← Back to list

Annotasi: Corat Coret sebagai Cara Mencerna Isi dan Isu dalam Bacaan

Saya tipe orang yang anti mencoret-coret buku yang saya beli, apalagi jika buku itu harganya ratusan ribu dan impor. Rasanya sayang sekali…

Akhlis Purnomo · 2024-06-21 00:38 · 11 claps · 2.0 min read
#annotasi #annotations #cara-membaca #cara-belajar #tips-membaca-buku
Open on Medium ↗

Annotasi: Corat Coret sebagai Cara Mencerna Isi dan Isu dalam Bacaan

Saya tipe orang yang anti mencoret-coret buku yang saya beli, apalagi jika buku itu harganya ratusan ribu dan impor. Rasanya sayang sekali jika halaman kertasnya digoresi tinta.

Sering saya harus mencatat di buku tulis terpisah sehingga cukup merepotkan untuk membaca isi buku dan menengok catatan saya di buku tulis lain.

Akhirnya saya kapok melakukan metode sok suci dan pemisahan itu setelah saya melihat seorang penggemar buku bernama akun @complitlibrary2 yang menulisi halaman bacaan apapun miliknya dengan pulpen.

Tulisan tangannya itu semacam anotasi (annotation) yang menurutnya adalah salah satu caranya untuk menyerap isi buku itu dan mencatat respon dari otaknya terhadap isi buku/ bacaan.

Anotasi, jika Anda belum tahu, ialah penambahan informasi ekstra pada poin-poin tertentu dalam sebuah teks yang dilakukan seseorang dengan tujuan agar ia atau orang lain yang membacanya bisa makin memahami isi buku itu dengan lebih baik. Jadi semacam tulisan tambahan di luar isi buku aslinya yang dibuat untuk menerangkan sebuah poin di buku.

Di gambar di bawah ini, Anda bisa amati bahwa si pembuat anotasi memberikan catatan-catatan pinggir yang memperkaya isi teks yang dibacanya, memberikan konteks yang lebih lengkap, atau bisa juga menuliskan kesan dan respon yang ia miliki dalam benak saat membaca kalimat atau kata tertentu di bacaan tersebut.

Anotasi ini juga bisa membantu kita saat belajar dan menyerap isi buku. Kita bisa merangkum poin kompleks dengan kata-kata kita sendiri sehingga memudahkan kita saat nanti menerangkan di depan orang lain/ dosen/ publik/ audiens. Jadi sangat bermanfaat menurut saya untuk menulis anotasi ini.

(Foto: akun IG @complitlibrary2)

(Foto: akun IG @complitlibrary2)

Dan saya kemudian pikir, cara itu sepertinya lebih efektif dan ampuh untuk mencerna isi buku dan memahaminya. Bukan menghapal (memorize) ya tapi memahami (understand/ comprehend).

Jadi setelah ini, saya mencoba lebih berani untuk mencorat-coret halaman buku yang sudah saya beli agar otak saya lebih fokus pada isinya, tak mudah terdistraksi, dan agar tidak mudah mengantuk saat harus membaca buku yang cukup rumit topiknya. Memaksa tangan untuk menulis dan mencerna lalu menuangkan gagasan rumit ke dalam bahasa sendiri mendorong otak ini untuk bekerja ekstra keras dan akhirnya pikiran saya lebih terlibat (engaged).

Lalu bagaimana jika saya membaca ebook/ buku elektronik? Kan tidak mungkin mencorat-coret buku elektronik.

Saya mengakalinya dengan memaksa diri membuat tulisan rangkuman. Begitu selesai baca satu halaman, saya harus menulis dengan tangan di kertas. Lagi-lagi agar pikiran saya terfokus dan otak lebih terlibat dalam proses membaca. Karena memang saya buktikan kalau saya sekadar membaca dan tangan saya diam, poinnya akan lewat sekilas saja dan setelah itu kalau ditanya, saya bakal agak lupa atau lupa sama sekali. Padahal tadinya terasa sudah memahami. Menulis dengan tangan seolah membantu mematri pemahaman menjadi bagian ingatan di otak. So it works for me!

Bagaimana dengan Anda sendiri? Mau mencoba annotasi begini atau tetap membiarkan buku-buku Anda polos tanpa coretan? (*/)


메타데이터
post_id
8adfdb31965a
slug
annotasi-corat-coret-sebagai-cara-mencerna-isi-dan-isu-dalam-bacaanmu-8adfdb31965a
url
https://medium.com/@akhliswrites/annotasi-corat-coret-sebagai-cara-mencerna-isi-dan-isu-dalam-bacaanmu-8adfdb31965a
canonical_url
https://medium.com/@akhliswrites/annotasi-corat-coret-sebagai-cara-mencerna-isi-dan-isu-dalam-bacaanmu-8adfdb31965a
author_url
https://medium.com/@akhliswrites
status
ok
fetched_at
2026-08-18 23:29:08