← Back to list

Senja Yang Kalis

Pemandangan yang kiranya membuatku sedikit memahami tentang Sukab yang mencuri senja untuk Alina yang terkasih.

Shofil Azmi · 2026-07-05 12:26 · 0 claps · 1.8 min read
#sunset #bali #senja
Open on Medium ↗

Senja Yang Kalis

Buku Sepotong Senja Untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarma

Buku Sepotong Senja Untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarma

Memainkan Menuju Senja - Payung Teduh

“Aku pun tahu Sukab, senja yang paling keemas-emasan sekalipun hanya akan berakhir dalam keremangan menyedihkan, ketika segala makhluk dan benda menjadi siluet, lantas menyatu dalam kegelapan.”

  • Seno Gumira Ajidarma, Sepotong Senja untuk Pacarku

Sepotong kata-kata itu membawaku kembali menyusuri ingatan yang telah lalu. Pada kenangan ketika memandang matahari tenggelam di tepi pantai Pulau Dewata beberapa tahun silam. Pemandangan yang kiranya membuatku sedikit memahami tentang Sukab yang mencuri senja untuk Alina yang terkasih. Pada hari itu, jika aku bisa, aku juga akan melakukan hal yang serupa dengan Sukab.

Sore itu, suasana cafe Pandan Sari yang terletak di pantai Jimbaran nampak begitu syahdu. Langit cerah, tiada terlihat gumpalan awan-gemawan. Suatu berkah setelah melalui hari yang panas dan matahari yang begitu terik. Terlihat pengunjung yang sama halnya denganku, ingin melihat saat-saat matahari tenggelam di cakrawala, di tepi Pantai Jimbaran.

Langit mulai berubah warna menjadi kekuningan, menandakan tidak lama lagi matahari akan tenggelam dan berganti malam. Di sekitar, tampak pengunjung yang melakukan berbagai hal, ada anak-anak yang berlarian di atas pasir pantai, sedangkan beberapa pengunjung yang lain dan yang lebih tua duduk tenang di tempat mereka, saling bercakap dalam berbagai bahasa.

Sunset di Jimbaran (Sumber: Tripadvisor)

Sunset di Jimbaran (Sumber: Tripadvisor)

Pemandangan pelayan cafe yang berlalulalang menjadi hal yang biasa, mereka berjalan ke sana ke mari mengantarkan pesanan dan memastikannya telah sesuai. Penuh keramahan dan senyum yang tidak terlepas dari ekspresi mereka. Perlahan-lahan, langit berubah menjadi jingga, matahari kian turun dari tahtanya, memantulkan cahayanya di permukaan laut yang terombang-ambing oleh gelombang ombak.

Beberapa kapal tampak di kejauhan. Teringat aku akan yang dilakukan Sukab. Kemudian, ku ambil handphone di saku, mengarahkannya pada matahari yang hampir terbenam di atas permukaan laut, berharap bisa mengabadikannya. Bukan untuk Alina yang terkasih, tetapi hanya untukku.

Waktu kian berlalu, semburat cahaya jingga yang kemerah-merahan mewarnai ufuk barat dan permukaan laut di hadapan. Sebagian matahari telah terbenam di cakrawala. Orang-orang menjelma siluet yang bergerak-gerak di dalam keremangan senja. Untuk berakhir dalam kegelapan malam, tepat di bawah Rembulan. Satu pemandangan dramatis untuk menutup hari dan berganti menjadi malam. Mengingatkan diri atas kesempatan untuk menyaksikan itu semua, sembari sedikit bertanya bagaimana jika ini menjadi kali terakhir aku bisa melihat matahari terbenam seperti di Sepotong Senja Untuk Pacarku?


메타데이터
post_id
8d034250d4b1
slug
senja-yang-kalis-8d034250d4b1
url
https://medium.com/@shofilazmi/senja-yang-kalis-8d034250d4b1
canonical_url
https://medium.com/@shofilazmi/senja-yang-kalis-8d034250d4b1
author_url
https://medium.com/@shofilazmi
status
ok
fetched_at
2026-07-08 23:38:59