← Back to list

Bicara Itu Yang Penting, Bukan Yang Penting Bicara

Berbicara adalah salah satu bentuk komunikasi secara verbal. Seorang pakar psikologi komunikasi dan teori komunikasi asal Austria yang…

Puput Puji Hartini · 2026-05-15 15:21 · 0 claps · 2.2 min read
#speaking #motivasi #kritik #self-reminder #evaluasi
Open on Medium ↗

Bicara Itu Yang Penting, Bukan Yang Penting Bicara

Photo by Alberto Bigoni on Unsplash

Photo by Alberto Bigoni on Unsplash

Berbicara adalah salah satu bentuk komunikasi secara verbal. Seorang pakar psikologi komunikasi dan teori komunikasi asal Austria yang bernama Paul Watzlawick dengan pernyataannya “We can not not communicate”. Pernyataan tersebut memiliki makna bahwa kita tidak bisa jika tidak berkomunikasi. Karena sebenarnya komunikasi bukan hanya sebatas berkomunikasi melalui lisan dan tulisan, melainkan ada bentuk komunikasi lain yang dilakukan melalui bahasa-bahasa non verbal seperti simbol, gerak tubuh, ekspresi wajah, gambar, dan lainnya.

Sebagai manusia yang dibekali akal dan nurani, seharusnya sudah mampu menggunakannya dengan baik. Karena hal itu yang membedakan kita dengan makhluk yang lain. Setiap manusia memang dibekali dua hal tersebut dari lahir, tetapi setiap manusia memiliki tingkatan dalam daya berpikir dan rasa empati yang berbeda-beda. Jadi, jika ada seseorang yang kurang sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Cobalah untuk berpikir lebih dalam bahwa manusia diciptakan dengan tingkatan akal dan nurani yang berbeda-beda.

Dalam berbicara, akal dan nurani juga punya peran yang sangat penting. Di waktu kecil, kita belajar berbicara dibantu dengan adanya akal untuk memproses kata, frasa, hingga kalimat-kalimat yang lebih kompleks dari apa yang telah kita dengar melalui telinga. Dengan akal kita juga bisa berpikir secara logis dan kritis sebelum mengungkapkannya melalui lisan dan tulisan. Sedangkan dengan nurani, kita bisa berbicara dengan mempertimbangkan rasa empati untuk berbicara sesuai situasi dan tentu dengan kejujuran.

Berbicaralah dan ungkapkanlah apa yang menurut kita itu penting untuk diungkapkan. Jangan hanya yang penting berbicara tanpa mempertimbangkan akal dan nurani. Lebih baik diam saja daripada berbicara tanpa suatu hal yang penting untuk diucapkan. Jangan sampai yang penting berbicara menjadi suatu kebiasaan. Hal tersebut bisa saja merugikan orang lain dan apa yang diucapkan bisa tak sesuai dengan fakta yang ada. Perlu diingat bahwa kita pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan atas apa yang telah kita ungkapkan.

Namun bukan berarti kita tidak boleh berbicara tentang suatu hal yang ringan dan sederhana, seperti bertanya terkait kabar, pendapat, dan hal sederhana lainnya. Yang menjadi permasalahan dalam hal yang penting berbicara adalah adanya ungkapan yang tidak sesuai dan tidak berdasarkan fakta serta yang cenderung asal-asalan karena tanpa dipikirkan dengan matang-matang.

Bertambah dewasanya manusia terkadang akal untuk berpikir dan nurani untuk berempati tak selalu digunakan dengan baik bagi sebagian manusia. Beberapa manusia justru masih dibekali akal untuk berpikir, tapi ia tak menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Terkadang ada permasalahan duniawi yang membuat mereka seperti itu, seperti adanya iming-iming terkait jabatan, uang, dan lainnya. Mereka seringkali gelap mata dan tak berpikir dampak jangka panjangnya.

Seperti ungkapan pepatah bahwa mulutmu harimaumu. Terlihat sederhana, tapi sarat akan makna. Mulut kita yang mungil dan terdenger manis saat berucap, sangat bisa menerkam kita kapan saja. Apa pun yang kita ucapkan tanpa pertimbangan akal yang baik, justru akan berdampak buruk bagi diri kita sendiri. Bahkan sangat bisa merusak reputasi akan pandangan orang lain terhadap diri kita.

Berbicaralah berdasarkan kebenaran yang ada dan jangan mengada-ada hingga merugikan orang lain. Jika kamu memiliki keberanian untuk mengungkapkan kebenaran yang sebenarnya, ungkapkan itu dan jangan takut. Mereka bisa saja membungkam kebenaran itu dengan milyaran uang, jabatan yang tinggi, orang dalam, dan lainnya. Ingatlah bahwa kita memiliki Tuhan yang tak ada satu pun yang menandinginya dan Dia Maha Tahu Segala Hal.


메타데이터
post_id
8b00cd13181b
slug
bicara-itu-yang-penting-bukan-yang-penting-bicara-8b00cd13181b
url
https://medium.com/@puputpujihartini/bicara-itu-yang-penting-bukan-yang-penting-bicara-8b00cd13181b
canonical_url
https://medium.com/@puputpujihartini/bicara-itu-yang-penting-bukan-yang-penting-bicara-8b00cd13181b
author_url
https://medium.com/@puputpujihartini
status
ok
fetched_at
2026-07-07 22:13:32