I Love You So Much It Terrifies Me
Sudah empat tahun berlalu, tapi masih kamu orangnya.
I Love You So Much It Terrifies Me
Sudah empat tahun berlalu, tapi masih kamu orangnya.
Aku hanya pura-pura tersenyum dan bercanda pada teman-temanku ketika aku mengatakan bahwa kamu menolakku hari itu. Padahal nyatanya, sampai sekarang aku masih berharap tentang kamu.
Aku mengatakan bahwa aku sudah move on, tapi nyatanya sampai sekarang aku masih berharap tentang kamu.
Saat itu kamu menolakku, oke, tidak apa-apa. Mungkin saat sekolah, kita tidak bisa bersama, tapi bagaimana jika saat kita berdua sudah sama-sama dewasa? Saat kuliah dan kerja atau setelahnya, mungkin… Aku masih berharap pada masa ini dan masa yang akan datang.
Aku masih berharap bahwa orangnya itu kamu sampai di masa depanku nanti.
Tapi jika aku berharap terus… Kenyataannya akan terasa begitu menyakitkan.
I love you, Z, sudah empat tahun dan kamu masih orangnya. Tidak ada yang lain.
Jika aku terus mengharapkanmu dan mengandai-andai, aku akan jatuh ke dalam kesedihan jika kenyataannya tidak sesuai dengan yang aku harapkan. Aku tidak mau membiarkan diriku sakit hati dan terlarut ke dalam kesedihan. Apalagi kesedihan itu aku buat dengan karanganku sendiri, pengandaian, dan bukan kenyataan yang terjadi di antara kita.
Takdir Allah memang lucu dan aku masih menantikan kejutan-kejutan yang nantinya akan diberikan. Tadi malam aku melihat fotomu di status WhatsApp wali kelasku. Aku pun baru tahu tentang kabarmu lewat wali kelasku itu. Jika tidak, sampai kapanpun aku tidak akan pernah benar-benar tahu kabar darimu.
Kita berdua tidak benar-benar mengenal satu sama lain. Hanya beberapa kali chat di DM Instagram. Itupun kamu akan membalas chatku satu kali seminggu. Awalnya saat aku memesan barang dari kelasmu, tapi kamu tidak mau mengantarkannya sendiri langsung menemuiku. Kamu malah meminta teman kelasmu memberikannya padaku. Padahal, itu salah satu caraku agar kita dapat bertemu dan berkenalan. Setelah kejadian memesan itu, aku masih berusaha chattingan dengan kamu tentang dunia Kpop dan lagu-lagu dari band yang kita suka. Namun saat kubaca pesan darimu yang terasa kurang antusias, aku memutuskan untuk berhenti untuk menghubungimu lagi.
Aku juga sayang dengan diriku sendiri. Aku tidak mau membiarkan diriku mengejar lelaki yang tidak melihat dan mengenalku, bahkan tidak antusias denganku. Aku menyayangkan harga diriku ketika kamu hanya mengirim pesan yang singkat dan menolak pengakuan cintaku saat itu.
Waktu kamu menolakku, aku suka karena kata-kata yang kamu gunakan masih menghargaiku. Aku berterima kasih untuk itu. Itulah salah satu alasan mengapa aku menyukaimu hingga sekarang. Aku tidak tahu jika kamu memiliki orang yang kamu suka saat itu. Kamu keren karena menjaga hatimu dari godaan perempuan-perempuan lain. Seandainya aku tahu kamu punya pacar pun, aku tidak akan mendekatimu.
Dear Z, aku masih berharap tentang takdir kita di masa depan. I know it sounds weird, but I hope anyway. Semoga takdir mempertemukan dan menyatukan kita di waktu yang tepat dan di versi terbaik kita.
Mungkin narasi ini tidak akan pernah sampai padamu, tapi aku akan tetap menulisnya untukmu. Aku berharap, kamu bisa menyadari dan mengenal lagi tentangku. Aku berharap, kamu menyadariku dan kita membuat cerita tentang kita.
메타데이터
- post_id
- 87992eb84335
- slug
- i-love-you-so-much-it-terrifies-me-87992eb84335
- url
- https://medium.com/@dearanneliese/i-love-you-so-much-it-terrifies-me-87992eb84335
- canonical_url
- https://medium.com/@dearanneliese/i-love-you-so-much-it-terrifies-me-87992eb84335
- author_url
- https://medium.com/@dearanneliese
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-25 11:12:43