau memang sedang ingin makan sayur. Ada beberapa sayur yang cukup saya suka seperti sayur tumis kangkung, sayur nangka balado dengan santan, atau sayur bening bayam dan jagung manis, mungkin masih ada lagi yang lain.
Tapi sungguh ada satu sayur yang saya bahkan tidak paham mengapa orang lain begitu suka memakannya padahal rasanya pahit dan tidak bisa dinikmati. Iya, sayur pare. Saya heran mengapa ibu saya bisa dan sangat suka dengan sayur pare itu. Saya pernah mengicipnya sedikit dan saya hampir muntah karena rasanya yang begitu pahit. Padahal saya hanya mengicip kuahnya sedikit sekali.
Pernah saya mewanti-wanti abang saya ketika ingin mengambil sayur pare buatan ibu saat makan siang waktu itu. Saya bilang “ini pahit loh, bang”, dia hanya membalas “yah pahit dong, kalau manis berarti bukan sayur pare”. Saya hanya terheran bagaimana bisa dia mulai menoleransi rasa pahit dari pare ini.
Saya akhirnya sadar bahwa saya bukan lagi anak kecil ketika saya mulai paham bagaimana cara menikmati sayur pare ini. Mungkin baru tahun kemarin saya akhirnya berani makan sayur pare. Saya mencobanya dengan menuangkan sedikit kuah dan beberapa iris sayur pare ke dalam piring saya. Rasanya memang masih pahit, masih sangat pahit. Tapi entah kenapa kali ini tidak ada rasa ingin muntah seperti sebelumnya. Semakin saya memakannya semakin saya suka. Gawat, sepertinya saya mulai memasuki tanda-tanda kedewasaan.
Lucu juga sebenarnya karena bagaimana bisa makanan yang selalu saya tolak kemudian bisa saya nikmati. Bahkan ada olahan sayur pare yang sangat saya suka, sayur pare dipotong-potong, bagian tengahnya dibuang lalu diisi kelapa parut yang sudah dibumbui dengan rempah-rempah lalu dimasak dengan diberi sedikit bubuk kunyit. Sumpah itu rasanya sangat enak, wangi dan gurih.
Selain pare, saya juga dulu tidak suka dengan rasa kerupuk emping. Saya ingat pernah makan kerupuk emping di rumah sepupu waktu kecil dulu. Saya merasa terkecoh karena seharusnya semua kerupuk adalah makanan favorit anak kecil. Tapi waktu itu kerupuk emping adalah kerupuk yang paling aneh yang pernah saya makan.
Waktu itu karena tidak enak dan tidak ingin dianggap anak nakal yang suka buang-buang makanan saya benar-benar terpaksa menelan dan menghabiskannya. Padahal saya sangat tidak suka dengan rasa pahitnya. Namun, lagi-lagi saya baru paham kalau kerupuk emping itu cukup enak apalagi kalau dimakan dengan makanan berkuah pedas.
Tidak ada yang berubah dari keduanya, rasa pare dan emping masih tetap saja pahit. Yang berubah justru saya yang kemudian bisa menolerir rasa pahit ini. Kata orang-orang ini adalah tanda-tanda kedewasaan karena orang dewasa sudah sering menikmati pahitnya kehidupan. Jadi rasa pahit dari pare dan emping sudah tidak ada apa-apanya.
Mungkin saya juga sepakat dengan hal itu karena entah kenapa semakin saya bertambah tua makanan yang terlalu manis rasanya semakin aneh. Dan akhirnya saya pun bisa menikmati rasa pahit ini dengan lapang dada.
메타데이터
- post_id
- 86f28afb79e8
- slug
- memasuki-tanda-tanda-kedewasaan-bisa-makan-pare-dan-emping-86f28afb79e8
- url
- https://medium.com/@suhaera_rais/memasuki-tanda-tanda-kedewasaan-bisa-makan-pare-dan-emping-86f28afb79e8
- canonical_url
- https://medium.com/@suhaera_rais/memasuki-tanda-tanda-kedewasaan-bisa-makan-pare-dan-emping-86f28afb79e8
- author_url
- https://medium.com/@suhaera_rais
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-29 02:33:43