← Back to list

Non Core Liabilities dan efeknya dalam bahasa bayi

sangpengelana · 2026-01-03 14:12 · 0 claps · 1.9 min read
#ekonomi #krisis-moneter #moneter #bank-sentral #indonesia
Open on Medium ↗

Non Core Liabilities dan efeknya dalam bahasa bayi

non core liabilities atau yang dikenal sebagai kewajiban bukan inti adalah salah satu indikator dalam kestabilan moneter. sebagaimana yang kita tahu bank adalah urat nadi perekonomian kita saat ini dimana ia menjadi perantara antara yang membutuhkan modal dan pemberi modal (salah satunya gw, aminn.) nah bank ini jika kita bicara konteks wilayaj indonesia tentu memiliki jumlah yang tidak sedikit yang juga terbagi kedalam beberapa jenis. (hayo apa udah lupa ilmu ekonomi SMA?).

Nah sebagai perantara antara pemodal dan yg butuh modal maka kita harus tau dulu saluran keuangan dimana bank tetap hidup. yap bank hidup dari uang yang sebenarnya tidak ia punya. dan mengambil keuntungan dari pemodal yang menanamkan duitnya di bank dalam beberapa bentuk produk seperti deposito, tabungan dan giro (klo lu sering ngambil duit di ATM dan kena charge ya itu salah satu bentuk deposito/tabungan jangka pendek).

secara garis besar kita bisa mengibaratkan bank itu punya dua darah simpanan agar tetap terus beroperasi. yaitu inti dan non inti . kewajiban inti berasal dari simpanan tradisional seperti deposito/giro yang bisa kita gunakan. biasanya cenderung stabil dan pertumbuhan di setiap rekening sejalan dengan kekayaan rumah tangga. Adapun kewajiban non inti adalah simpanan diluar itu dimana muncul ketika pertumbuhan permintaan kredit melampaui pertumbuhan deposito ritel. karna kita tau aslinya bank itu gada duit maka ia pun mencari sumber pendanaan lainnya yang lebih volatil seperti utang luar negeri berjangka pendek, pinjaman antarbank, repo dan surat utang.

Menariknya, peningkatan utang atau sumber pendanaan non inti yang volatil ini memiliki sifat jangka pendek dan tidak stabil, ia cenderung sulit di perpanjang (roll over) ketika terjadi pengetatan likuiditas. faktor pendorong bank meningkatnya sumber pendanaan non inti pun bermacam-macam seperti adanya demand pull vs supply push (permintaan domestik dan likuiditas global). Selain itu efek samping dari “obat” ini yaitu efek nya yang menular dimana peningkatan pinjaman timbal balik antarbank domestik meningkatkan keterkaitan neraca, sehingga kegagalan satu bank dapat dengan cepat menyebar ke bank lain melalui eksposur bilateral (waw rumit sekali bahasanya)- intinya karna non inti ini bukan dari nasabah jadinya jika ada sumber non inti mengalami kendala dan gagal bayar maka bank lain yang melakukan kredit juga akan mengalami kendala yang sama.

Nah buatlu yang masih bingung bahasa bayinya gimana ? jadi jika bank adalah sebuah restoran , maka “kewajiban inti” adalah tabungan pemilik dan pelanggan tetap yang selalu datang (stabil dan setia). Namun, saat pesanan melonjak drastis, restoran mulai meminjam uang dari rentenir atau bank lain (kewajiban non-inti) untuk membeli bahan baku. Selama situasi normal, ini membantu restoran tumbuh cepat. Tapi begitu terjadi krisis keuangan, rentenir tersebut akan langsung menagih utangnya sekaligus, dan jika banyak restoran melakukan hal yang sama, seluruh industri kuliner bisa runtuh karena tidak ada yang punya uang tunai secara tiba-tiba.

Alat makroprudensial (pencegah) seperti retribusi bertindak seperti biaya administrasi tambahan bagi restoran yang terlalu banyak meminjam dari luar, agar mereka tetap berhati-hati dan mengandalkan pelanggan tetapnya. (ini ibaratnya adalah penawarnya)

sekian tulisan singkat kali ini, sila komen klo ada kekurangan. have a nice day 3/365


메타데이터
post_id
8cdbdccd7a83
slug
non-core-liabilities-dan-efeknya-dalam-bahasa-bayi-8cdbdccd7a83
url
https://medium.com/@ridhoalfirdausi/non-core-liabilities-dan-efeknya-dalam-bahasa-bayi-8cdbdccd7a83
canonical_url
https://medium.com/@ridhoalfirdausi/non-core-liabilities-dan-efeknya-dalam-bahasa-bayi-8cdbdccd7a83
author_url
https://medium.com/@ridhoalfirdausi
status
ok
fetched_at
2026-06-22 12:55:45