Ketika Logika Kehabisan Bahasa
Ketika Logika Kehabisan Bahasa

hal hal indah lainnya
Aku pernah berpikir bahwa pengetahuan diciptakan untuk menjelaskan dunia. Sampai aku bertemu denganmu, dan menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak selesai hanya dengan dipahami.
Jika cinta adalah ilmu, maka aku ingin belajar selamanya.
Bukan untuk menemukan jawaban, tetapi untuk terus menemukanmu dalam setiap teori, setiap hukum semesta, dan setiap hal kecil yang diam-diam menjelaskan mengapa manusia memilih untuk tetap mencinta.
Entah dengan bahasa apa lagi aku harus menceritakanmu, Sebab semakin banyak hal indah yang kutemui di dunia, semakin aku tersadar, bahwa semuanya hanya membantuku menemukan cara lain untuk mengingat mu. selain dirimu, ternyata dunia masih menyimpan banyak hal indah, laut, matahari, dan bulan. Tetapi hari ini, aku ingin mendefinisikan semuanya melalui seseorang yang paling indah, kamu.
Namun semakin jauh aku mencari perumpamaan, semakin aku sadar bahwa alam selalu kalah. Laut terlalu sempit untuk menampung luasnya hatimu. Matahari terlalu dingin untuk menandingi hangatmu. Dan bulan terlalu jauh untuk menjelaskan bagaimana seseorang bisa terasa begitu dekat meski tidak selalu berada di samping. Dan saat kata-kata mulai terasa tidak cukup, aku mulai mencari dirimu di tempat lain, di alam, di langit, dan di segala sesuatu yang tidak bisa menolak untuk dibandingkan denganmu.
Mungkin memang sejak awal manusia menciptakan ilmu bukan untuk memahami dunia, melainkan agar suatu hari mereka punya cukup bahasa untuk menjelaskan seseorang yang mereka kagumi.
Dan hari ini, melalui tulisan ini, aku ingin memperkenalkan dunia tentang seseorang yang membuatku percaya bahwa pengetahuan tidak selalu cukup untuk menjelaskan segalanya. Karena mungkin, seluruh ilmu pengetahuan yang kita pelajari sejak awal hanya sedang mengajarkan satu hal, bahwa cinta selalu ada di balik segala yang ingin kita mengerti.
Samudra itu luas, besar, dan penuh misteri, setiap kita menyelam 10 meter ke dalam dasar laut berat air di atas kita menambah tekanan sebesar 1 atm. Ditambah dengan 1 atm tekanan udara di permukaan laut, tekanan total akan terus bertambah jika kita terus menyelam. Tanpa alat bantu, manusia hanya bisa menyelam hingga ke dalaman 30–40 meter, dan menahan 3–4 atm.
Ahmed Gabr, adalah pemegang rekor dunia penyelaman terdalam hingga 332 Meter pada tahun 2014. Namun, jika kamu adalah lautan, Dunia tidak akan mengenal Ahmed Gabr karena menjadi pemegang rekor penyelaman terdalam di dunia, karena kemenangan itu akan jatuh ke tangan ku, aku yang akan memenangkan hatimu, dan menetap di tempat terdalam hatimu, di tempat yang bahkan tak dijangkau siapa pun. Karena mencintaimu tidak pernah tentang mencapai permukaan, tetapi tentang berani tinggal di kedalaman yang bahkan aku sendiri tidak sepenuhnya mengerti.
Mungkin kamu tidak asing dengan palung mariana. Palung Mariana terletak di Samudra Pasifik barat, palung mariana merupakan titik terdalam di Bumi. Yang kedalamannya mencapai 11.000 meter, menjadikannya lebih dalam dari ketinggian Gunung Everest jika dimasukkan ke dalam air. Tempat ini memiliki tekanan ekstrem dan ekosistem unik yang gelap gulita. Namun jika kamu adalah laut, aku akan menjadi Amfipoda, yaitu Krustasea kecil yang hidup di dasar palung mariana, disana memang gelap, sepi, dan sunyi, tapi kebaikan hatimu lah yang menjadi cahaya untuk menemani dan menyoroti tubuhku di dasar palung. Aku akan menjadi Amfipoda, kecil, setia, tetapi berharga dan menjadi bagian besar dari kehidupan di dasar palung. Dan mungkin aku tidak perlu menjadi yang paling berani untuk sampai ke sana. Sebab beberapa tempat terdalam di dunia tidak dimenangkan dengan keberanian, melainkan dengan seseorang yang mengizinkan kita tinggal di dalamnya.
Dan ternyata, mencintaimu juga seperti itu. Bukan tentang siapa yang paling jauh menyelam, tetapi siapa yang tetap tinggal meski sudah melihat seluruh gelap dan misterinya.
Jika kamu adalah matahari..
Aku akan menjadi orang pertama yang berlari ketika kamu terbit dari timur, dan aku akan menjadi orang yang paling jatuh dan terpuruk ketika kamu pergi dan tenggelam ke arah barat. Jika kamu adalah matahari , aku akan belajar menerima satu hal , bahwa sesuatu yang paling indah memang tidak diciptakan untuk dimiliki sendiri, melainkan untuk tetap bersinar meski dilihat banyak orang.
Jika kamu adalah matahari, aku tidak ingin memilikimu sendiri. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang cukup beruntung untuk terus menerima hangatmu. Jika kamu adalah matahari, aku akan bangun lebih pagi dari dunia, hanya karena aku ingin melihat dan bertemu dengan mu secepat mungkin. Dan, jika kamu adalah matahari, aku akan terus mencarimu, meski tahu tidak semua yang indah diciptakan untuk ditatap terlalu lama.
Jika kamu adalah Bulan. Aku adalah orang yang tidak ingin pagi datang, aku adalah orang yang paling membenci pagi, tapi jika kamu adalah bulan, aku akan berterima kasih setiap saat, karena kamu telah bertarung dengan kegelapan dan menentang seluruh ketakutan mu demi menghadirkan cahaya dan menerangiku. karena bulan tidak menghilangkan gelap, ia hanya mengajarkan bahwa gelap tetap bisa diterangi. Dan mungkin itu sebabnya aku tidak takut pada sepi, karena aku tahu bahkan dalam diam, selalu ada sesuatu yang tetap menjaga kita dari benar-benar hilang.
Jika kamu adalah bulan, aku tak akan pernah mau waktu tidur ku habis, aku tak akan membunyikan alarm ku di pagi hari, hanya karena tidak siap menerima fakta bahwa kamu harus pergi.
Dan mungkin itu alasan aku menyukaimu, karena kamu mengajarkan ku bahwa terang tidak selalu datang dengan cara yang bising.
Ada hari-hari ketika hidup terasa terlalu panjang untuk dijalani dan terlalu singkat untuk dipahami. Lalu entah bagaimana, selalu ada hal kecil yang membuat kita bertahan, secangkir teh yang masih hangat, langit malam yang tenang, atau seseorang yang sekedar bertanya “gimana hari ini?” dengan sungguh-sungguh. Menurut ilmu saraf, otak manusia cenderung mengingat hal yang memberi emosi paling kuat. Maka jika suatu hari aku lupa banyak hal, aku berharap semesta masih menyisakan satu ingatan kecil tentang seseorang yang pernah membuat hidup terasa lebih ringan.
Konon tubuh manusia menyimpan bekas dari hampir semua hal yang pernah ia lalui. Maka jika hari ini kamu masih berdiri setelah semua yang membuatmu merasa kecil, mungkin tubuhmu sedang diam-diam berkata “lihat, kita berhasil sejauh ini.”. Jika suatu hari nanti kamu merasa kecil di tengah dunia yang terlalu besar, ingatlah, langit juga terlihat kecil dari jendela, padahal ia tidak pernah benar-benar sempit.
Sayang, perlu kamu ingat bahwa aku bukan lah penulis hebat atau penyair yang pandai memilih kata. Aku hanya seorang gadis biasa yang kebetulan menemukan sosok yang begitu indah, sampai-sampai seluruh pengetahuan yang kupelajari terasa kecil untuk menjelaskannya. Jika suatu hari dunia terasa terlalu bising, mungkin kamu akan menemukan kembali tulisan ini di sela-sela ingatan yang sudah lama kamu simpan tanpa sadar. Dan jika suatu hari tulisan ini selesai, biarkan dunia tahu satu hal, bahwa aku pernah mengenal seseorang yang membuatku percaya, bahwa cinta mungkin memang ilmu yang tidak pernah benar-benar selesai dipelajari.
메타데이터
- post_id
- 8ab1a48fc5ef
- slug
- ketika-logika-kehabisan-bahasa-8ab1a48fc5ef
- url
- https://medium.com/@lettersfromcipa/ketika-logika-kehabisan-bahasa-8ab1a48fc5ef
- canonical_url
- https://medium.com/@lettersfromcipa/ketika-logika-kehabisan-bahasa-8ab1a48fc5ef
- author_url
- https://medium.com/@lettersfromcipa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 11:06:28