← Back to list

Langit dan Ceritanya

Langit #1

Amri Setiawan Rahardjoni · 2026-03-31 05:48 · 0 claps · 3.3 min read
#langit #cerita #sastra
Open on Medium ↗

Langit dan Ceritanya

Langit #1

Pernahkah kamu bertanya, apakah langit terbatas? Apakah burung yang terbang di tengah langit akan menemukan ujungnya? Langit sangatlah luas. Tak terbatas. Siapapun bisa menikmati indahnya langit. Tanpa pamrih, dan tanpa meminta balasan. Langit selalu memberikan ruang untuk siapa saja. Walaupun kadang, langit menurunkan air mata, atau memancarkan kebiruan yang memanjakan mata. Bahkan langit pernah menujukkan sisi gelapnya. Tapi, itulah sebuah keindahan yang diberikan Tuhan. Dan, manusia pun bisa menikmatinya. Dari langit kita belajar, bahwa kita harus meluaskan hati kita, dan tetap memberikan yang terbaik untuk siapapun, tanpa harus dipercantik. Natural. Tanpa tambahan.

Langit #2

Aku pernah membaca sebuah kata. “Langit tak perlu menjelaskan bahwa dirinya tinggi”. Ya, kurang lebih tulisan itu ku baca pada ruang terbuka sembari menikmati secangkir kopi. Aku terpaku dengan tulisan yang cukup besar yang terpampang di dinding. Membuat aku bertanya apa maksud dari kalimat itu. Mungkin, karena kita semua tau kalau langit itu tinggi, tanpa langit itu harus menjelaskan kalau memang ia tinggi. Akupun berasumsi bahwa tak ada langit yang rendah. Tapi, ada yang lebih tinggi dari langit.

Langit #3

Langit, hari ini aku sedang tidak baik-baik saja. Hari ini tidak berjalan seperti apa yang aku inginkan. Tapi, aku sadar bahwa semua yang aku inginkan dapat berjalan dengan lancar. Langit, terkadang aku lelah dengan semua ini. Tapi, Allah selalu ada untuk hamba-Nya. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Langit, aku berserah kepada Allah dengan apa yang terjadi kepada hidupku. Langit, setiap sore aku melihat keindahan yang terjadi di depan mataku. Dan aku bersyukur atas semua ini, Langit. Tetaplah menjadi baik, Langit.

Langit #4

Seolah kanvas, langit menjadi tempatku bercerita. Tempatku menggambar sesuatu yang ada di kepala. Langit membantuku mengurai benang kusut yang ada di pikiranku. Terkadang, kita hanya membutuhkan wadah untuk menyalurkan aspirasi, ide, gagasan, dan lainnya. Langit selalu menerima itu. Terimakasih, langit. Kamu sudah menjadi teman cerita yang baik.

Langit #5

Mentari pagi menyinarimu hari ini, Langit. Sinar yang cantik menambah suasana hangat dan ceria. Namun, tak lama kebahagiaan ku terhadap suasana ini, Langit. Awan gelap menutupi kecantikan cahaya mentari pagi itu. Suasana itu berubah menjadi suasana yang asing dan dipenuhi dengan tetesan air yang mulai berjatuhan membasahi bumi. Langit, sekarang aku sadar, bahwa kebahagiaan bersifat sementara, begitupun kesulitan dan kegelapan. Langit, aku ingin menyampaikan maaf padanya, karena hari ini, aku tidak baik-baik saja. Aku menyembunyikan perasaan ini padanya. Sampaikan permohonan maafku ini, Langit. Ku harap, dia mendengar pesan yang kusampaikan padanya.

Langit #6

Terkadang, memandangmu membuatku jauh lebih tenang ya, Langit. Aku bisa sampaikan pesanku untuknya yang ku titipkan pada angin. Melihat keindahanmu di sore hari adalah salah satu favoritku. Terima kasih, langit. Kau sudah menyampaikan pesanku untuknya. Terima kasih kau selalu memberikan keindahan. Nanti, kutitipkan sepucuk surat untuknya, ya. Jangan salah alamat ya, Langit.

Langit #7

Kali ini, ku lihat langit dengan posisi terindah. Posisi dimana aku menemukan sebuah cerita yang harus kuceritakan pada langit. Langit, jangan lupa sampaikan pesanku ini untuknya ya. Inget, jangan salah alamat. Mendung bukan berarti hujan. Jatuh bukan berarti tumbang. Mundur bukan berarti kalah. Terkadang, kita butuh jatuh untuk belajar bagaimana caranya bangkit. Terkadang, kita perlu mundur untuk melihat dari beberapa sudut pandang lain. Terkadang, kita butuh mendung di kala panas terik matahari. Terima kasih, bunga matahari. Kau mewarnai langit hari ini.

Langit #8

Melihat langit malam ini, di Bekasi, turun hujan yang tidak begitu deras. Mungkin, ini balasan dari pesanku kemarin. Kali ini, langit tidak salah alamat. Keberkahan selalu turun bersamaan dengan hujan. Namun, mengapa masih banyak yang mengartikan hujan dengan kesedihan? Hujan adalah rahmat dari Allah. Hujan yang tidak begitu deras, bersamaan dengan kabar bahagia yang ku terima. Kabar dimana aku bisa menjawab semua pertanyaan yang ada di kepala. Dan langit, satu lagi ku titipkan pesannya. Kamu sudah hafal betul alamatnya. Sampaikan padanya terima kasih dan maaf. Semoga pesan ini benar tersampaikan dengan benar maksud dan tujuanku. Dan kali ini, aku memilih untuk tidak melanjutkan langkah itu.

Langit #9

Sedari kemarin, ku lihat langit begitu cerah, seakan memberi kabar bahagia. Ya, benar. Kabar bahagia itu sampai juga kepada ku, langit. Nampaknya kamu sudah paham betul dengan alamat yang ku maksud. Sejalan dengan kabar baik yang disampaikannya kepadaku, membuatku semakin mantap. Semakin mantap untuk membuka jalan dan pengalaman lainnya. Dan langit, bolehkah ku meminta satu hal lagi? Tolong sampaikan ucapan terima kasih untuknya ya. Ku sudah tidak bertanya padamu, dimana alamat yang ku maksud. Sekarang, mari mengudara masing-masing, dengan langit yang sama. Terbanglah tinggi wahai Kutilang. Semoga kamu baik-baik saja di langit yang masih sama ini.

Langit #10

Langit, kali ini aku melihatmu di atas laut biru. Cahaya yang memudar di ujung sana, membuat aku penasaran dan ingin ku mencari ujungnya. Dan benar, ini tidak ada ujungnya. Sempat ku kehilangan cahaya itu, dan ku tunggu hingga esok pagi. Dan ternyata, esok sore ku temui kamu lagi, wahai cahaya yang indah. Laut seakan mendukung perjalananku. Dia bercerita, dibawah air yang tenang banyak kehidupan yang indah. Ini membuatku penasaran, betapa indahnya kehidupan di bawah laut sana? Maka, ku siapkan diri dan perlengkapan terlebih dahulu sebelum aku pergi ke bawah sana. Terimakasih atas ceritamu, laut. Sungguh, aku percaya dari tenang nya air, banyak cerita indah, atau bahkan gelombang tinggi yang hadir dari tenangnya air.


메타데이터
post_id
8a9c3ccd8b23
slug
langit-dan-ceritanya-8a9c3ccd8b23
url
https://medium.com/@amrisetiawanr19/langit-dan-ceritanya-8a9c3ccd8b23
canonical_url
https://medium.com/@amrisetiawanr19/langit-dan-ceritanya-8a9c3ccd8b23
author_url
https://medium.com/@amrisetiawanr19
status
ok
fetched_at
2026-07-11 15:00:27