I thought i was okay
because i hadn’t cried in days.
I thought i was okay
because i hadn’t cried in days.

I thought i was okay (2026)
Aku tertipu. Aku kira aku pulih, hanya karena mata ini lupa caranya hujan berhari-hari.
Ternyata, aku bukan sembuh. Aku hanya sibuk. Terlalu sibuk.
Kesibukan adalah morfin. Ia membuat nyeri menjadi sunyi, tapi tidak mati. Aku tidak punya waktu untuk menangis. Aku tidak punya celah untuk mengerti.
Luka itu pintar. Ia menunggu hening. Dan saat dunia melambat, saat keramaian pulang, sakit itu datang menagih hutang. Menghantam telak apa yang selama ini kuhindari.
Ternyata selama ini aku hanya berlari. Menjadi sibuk lebih mudah daripada menjadi jujur.
Kini aku belajar. Sembuh itu butuh jeda, bukan pura-pura. Berhenti sejenak. Merasakan perihnya, meski tak nyaman.
Tak apa. Kadang aku kuat, kadang aku rapuh. Itu manusiawi. Aku tak perlu buru-buru. Jantung ini hanya butuh waktu untuk istirahat dan dijaga dengan lembut.
*8 Februari, 2026. *Oseanea, dan banyaknya pesan yang belum terbalas.
메타데이터
- post_id
- 8bb63601a25d
- slug
- i-thought-i-was-okay-8bb63601a25d
- url
- https://medium.com/@oseanea/i-thought-i-was-okay-8bb63601a25d
- canonical_url
- https://medium.com/@oseanea/i-thought-i-was-okay-8bb63601a25d
- author_url
- https://medium.com/@oseanea
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-14 13:18:53