Tentang Ruang
Di depan, ada ruang yang selalu disisakan, katanya bukan untuk siapa-siapa, tapi juga tak pernah benar-benar boleh diisi, seperti jeda…
Tentang Ruang
Di depan, ada ruang yang selalu disisakan, katanya bukan untuk siapa-siapa, tapi juga tak pernah benar-benar boleh diisi, seperti jeda panjang dalam kalimat yang sengaja dibiarkan menggantung. Seolah menunggu pulang sesuatu yang sejak awal tak berniat tinggal. Katanya ruang itu bukan urusannya, tapi hari-hari membuktikan sebaliknya — setiap langkah yang tak diambil, perlahan jatuh ke pundaknya.
Ada banyak mata yang menunggu arah, banyak harap yang menggantung di udara, dan entah sejak kapan, semuanya seperti mengalir ke satu titik yang sama, tempatnya berdiri. Anehnya, yang diminta kuat selalu yang tetap di sini, yang diminta mengerti selalu yang tak pernah diberi waktu untuk lelah.
Yang rapuh ditopang seadanya, sementara ruang di depan tetap dijaga agar tampak utuh. Ruang itu masih kosong, tapi namanya kenyang disebut. Dan kami, pelan-pelan belajar, bahwa tak semua yang punya tempat memilih untuk duduk. Sebagian hanya bersembunyi di balik sebutan — sementara yang bertahan terus menjaga agar tak ada lagi yang ikut runtuh.
메타데이터
- post_id
- 8afda3f9bf2a
- slug
- tentang-ruang-8afda3f9bf2a
- url
- https://medium.com/@anaalogy/tentang-ruang-8afda3f9bf2a
- canonical_url
- https://medium.com/@anaalogy/tentang-ruang-8afda3f9bf2a
- author_url
- https://medium.com/@anaalogy
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01