πππππππ π: πππππ
Di rumahnya, Gabriel sibuk berpikir. Namun, di saat yang sama ia asyik cekikikan menanggapi chat dari teman karibnya. Dalam waktu-waktuβ¦
πππππππ π: πππππ

Di rumahnya, Gabriel sibuk berpikir. Namun, di saat yang sama ia asyik cekikikan menanggapi chat dari teman karibnya. Dalam waktu-waktu semacam ini Gabriel merasa sangat bersyukur memiliki sosok cerdas seperti Grant dalam hidupnya.
Menyudahi sesi tidak seriusnya dengan Grant β serta karena tak kunjung mendapat balasan, mungkin karena meme yang ia kirim adalah sebuah puncak komedi percakapan mereka. Kini pemuda itu sibuk mengotak-atik segala jawaban yang saling berkaitan dengan surat misterius yang ia dapat.
Berkali-kali memastikan dengan metode pencarian online seperti beberapa artikel dan jurnal yang ada di google. Sampai saat ia menemukan tanggal 4 Maret adalah tanggal rilis animasi Cinderella untuk pertama kalinya pada tahun 1950.
Teori gila, tapi masih masuk akal di kepala, apalagi setelah sadar bahwa kalimat terakhir yang ada di sudut surat dan tweet asing yang ia temukan di akunnya jelas berkaitan dengan Cinderella, lalu jika benar 23:30 adalah sebuah satuan waktu yang lain, ia berpikir itu masih berkaitan dengan Cinderella yang harus kembali saat tengah malam.
Hanya saja, 23:30 masih terlalu awal untuk disangkutpautkan secara tepat karena Cinderella sendiri baru pergi saat pukul dua belas, tepat tengah malam, βkan?
Ya setidaknya itu sedikit berkaitan.
Menolehkan kepala, Gabriel memandangi dua buah buku yang menjadi tanggung jawabnya selama seminggu ini. Ia sudah selesai membacanya dan harus mengembalikannya pada hari Sabtu ke Perpustakaan Kota yang sering ia kunjungi. Biasanya memang tiap weekend tempat itu lumayan penuh pengunjung. Mulai dari yang datang untuk sekadar mencari inspirasi, menikmati sepi, yang benar-benar membaca buku, maupun hanya mengambil beberapa foto karena tempat itu merupakan perustakaan tua di pusat kota yang megah dan kokoh berdiri dengan arsitektur bangunannya yang kuno.
BUK!
Sebuah suara benda jatuh memabuat Gabriel mengalihkan atensinya, mencari dari mana sumber suara itu berasal.
Sebuah buku dari lemari sudutnya terjatuh, sehingga membuat pemuda itu berjalan ke sana untuk membenahinya.
Tangannya mengangkat buku yang jatuh terbuka dengan halaman berstempel Perpustakaan Kota di sana. Jemarinya yang panjang mulai menggulir beberapa halaman awal dan membacanya cepat.
Mengernyitkan dahi, Gabriel tidak ingat ia pernah meminjam buku Cinderella dengan tulisan bak novel klasik ini dari Perpustakaan Kota.
Sungguh berbeda dengan buku-buku kisah Cinderella yang pernah dipinjamnya maupun yang dimilikinya sebagai koleksi. Ia sendiri yakin tidak pernah melewatkan satu bukupun tentang cerita kesukaannya itu.
βIni dari mana?β Suaranya pelan merambat di udara.
Menggaruk tengkuk, bingung, Gabriel berjalan menuju meja belajarnya sembari menggenggam erat buku yang lumayan tebal itu di tangan kanannya.
Lelaki itu duduk dalam keheningan selama beberapa menit. Awalnya, ia hanya sibuk membolak-balik halaman utama, kemudian ia tertarik membaca.
Cerita yang sama, hanya format penulisan yang berbeda. Gabriel bisa pastikan seratus, bahkan tambah ribuan persen, bahwa ia tidak pernah menemukan buku ini di data perpustakaan kota sebelumnya. Matanya pun asing saat melihat beberapa halaman bergambar dan format penulisan yang tampak lebih kaku namun terkesan lebih puitis.
βHuamβ¦β Gabriel menguap.
Kantuknya datang tiba-tiba. Tidak mau ambil pusing, lelaki itu hanya mengedikkan bahunya, berdiri meninggalkan buku yang secara tiba-tiba ada di ruangannya, dan dengan langkah gontai berjalan menuju kasur empuknya.
Kepalang lelah, Gabriel menyuarakan isi kepalanya dalam sebuah gumam yang sedikit teredam bantal.
βBesok ku kembaliin juga aja, hmm.β
Niat terakhirnya malam itu mengakhiri sesi berpikirnya begitu saja, meninggalkan keajaiban yang terjadi tanpa orang lain tahu.
Angin tiba-tiba bertiup lembut, masuk ke dalam ruangan nyaman itu.
Aneh, tetapi nyata, bahkan sampul keras yang buku itu miliki dapat terbanting pelan diterpa angin yang tak seberapa. Buku asing yang menjadi sumber kebingungan Gabriel terbuka disapu embusan yang datang membelai tiap halamannya.
Cahaya kebiruan terbang seperti sebuah pusaran angin yang tenang seolah menggulung bubuk cahaya dengan warna yang sama, berasal dari halaman buku yang kini sudah sepenuhnya terbuka.
Cahaya itu terbang meninggalkan tanda spiral di udara β menghampiri tiap sudut ruangan milik seorang bernama Gabriel Kim itu kemudian, berhenti tepat di atas tubuh lelaki itu. Berpendar terang sesaat, lalu meletup seperti sebuah kembang api kecil di atas kepala pemuda itu dibalut kesunyian.
Jika kalian melihatnya secara langsung, cahaya kebiruan itu berubah, pecah menjadi partikel-partikel kecil seperti glitter yang tumpah secara perlahan di atas Gabriel, kemudian dalam beberapa saat menghilang β terserap masuk ke dalam tubuh sang pemilik.
Untuk saat ini, hanya kalian, para pembaca beruntung yang mengetahui keajaiban kecil yang terjadi pada Gabriel malam itu. Tolong jangan katakan apapun padanya, kecuali jika aku memberi tahu kalian bahwa akan datang saat yang tepat untuk mengungkapkannya.
Hanya agar ia percaya.
βqοΎβοΈο½‘βq οΎβΎ οΎο½‘β
λ©νλ°μ΄ν°
- post_id
- 8dbf9f5f91e7
- slug
- -8dbf9f5f91e7
- url
- https://medium.com/@notfeatheringtonpenelope/-8dbf9f5f91e7
- canonical_url
- https://medium.com/@notfeatheringtonpenelope/-8dbf9f5f91e7
- author_url
- https://medium.com/@notfeatheringtonpenelope
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-19 07:09:35