← Back to list

Catatan kecil Seni Rupa Solo

Di ujung tahun 2025 dan awal 2026, aku mengikuti beberapa diskusi tentang ekosistem seni rupa di Solo. Sebenarnya, sebelum itu aku juga…

Dua Sembilan · 2026-05-03 11:48 · 0 claps · 1.4 min read
#seni #komedi
Open on Medium ↗

Catatan kecil Seni Rupa Solo

Di ujung tahun 2025 dan awal 2026, aku mengikuti beberapa diskusi tentang ekosistem seni rupa di Solo. Sebenarnya, sebelum itu aku juga beberapa kali terlibat sebagai pemandu ataupun narasumber dalam topik yang sama. Tapi dua diskusi ini terasa berbeda, terutama karena latar belakang pembicaranya. Tahun 2025 diisi oleh pelaku seni rupa senior di Solo, sementara tahun 2026 menghadirkan generasi yang lebih muda.

Menariknya, meskipun datang dari generasi yang berbeda, keduanya menyuarakan hal yang hampir sama: rasa stagnasi dalam perkembangan seni rupa di Solo. Tinjauan yang muncul pun tidak jauh berbeda — sejarah pendidikan seni rupa yang relatif lebih muda dibanding kota lain, minimnya gerakan atau event yang signifikan, kurangnya kolektor, hingga tidak banyaknya seniman yang bertahan dalam kondisi tersebut. Sebagian memilih berhenti berkarya, sebagian lain memilih pindah kota.

Kalau dipikir, memang terasa cukup nelangsa. Setiap diskusi seperti mengulang keluhan yang sama, berpindah dari satu orang ke orang lain, kadang juga berujung pada saling menyalahkan. Tapi di balik itu semua, tetap ada individu dan komunitas yang terus bergerak, menggelar pameran, menampilkan karya, meski sering kali yang datang hanya lingkar pertemanan sendiri. Karya dibuat sendiri, dipamerkan sendiri, ditonton sendiri, lalu kembali lagi ke studio.

Dari sudut pandang pasarseni rupa berbasis fine art , seperti lukisan, patung, atau instalasi, memang terasa cukup sepi, terutama di kalangan perupa muda. Namun di sisi lain, ada dinamika yang menarik. Beberapa perupa senior masih bisa menjual karya, meski tidak banyak. Sementara perupa muda justru menemukan cara bertahan melalui jalur lain: proyek komisi seperti mural, kerja digital berbasis global melalui platform seperti Fiverr, atau produksi karya kerajinan.

Akhirnya, diskusi tentang ekosistem ini seperti siklus yang terus berputar. Selalu ada yang kembali membuka obrolan lama , tentang keterbatasan, tentang harapan, tentang kemungkinan. Kadang terasa sendu, tapi di saat yang sama juga menegarkan, karena setidaknya masih ada yang peduli dan mau terus membicarakannya.


메타데이터
post_id
8e7d37de2f67
slug
catatan-kecil-seni-rupa-solo-8e7d37de2f67
url
https://medium.com/@duasembilan/catatan-kecil-seni-rupa-solo-8e7d37de2f67
canonical_url
https://medium.com/@duasembilan/catatan-kecil-seni-rupa-solo-8e7d37de2f67
author_url
https://medium.com/@duasembilan
status
ok
fetched_at
2026-07-10 22:46:24