Budaya flexing tiba tiba menjamur, apa dampak baiknya?
Melihat banyak crazy rich yang pamer tentang pendapatan dan apa yang mereka punya jadi bertanya tanya apa sih tujuan mereka memamerkan…
Budaya flexing tiba tiba menjamur, apa dampak baiknya?
Melihat banyak crazy rich yang pamer tentang pendapatan dan apa yang mereka punya jadi bertanya tanya apa sih tujuan mereka memamerkan harta, apakah hanya untuk sekedar mendapatkan pengakuan atau malah ada maksud lain di balik itu semua. Banyak dampak yang di tumbulkan karena Flexing ini, tapi apa benar mereka ini benar benar seorang crazy rich? dan mengapa orang terkaya di Indonesia malah tidak terlihat batang hidungnya?. Melihat laman Forbes orang terkaya di Indonesia yaitu
1. R. Budi & Michael Hartono
Kekayaan: USD 42,6 miliar
2. Keluarga Widjaja
Kekayaan : USD 9,7 miliar
3. Anthoni Salim
Kekayaan : USD 8,5 miliar
4. Sri Prakash Lohia
Kekayaan : USD 6,2 miliar
5. Prajogo Pangestu
Kekayaan : USD 6.1 miliar
Mereka tak pernah menunjukan harta kekayaannya bahkan pewaris atau anak mereka pun jarang terekspos publik. Mungkin merek benar benar orang kaya yang tidak membutuhkan pengakuan masyarakat, seperti ilmu padi, semakin berisi maka semakin merunduk, tidak sombong dan tidak ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Sebenarnya Flexing ini adalah sebuah istilah untuk orang orang yang senang memamerkan baik itu kekayaan, circle, ataupun skill untuk sebuah pengakuan dengan tujuan tertentu, apalagi teknologi dan media sosial yang sekarang sedang hype, Flexing dapat menjadi kesempatan seseorang untuk memperlihatkan siapa dirinya, untuk meningkatkan rasa ingin tau masyarakat tentang mereka. Banyak orang yang mengira bahwa Flexing ini hanya sekedar pamer kekayaan padahal Flexing ini juga sebenarnya ada di kehidupan kita sehari hari. Contohnya pamer circle, seseorang yang pamer bahwa dirinya berteman atau bergabung dengan seseorang yang banyak di kenal orang sehingga dirinya ikut terlihat keren di hadapan orang lain, atau ketika seseorang memamerkan kemampuannya untuk bisa bersaingin dengan orang-orang untuk mendapatkan pengakuan tertentu, budaya ini juga tidak terlihat buruk jika kita paham dan bisa menempatkan Flexing ini di tempat yang tepat dan tidak melebih-lebihkannya.
Kita ambil contoh seorang Influencer crazy rich yang terkenal dengan kekayaannya untuk mempengaruhi seseorang agar mengikuti dirinya trading di salah satu aplikasi, tujuan memamerkan kekayaannya adalah untuk mempengaruhi seseorang agar mengikuti jalannya agar bergabung menggunakan aplikasi tersebut, atau seorang owner dengan yang memamerkan produknya banyak di beli, agar masyarakat percaya bahwa produk mereka adalah produk terbaik dan banyak di percaya masyarakat, ada juga cerita tentang seorang reseller dengan cerita sukses dan pamer penghasilannya untuk mempengaruhi masyarakat agar mereka percaya bahwa produk tersebut dapat menjadi ladang penghasilan bagi mereka padahal itu semua adalah cerita bohong yang mereka buat untuk mempengaruhi seseorang yang di kemudian hari akan merugikan mereka sendiri, padahal jika kita dapat memahami budaya Flexing ini dengan baik juga ada dampak positif nya, memamerkan hasil kerja keras dengan jujur dan tidak melebih lebihkannya untuk memotivasi banyak orang, dapat memberikan dampak positif bagi kita dengan jangka panjang, karena cepat atau lambat kebohongan akan terbongkar juga berbeda jika kita jujur menjalaninya dan akan membawa kebaikan bagi banyak orang, memang di perlukan usaha dan kerja keras karena di dunia ini memang tidak ada yang instant. So nikmati proses dan nikmati juga hasilnya
메타데이터
- post_id
- 8be0eb58eae1
- slug
- budaya-flexing-tiba-tiba-menjamur-apa-dampak-baiknya-8be0eb58eae1
- url
- https://medium.com/@novirini45/budaya-flexing-tiba-tiba-menjamur-apa-dampak-baiknya-8be0eb58eae1
- canonical_url
- https://medium.com/@novirini45/budaya-flexing-tiba-tiba-menjamur-apa-dampak-baiknya-8be0eb58eae1
- author_url
- https://medium.com/@novirini45
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-27 09:39:15