Mengubah Peran Teater: Mendorong Aksi Perubahan
Samuel Pijar Tirtawijaya
Mengubah Peran Teater: Mendorong Aksi Perubahan
Samuel Pijar Tirtawijaya

Sumber: VOA
Sebuah teater tanpa limbah yang unik telah muncul di tengah gedung-gedung bertingkat tinggi di London, Inggris. Teater Rumah Kaca, hadir untuk mengingatkan kita bahwa bersama-sama kita memiliki kekuatan untuk mengatasi perubahan iklim.
Teater ini disebut sebagai teater tanpa limbah pertama di Inggris. Dibangun dengan menggunakan bahan-bahan bekas, teater ini mengadakan pertunjukan di London selama musim panas ketika malam lebih panjang daripada siang, sehingga kebutuhan listriknya minim.
Oli Savage, direktur artistik teater, menyadari bahwa penonton yang menjadi targetnya, khususnya usia 16 hingga 35 tahun, sangat peduli dengan lingkungan. Namun, mereka sering merasa pesimis tentang apa yang bisa mereka lakukan. Melalui teaternya, Savage ingin menunjukkan bahwa peduli lingkungan dapat dilakukan dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan daripada yang mereka kira.
Ia menjelaskan, “Semua yang kami gunakan pernah dimanfaatkan sebelumnya. Dan begitu kami selesai menggunakannya atau tidak lagi membutuhkannya, kami bekerja keras untuk memastikan bahan-bahan tersebut tetap bermanfaat.”
Selain itu, Savage percaya bahwa teater memiliki peran penting dalam membantu orang memahami isu-isu lingkungan lebih dari sekadar fakta dan angka. Melalui berbagai cerita yang relevan dengan kehidupan mereka, teater dapat membantu orang merasa terhubung dengan alam dan sesama manusia.
Salah satu pertunjukan yang diadakan oleh teater ini berjudul “To The Ocean” yang menghadirkan kembali mitos Selkie secara modern. Mitos ini menceritakan tentang orang-orang yang dapat berubah wujud antara manusia dan anjing laut. Dalam pertunjukan ini, penonton mengikuti perjalanan seorang remaja bernama Grace yang mencari ibunya dan menemukan kemungkinan asal-usulnya sebagai Selkie.
Laura Kent, seorang aktris yang terlibat dalam pertunjukan tersebut, terkesan dengan komitmen Teater Rumah Kaca terhadap lingkungan. Ia mengatakan, “Saya terkejut mengetahui semua hal yang mereka lakukan. Hal ini benar-benar berbeda, namun juga tidak terlalu berbeda. Yang paling penting, semua orang bisa melakukannya.”
Pertunjukan di teater ini digelar dengan penonton duduk di bangku-bangku kayu, dan para pemain menyampaikan kisah mereka tanpa menggunakan mikrofon atau perlengkapan yang rumit.
Para penonton yang menghadiri malam pembukaan merasa terkesan dengan semangat dan inovasi teater ini. Stephen Graney, salah satu penonton, mengungkapkan, “Saya pikir ini adalah ide yang inovatif dan menambah keajaiban tempat ini.”
Selama musim panas, Teater Rumah Kaca akan menggelar pertunjukan lainnya di London. Dan ini bukanlah satu-satunya upaya di industri teater yang sadar lingkungan. Pandemi COVID-19 telah memberikan kesempatan bagi teater untuk merenung dan mengubah praktik mereka. Di Inggris, Theatre Green Book telah meluncurkan panduan untuk mengurangi emisi, termasuk dalam hal penggunaan bahan-bahan untuk membangun panggung.
Patrick Dillon, salah satu pendiri Theatre Green Book, mengatakan bahwa panduan ini telah diadopsi oleh banyak teater di seluruh dunia. Penelitian juga menunjukkan bahwa penonton berharap teater dapat menjadi motor perubahan dalam isu-isu lingkungan.
Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa peran teater tidak hanya terbatas pada hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya perlindungan lingkungan. Melalui seni, kita semua dapat terinspirasi dan berperan dalam menciptakan perubahan positif untuk masa depan yang lebih baik.
𝑆𝑎𝑣𝑖𝑛𝑔 𝑂𝑢𝑟 𝑇𝑜𝑚𝑜𝑟𝑟𝑜𝑤
[Diolah dari publikasi: VOA]
메타데이터
- post_id
- 883edffb9a50
- slug
- mengubah-peran-teater-mendorong-aksi-perubahan-883edffb9a50
- url
- https://medium.com/@roxi.earth/mengubah-peran-teater-mendorong-aksi-perubahan-883edffb9a50
- canonical_url
- https://medium.com/@roxi.earth/mengubah-peran-teater-mendorong-aksi-perubahan-883edffb9a50
- author_url
- https://medium.com/@roxi.earth
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-25 12:44:45