← Back to list

Pedas Ternyata Bukan Rasa, Selama Ini Disejajarkan dengan Sensasi Lidah yang Lain

Pedas tidak masuk ke dalam kategori rasa oleh lidah. Terus apa?

Bukit Gembus · 2019-06-23 18:50 · 1 claps · 1.6 min read
#makanan-pedas #lidah #bahasa-indonesia #biology
Open on Medium ↗
Wiki topics: BIO · Biology · General

Pedas Ternyata Bukan Rasa, Selama Ini Disejajarkan dengan Sensasi Lidah yang Lain

Pedas tidak masuk ke dalam kategori rasa oleh lidah. Terus apa?

Sebagian besar dari kita ada yang suka sekali dengan rasa pedas. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah resto yang menawarkan berbagai macam makanan berdasarkan level kepedasan. Kita ambil saja sebagai contoh Mie Setan di Malang. 4 tahun belakangan ini tren untuk menikmati mie pedas cukup tinggi.

Manusia sudah familiar dengan rasa manis, masam, pahit, asin hingga pedas. Namun, ada fakta yang tidak/jarang terbahas di kalangan masyarakat bahwa pedas ternyata bukan termasuk rasa. Mengapa bisa begitu? mari kita lihat diagram di bawah ini.

source: eschooltoday(dot)com

source: eschooltoday(dot)com

Berdasarkan diagram di atas, manusia ternyata tidak mengecap rasa pedas. Jika tidak ada pengecap pedas, bagaimana manusia bisa merasakan pedas? Berdasarkan penelitian di University of Texas Health Science Center yang berlokasi San Antonio menjabarkan bahwa sensasi pedas didapatkan dari capsaicin yang dikandung oleh cabai. Capsaicin inilah yang nantinya akan dibaca oleh reseptor sebagai sensasi terbakar seperti halnya kita keslomot geni (tanpa sengaja terkena api).

Dalam keseharian kita bisa membuktikannya. Misalnya kita sedang bikin masakan pedas dan harus berhadapan dengan cabai secara langsung. Suatu ketika kamu lupa cuci tangan sehabis memasak tadi lalu tanpa sadar ada bagian tubuhmu yang gatal maka secara otomatis kita menggaruknya. Na’as nya sebelum menggaruk tadi, tangan kita sudah berinteraksi dengan sambal. Apa daya akhirnya kamu merasakan sensasi kewedangen (panas akibat cabai).

Coba terapkan hal yang sama, misalnya menaburi tangan dengan gula. Apakah timbul rasa manis? tidak bukan. Mengapa? karena tangan tidak didesain untuk memiliki reseptor rasa manis, sedangkan adanya itu di lidah. Pedas berbeda, ia akan terasa panas walaupun tidak dikonsumsi. Pada dasarnya pedas tadi memang bukan rasa, akan tetapi lebih ke sensasi panas.

Information for Nerd:

Tibor Rohacs dari New Jersey Medical School in Newark memberikan pernyataan bahwa protein TRPV1, transient receptor potential channel vanilloid 1, yang bertanggung jawab untuk merespon adanya capsaicin. Apabila protein ini rusak, atau keberadaannya dalam jumlah yang kurang maka sensasi terbakar tadi menjadi tidak/kurang terasa dari yang seharusnya. Perlu diperhatikan bahwa TRPV1 ini bukan hanya reseptor yang merespon capsaicin (8-methyl-N-vanillyl-trans-6-nonenamide), melainkan merespon panas dan asam juga.

Capsaicin tidak panas, hanya saja zat ini mampu “menipu” otak kita untuk membacanya sebagai sensasi terbakar.


메타데이터
post_id
87ceb76afa65
slug
pedas-ternyata-bukan-rasa-selama-ini-disejajarkan-dengan-sensasi-lidah-yang-lain-87ceb76afa65
url
https://medium.com/@bukitgembus/pedas-ternyata-bukan-rasa-selama-ini-disejajarkan-dengan-sensasi-lidah-yang-lain-87ceb76afa65
canonical_url
https://medium.com/@bukitgembus/pedas-ternyata-bukan-rasa-selama-ini-disejajarkan-dengan-sensasi-lidah-yang-lain-87ceb76afa65
author_url
https://medium.com/@bukitgembus
status
ok
fetched_at
2026-07-29 15:44:36