Bagaimana Pengaruh Perkembangan Aspek Kognitif ‘Kenkulus Sang Jenius’ Dalam Pandangan Teori…
Akhir-akhir ini netizen dikejutkan dengan adanya seorang bayi laki-laki jenius yang muncul pada platform media sosial Tiktok. Tak hanya…
Bagaimana Pengaruh Perkembangan Aspek Kognitif ‘Kenkulus Sang Jenius’ Dalam Pandangan Teori Psikologi Perkembangan Anak
Akhir-akhir ini netizen dikejutkan dengan adanya seorang bayi laki-laki jenius yang muncul pada platform media sosial Tiktok. Tak hanya tampilan dan tingkah nya yang menggemaskan, namun bayi ini dengan usia yang masih menginjak 2 tahun sudah mampu menghafal beberapa rumus matematika, menghafal nama-nama organ pencernaan manusia, serta mengetahui proses sistem pencernaan tubuh manusia. Bukan Saja menghafal secara teoritis, namun ia juga dapat menghafalkan beberapa simbolik atau lambang dari kalkulus.
Bayi jenius ini memiliki nama asli Kenneth Matthew, yang lahir pada 12 Desember 2022 lalu. Merupakan Anak pertama dari pasangan Chika dan Kevin Immanuel. Dibuktikan oleh kemampuanya, warganet Tiktok memberikan ia julukan ‘kenkulus’ yang merupakan singkatan dari Ken dan Kalkulus. Dibalik kejeniusanya, ternyata dari gaya parenting dari Chika dan Kevin ini mempunyai efek yang bagus dalam meningkatkan fungsi kognitif untuk Ken sejak dini.
Diceritakan oleh sang ibu, bahwa ia memang sering membiasakan Ken membaca buku mengenai ilmu pengetahuan sejak usia 8 bulan. Membiasakan pola pikir bahwa belajar adalah hal yang menyenangkan dan bermain juga bisa dilibatkan dalam belajar. Dengan menanamkan pola pikir ini berharap sang anak dapat menikmati proses belajar. Mengetahui Ken adalah anak jenius, Saat berusia 1 tahun sang ibu menceritakan bahwa saat makan Ken bisa menjelaskan mengenai bagaimana proses makanan setelah masuk ke dalam mulut sampai ke pencernaan.
Selain ilmu pengetahuan, Ken tertarik pula mengenai seni musik. Bahkan, Ken mampu menghafal lagu dengan cepat dan memainkan nada yang tepat. Selain seni musik, Ken juga senang belajar mengenai hal mekanik. Ken mampu membongkar mesin mobil-mobilanya untuk melihat apa saja bagian dalamnya.
Untuk mendukung minat sang anak, Sang ibu sering mengajak Ken untuk melakukan eksperimen terutama melibatkan hal sains. Dengan cara seperti itu memudahkan Ken untuk cepat menghafalkan nama organ tubuh beserta fungsinya. Kejeniusan dalam hal matematikanya, Ken juga mengetahui bentuk bangun datar dari tabung, kotak, lingkaran, hingga rumus matematika.
Sang ibu menambahkan bahwa ia sudah menerapkan peningkatan stimulus saat sejak usia 0 bulan. Melakukan stimulus dengan berbicara pada Ken sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, Saat Ken lahir ia sudah familiar mendengar suara ayah dan ibu nya sejak dalam kandungan. Setelah Ken baru saja lahir, sebelum dapat melihat dengan jelas saat usia 2–3 bulan, ia juga telah diberikan contrast book untuk melatih penglihatan fokus sang anak. Ken juga dilatih dengan membiasakan kemandirianya. Pada usia 1 tahun, Ken sudah bisa mengambil minum sendiri untuknya.
Lantas dengan gaya parenting seperti ini, bagaimana tahapan perkembangan fungsi kognitif Ken yang berkembang dengan pesat dalam usianya?
Pengertian Perkembangan Kognitif
Kogntif diartikan sebagai proses internal di dalam pusat susunan saraf saat manusia sedang melakukan proses berpikir. Secara pengertian perkembangan kognitif adalah perkembangan dari kognisi yang mempengaruhi aliran kognitif yang disebut sebagai perilaku dan tingkah laku seorang anak yang didasarkan pada kognisi. Kognitif sendiri adalah aktivitas yang melibatkan cara proses berpikir yang meliputi proses pemecahan masalah, mengingat, serta mengambil keputusan. Perkembangan kognitif ini pertama kali dicetuskan oleh Jean Piaget dan Lev Vygotksy.
Membahas mengenai teori perkembangan kognitif menurut Piaget dengan implikasi kejeniusan dari Ken, yaitu adanya meliputi 4 tahap perkembangan kognitif,
- Tahap Sensori Motorik
Tahap ini dimulai pada saat usia 0–2 tahun. Pada tahap ini anak mulai memahami dunia melalui gerakan fisik dan indera, serta mulai bereksperimen tindakan untuk melihat hasilnya. Perkembangan kognitif Ken pada tahap ini sudah sangat terlampaui dengan baik. Ken menunjukan bahwa ia sudah mampu mengenali suara ayah dan ibu nya sejak dalam kandungan hingga lahir. Ia juga sudah mampu bereksperimen dengan hal mekanik yaitu membongkar mainan mobil-mobilanya untuk melihat hasil bagian dalam nya.
- Tahap Pra-Operasional
Tahap ini dimulai pada saat usia 2–7 tahun. Tahap ini ditandai dengan mengembangkan kemampuan berpikir simbolik. Mampu memikirkan objek yang tidak ada dengan memakai simbol, kata, bayangan dan gambaran. Pada tahap perkembangan ini, Ken sudah bisa mengenali dan membayangkan bangun datar seperti bentuk lingkaran, tabung, kotak dan lain-lain. Ken juga dapat menghafalkan bagaimana bentuk-bentuk simbol dari kalkulus.
- Tahap Operasional Konkret
Tahap ini dimulai pada usia 7–11 tahun. Tahap ini adanya perkembangan mulai berpikir logis telah meningkat. Pada tahap perkembangan ini Ken menunjukan bahwa ia mampu menjelaskan langkah-kangkah proses sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia. Serta ia mampu menghafalkan nama-nama planet. Namun meskipun dapat berpikir secara logis, belum menunjukan bahwa dapat berpikir secara asbtrak maupun hipotesis.
- Tahap Operasional Formal
Tahap ini berkembang pada usia 11 tahun ke atas. Menunujukan adanya kemampuan berpikir abstrak (memahami konsep keadilan, kebebasan), dapat berpikir secara ilmiah dan hipotesis, dan kemampuan menganalisis masalah. Pada tahap ini Ken belum menunjukan perkembangan kognitif sampai pada tahap operasional formal. Meskipun belum menunjukan, bila Ken tetap diasah stimulus nya, seiring berjalanya waktu Ken bisa saja menunjukan kemajuan perkembangan pada pola berpikir abstraknya.
Selain dari pandangan teori perkembangan kognitif oleh Piaget, beberapa kecerdasan kognitif yang Ken sudah tunjukan yaitu,
- Dapat merasakan dan mengenali benda dengan sesuai
- Kemampuan mengolah bahasa, yakni Ken mampu berkomunikasi dengan baik sesuai perintah. Dan mampu berkomunikasi menjelaskan tentang ilmu pengetahuan dan sains.
- Memori dan daya ingat yang sangat baik, memahami ilmu pengetahuan dengan mudah dan mampu menghafalkan dengan cepat.
Adanya perkembangan yang meliputi Aspek Perkembangan Kognitif yaitu,
- Aspek Auditory, mampu mengenali bunyi atau suara. Ken menujukan mampu medengarkan bunnyi alat musik maupun melakukan ketukan nada dengan pas.
- Aspek Visual, Aspek yang meliputi visual. Ken Menunjukan mampu mengamati dan memahami bentuk animasi visual dalam kartun tv maupun buku yang berisi mengenai animasi kalkulus maupun sistem pencernaan tubuh manusia.
- Aspek Kinestetik, Aspek yang berkaitan mengenai gerak motorik. Ken telah menunjukan bahwa ia bisa mengambil minumnya sendiri, dan merubah susunan mainan mbol-mobilanya.
- Aspek Aritmatika, aspek yang berkaitan mengenai kemampuan dasar matematika. Dengan menunjukan ketertarikan pada Kalkulus, Ken mampu menghafalkan rumus kalkulus dan mampu melakukan pengoperasian matematika dengan baik.
Inilah beberapa penjelasan bagaimana perkembangan kognitif yang meliputi teori perkembangan kognitif menurut Jean Piaget, kecerdasan kognitif, serta aspek perkembangan kognitif, yang berdasar pada materi teori psikologi perkembangan anak. Pola pengasuhan dari orangtua juga sangatlah berperan besar dalam peningkatan perkembangan kognitif sang anak.
Disebutkan oleh John Locke Tabula Rasa bahwa, “seorang anak yang baru lahir ibarat selembar kertas putih yang kosong (a sheet ot white paper avoid of all characters).” yang dimana anak baru lahir masih membutuhkan orang dewasa ataupun orangtua untuk membimbing dengan arah yang baik, mengisi, dan mewarnai hari nya dengan menyenangkan dan penuh makna. Dari pengalaman dan pengajaran tersebutlah sang anak akan memperoleh berbagai kemampuan yang berguna untuk kelanjutan hidupnya hingga dewasa.
메타데이터
- post_id
- 8e2fc252dc40
- slug
- bagaimana-pengaruh-perkembangan-aspek-kognitif-kenkulus-sang-jenius-dalam-pandangan-teori-8e2fc252dc40
- url
- https://medium.com/@dailyofshaa/bagaimana-pengaruh-perkembangan-aspek-kognitif-kenkulus-sang-jenius-dalam-pandangan-teori-8e2fc252dc40
- canonical_url
- https://medium.com/@dailyofshaa/bagaimana-pengaruh-perkembangan-aspek-kognitif-kenkulus-sang-jenius-dalam-pandangan-teori-8e2fc252dc40
- author_url
- https://medium.com/@dailyofshaa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-19 11:03:35