Kadang Cukup Itu Lebih Dari Cukup | Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Sudah dua tahun setengah buku ‘Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini’ milik temanku tersimpan di rak lemariku. Singkat saja NKCTHI. Temanku…
Kadang Cukup Itu Lebih Dari Cukup | Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Sudah dua tahun setengah buku ‘Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini’ milik temanku tersimpan di rak lemariku. Singkat saja NKCTHI. Temanku membawa beberapa buku untukku setelah mengetahui bahwa aku sangat menyukai buku dan gemar membaca. Saat itu kami masih duduk di bangku perkuliahan. Setiap aku menawarkan untuk mengembalikan kepadanya, dia selalu menyuruhku untuk membawa saja. Ya tentunya aku bahagia mengenai itu, apalagi pada buku NKCTHI sering aku baca berulang kali sebagai pereda di umur yang sudah menginjak dua puluh dua ini.
Kadang cukup itu lebih dari cukup
Quote itu pada bab Malam; upaya rasa syukur karena hampir menyelesaikan hari, tepat setelah makan siang dari luar dan menyaksikan banyak sekali orang berjuang di tengah hari dengan terik Kota Surabaya. Malam — Sang Pencipta baik sekali ya. Sebuah privileged bagi kita jika beberapa mendapat pekerjaan dalam ruang yang ber-AC. Kita selalu mengais-ngais perasaan kurang, yang sebenarnya bisa sejenak kita beri ruang untuk bernafas dan merasa cukup.
Aku pernah membaca ulasan jika dalam agama islam gerakan sholat setelah takbiratul ihram atau ruku’ adalah untuk pengingat dimana sebagai manusia baiknya menurunkan ego, agar tidak mengakar dan kemudian menyesatkan. Disimpulkan pada ibadah, khususnya sholat itu bukan hanya tubuh kita yang bergerak menyembah, melainkan jiwa dan niat juga menjadi nyawa ibadah itu sendiri.
Menurunkan ego bukan untuk mengajak kita agar berhenti bermimpi, melainkan untuk memberi ruang penerimaan untuk beberapa takdir yang memang pintunya sudah tertutup sejak awal. Akan terasa sakit jika kita hancur karena ekspektasi kita sendiri, lebih sakit lagi jika sampai membenci diri sendiri karena kegagalan dan ketidaksempurnaan dalam mencapai suatu hal.
Aku selalu terkesan dengan orang yang dapat merasa ‘lebih dari cukup’ diantara hal yang ‘cukup’ mereka dapatkan. Padahal jika dipukul rata, ‘Cukup’ mereka adalah hal-hal yang kurang bagi standar hidup manusia yang seharusnya, alih-alih meratapi itu, mereka memilih senyum yang tulus, senyum yang memberi arti syukur akan hal itu.
메타데이터
- post_id
- 8c16c6fa61d1
- slug
- kadang-cukup-itu-lebih-dari-cukup-nanti-kita-cerita-tentang-hari-ini-8c16c6fa61d1
- url
- https://medium.com/@buanabastala/kadang-cukup-itu-lebih-dari-cukup-nanti-kita-cerita-tentang-hari-ini-8c16c6fa61d1
- canonical_url
- https://medium.com/@buanabastala/kadang-cukup-itu-lebih-dari-cukup-nanti-kita-cerita-tentang-hari-ini-8c16c6fa61d1
- author_url
- https://medium.com/@buanabastala
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-28 10:39:35