← Back to list

Lingkaran setan di stasiun yang sama

Things end, people change, life goes on

Daun yang jatuh · 2026-07-02 05:51 · 0 claps · 1.4 min read
#writing #perpisahan #chameleon
Open on Medium ↗
Wiki topics: GEN · Genomics & Sequencing

Lingkaran setan di stasiun yang sama

Things end, people change, life goes on

Things end, people change, life goes on

Kita adalah dua orang yang keras kepala, terjebak dalam naskah yang ditulis oleh takdir yang gemar bercanda. Hari ini, aku berdiri lagi di tempat yang sama, menatap punggungmu yang perlahan menjauh. Ini bukan kali pertama, bukan pula kali kedua. Kita telah melambaikan tangan, mengucapkan kata "selamat tinggal", dan berjanji untuk saling melupakan lebih sering daripada yang bisa diingat oleh ingatan warasku.

Setiap kali kita memutuskan untuk menyudahi semuanya, polanya selalu sama.

Ledakan Amarah, dimulai dari perdebatan kecil yang membesar, ego yang meninggi, hingga kalimat fatal yang keluar begitu saja. Lalu keheningan yang Menyiksa, hari-hari berikutnya diisi oleh ruang hampa, menghapus nomor kontak, dan berpura-pura tidak lagi peduli. Selanjutnya kerinduan yang mengetuk. Dari rasa sepi mulai mengambil alih, memunculkan kembali memori manis yang mengaburkan alasan mengapa kita sempat bertengkar. Dan pintu yang kembali terbuka: Satu pesan singkat di tengah malam, janji untuk berubah, dan kita kembali berpelukan seolah tidak pernah ada luka.

Anehnya, setiap kali perpisahan itu terulang, rasanya tidak pernah menjadi lebih mudah. Luka yang lama belum sempat mengering sepenuhnya, namun kita sudah sibuk menggoreskan luka yang baru di atasnya. Orang-orang bilang perpisahan itu menyakitkan karena ia adalah sebuah akhir. Namun bagiku, perpisahan denganmu jauh lebih menyiksa justru karena ia tidak pernah benar-benar berakhir.

Kita seperti dua tokoh dalam film yang rusak, terus-menerus memutar adegan klimaks yang menyakitkan tanpa pernah menyentuh layar kredit penutup. Bagian paling menakutkan dari perulangan ini adalah hilangnya rasa hormat pada air mata sendiri. Aku tidak lagi tahu apakah tangisanku hari ini adalah karena kehilanganmu, atau karena meratapi kebodohanku yang selalu membiarkanmu berjalan pergi—hanya untuk menyambutmu kembali esok hari.

Sekarang, saat bayangmu benar-benar lenyap di ujung jalan, aku hanya bisa bertanya pada sunyi “Apakah kali ini kita benar-benar selesai, atau kita hanya sedang mengumpulkan tenaga untuk mengulang rasa sakit yang sama sekali lagi?”

Sebab ingin diupayakan bagaimanapun, kita hanya akan mengulang perpisahan yang sama


메타데이터
post_id
8a3fb75204f5
slug
lingkaran-setan-di-stasiun-yang-sama-8a3fb75204f5
url
https://medium.com/@iamlon/lingkaran-setan-di-stasiun-yang-sama-8a3fb75204f5
canonical_url
https://medium.com/@iamlon/lingkaran-setan-di-stasiun-yang-sama-8a3fb75204f5
author_url
https://medium.com/@iamlon
status
ok
fetched_at
2026-08-09 21:37:44