← Back to list

Stolen Focus: Konsekuensi atas Modernitas

Anotasi #4

IK Pradana in Booknotations · 2026-06-16 16:10 · 30 claps · 3.3 min read
#self-improvement #booknotations #june
Open on Medium ↗
Wiki topics: PSY · Psychology 🚀 · Self Improvement ⏱️ · Productivity

Stolen Focus: Konsekuensi atas Modernitas

Anotasi #4

Saya cukup skeptis sebelum membaca buku ini atas klaim yang tertulis pada sampulnya: Cara Mengembalikan Fokus Dalam Hidup Keseharian. Saya pernah membaca beberapa buku pengembangan diri populer, tetapi sebagian besar hanya menjadi gagasan di kepala dan hampir tidak pernah terealisasi. Namun, ketika merampungkan buku karya Johann Hari ini saya merasa tidak harus melakukan apa yang dia lakukan, hanya saja saya tergerak untuk mulai membuat beberapa rencana demi memberi ruang terhadap perhatian saya.

Di dalam buku setebal 415 halaman ini, Johann Hari tidak hanya mengajak kita untuk senantiasa menyadari seberapa penting “fokus” dalam kehidupan, dia juga memberikan alasan mengenai hilangnya fokus kita melalui data-data empiris yang dirangkum dari para ilmuwan, teknisi, dan rekanan yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Melalui Stolen Focus, Johann Hari berangkat dari kegelisahan personal akan perhatian anak baptisnya, Adam, dan dirinya yang acap kali teralihkan oleh gawai. Buku ini mencoba mengupas bagaimana perhatian kita dikaburkan dan apakah mungkin untuk mengembalikannya.

Problematika kehidupan modern bukan hanya perkembangan teknologi yang masif dan invasif yang kerap menyerang perhatian kita, ada juga faktor lain di belakang itu yang turut andil membuat seseorang sulit untuk merampungkan sebuah buku atau berfokus terhadap suatu hal secara berkelanjutan. Media sosial, kecemasan, kurang tidur, polusi — baik udara maupun di dalam makanan yang kita konsumsi, dan bahkan perlakukan yang kurang tepat terhadap anak adalah semacam rantai berkarat yang perlahan memutus manusia dari cara hidup yang damai.

Kenapa Perhatian Penting?

“Apabila kita terus menjadi sekelompok orang yang kurang tidur dan terlalu banyak bekerja; yang berganti tugas setiap tiga menit; yang dipantau dan dilacak oleh situs media sosial yang didesain untuk mengetahui kelemahan kita dan memanipulasinya untuk membuat kita scrolling dan scrolling dan scrolling; yang begitu stres sehingga kita menjadi waspada berlebihan; yang mengikuti pola makan yang menyebabkan energi kita melonjak dan merosot; yang menghirup sup kimia beracun yang merusak otak setiap hari — maka, ya, kita akan menjadi masyarakat dengan masalah perhatian yang serius.”

Perhatian menjadi penting karena kita perlu memberi fokus kepada suatu hal yang berarti dan berkelanjutan. Ketika kita mampu memperhatikan dengan baik, timbullah kemampuan untuk memecahkan masalah. Dengan kehidupan penuh distraksi, kita akan kesulitan untuk melihat sesuatu dengan jelas, mudah tersulut amarah, atau merasakan lonjakan stres karena selalu teralih menuju media sosial untuk melihat begitu banyak peristiwa buruk. Ketika perhatian kita hilang, kita kehilangan kemampuan paling berharga: merenung dan berkontemplasi. Mengutip dari Johann Hari yang mengutip James Baldwin, “Tidak semua hal yang dihadapi bisa diubah, tapi tidak ada hal yang bisa diubah sampai hal itu dihadapi.” Sebelum menghadapinya, kita perlu kemampuan untuk memperhatikan guna mengetahui apa yang akan kita hadapi.

Kompleksitas dan Kesukaran

Saya tercenung ketika selesai membaca setiap bab yang disajikan. Bayangkan ketika ternyata ada sekelompok orang yang mengendalikan perhatian kita dari suatu tempat, atau ketika menyadari bahwa kita tak pernah tahu siapa diri kita dan apa yang kita inginkan karena selalu terdistraksi, atau kenapa kita begitu mencintai anak-anak tapi selalu mengurung mereka di tempat aman dan tidak membiarkannya untuk bermain bebas bersama teman-temannya — padahal itu kebutuhan mereka. Ini menjadi semacam paradoks yang tidak kita inginkan tetapi terus berlangsung hingga sekarang.

Di dalam bukunya, Johann Hari berupaya memberikan jawaban untuk persoalan itu, begitu pun dengan solusinya yang cenderung sulit untuk dilakukan karena butuh kesadaran kolektif, sementara dewasa ini banyak orang yang mabuk oleh begitu banyaknya informasi tidak penting yang membawa mereka ke suatu ruang hampa. Masalahnya adalah ketika krisis perhatian tidak terdengar semengerikan krisis iklim.

Lantas, apa yang sudah kita perbuat untuk krisis iklim? Melihat apa yang terjadi sekarang, rasa-rasanya begitu sedikit yang sadar dan meneriakkan perubahan terhadap regulasi atau melakukan kampanye-kampanye guna memperbaiki lingkungan. Lebih banyak orang yang tidak peduli. Apalagi tentang krisis perhatian, yang tak kasat mata, yang mungkin kita juga tak pernah tahu bahwa kita sedang menderita karena ini. Dan yang paling penting adalah bahwa perhatian kita dikendalikan dan diawasi oleh perusahaan teknologi yang selalu mencari keuntungan. Kalau kita ingin mendapat perhatian kita kembali, maka kita harus merebutnya dari layar gawai. Ini berarti bahwa harus ada pihak yang merugi. Siapa yang mau?

Konsekuensi atas Modernitas

Stolen Focus tidak hanya menyajikan sebuah gambaran akan perhatian kita yang perlahan menyusut dan dampak di baliknya, buku itu menceritakan kisah kegemilangan peradaban manusia dengan segunung invensi yang menakjubkan tetapi juga penuh ironi. Mulai dari penyalahgunaan teori psikologi B.F. Skinner yang menimbulkan adiksi, penemuan Google, Facebook, Instagram, bahkan YouTube yang pada akhirnya berubah menjadi malapetaka sebagai konsekuensi atas kemajuan yang dicapai manusia — walau tidak bisa disebut secara gamblang demikian, karena banyak juga yang bergantung dan hidup dari sana.

Mengenai kesukaran ini, penulisnya sendiri juga mengakui betapa sulitnya untuk berfokus di era kini. Perubahan bukan hanya diperlukan oleh setiap individu, melainkan juga lingkungan dan sistem yang menaungi kita di bawahnya. Stolen Focus menurut saya bekerja secara perlahan, menyusup ke dalam benak pembaca untuk menyadarkan dan mempertanyakan ulang pelbagai hal yang selama ini dianggap wajar.

Dok. Pribadi

Dok. Pribadi

Punya tulisan tentang buku? Terbitkan di Booknotations. Daftar sekarang dan cek panduannya!

[embed]Submission Guideline — Booknotations Panduan mengirim tulisan ke Booknotationsmedium.com


메타데이터
post_id
895c4e4df783
slug
stolen-focus-konsekuensi-atas-modernitas-895c4e4df783
url
https://medium.com/booknotations/stolen-focus-konsekuensi-atas-modernitas-895c4e4df783
canonical_url
https://medium.com/booknotations/stolen-focus-konsekuensi-atas-modernitas-895c4e4df783
author_url
https://medium.com/@ikpradana
status
ok
fetched_at
2026-06-17 18:46:00