← Back to list

Empat Pertanyaan yang Tidak Bisa Dihindari

Kita tidak pernah tahu kapan dan di mana napas terakhir ini akan berhenti. Bisa besok, bisa lusa, bisa puluhan tahun lagi. Yang pasti, satu…

Bezghy · 2025-11-23 23:32 · 0 claps · 2.4 min read
#artikel-bahasa-indonesia #artikel #refleksi #kematian #muhasabah-diri
Open on Medium ↗

Photo by Nick Fewings on Unsplash

Photo by Nick Fewings on Unsplash

Empat Pertanyaan yang Tidak Bisa Dihindari

Kita tidak pernah tahu kapan dan di mana napas terakhir ini akan berhenti. Bisa besok, bisa lusa, bisa puluhan tahun lagi. Yang pasti, satu hal yang tidak bisa kita hindari adalah pertanggungjawaban di hadapan-Nya kelak. Para ulama mengajarkan bahwa yang berubah adalah zaman dan makhluk di dalamnya, sedangkan Allah Swt tidak terikat oleh waktu. Para ulama Ahlussunnah wal jama’ah sepakat bahwa Allah tidak terbatas oleh hal-hal yang membatasi ciptaan-Nya. Dia kekal, abadi, dan kita — hanya singgah sebentar di dunia ini.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ مَا فَعَلَ بِهِ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga dia ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya apa yang dilakukan dengannya, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta tentang jasadnya untuk apa digunakan.” (HR. Tirmidzi)

Empat pertanyaan ini sederhana dalam kata-kata, tapi berat dalam pertanggungjawaban. Mari kita renungkan satu per satu.

Pertama, tentang umur. Setiap detik yang telah kita lalui sejak aqil baligh akan ditanya. Bukan hanya tahun-tahun produktif, tapi juga jam-jam kosong, menit-menit yang kita buang sia-sia untuk hal yang tidak berguna. Berapa banyak waktu yang terbuang hanya untuk scrolling tanpa tujuan? Berapa banyak hari yang lewat tanpa kita sadari, tanpa kita isi dengan sesuatu yang bermakna? Umur adalah modal yang tidak bisa dibeli kembali dan kita akan diminta pertanggungjawaban atas setiap penggunaannya.

Kedua, tentang jasad. Tubuh ini amanah. Jika seluruh anggota badan kita gunakan untuk beribadah kepada Allah Swt untuk kebaikan, untuk membantu sesama, maka kita beruntung. Tapi jika mata ini digunakan untuk melihat yang tidak Allah Swt suka, tangan ini untuk mengambil yang bukan haknya, kaki untuk melangkah menuju kemaksiatan, maka celakalah. Jasad yang seharusnya jadi kendaraan menuju surga justru bisa jadi sumber kebinasaan kita sendiri.

Ketiga, tentang ilmu. Jika Allah Swt sudah memberikan kita ilmu, apakah kita sudah mengamalkannya? Atau ilmu itu hanya berhenti di kepala, tidak pernah turun ke hati, apalagi ke tangan untuk dipraktikkan? Menuntut ilmu agama adalah kewajiban. Tapi yang lebih penting dari sekadar menuntut, adalah mengamalkan. Ilmu tanpa amal itu seperti pohon tanpa buah. Pohon terlihat sehat, tapi tidak memberi manfaat.

Keempat, tentang harta. Dari mana kita mendapatkan, dan ke mana kita membelanjakan. Ada dua jenis orang yang celaka: Pertama, yang mengumpulkan harta dari jalan haram. Kedua, yang membelanjakan harta untuk hal-hal yang haram. Harta yang halal bisa jadi berkah, tapi harta yang haram akan jadi bencana. Bukan hanya di dunia, lebih-lebih di akhirat.

Empat pertanyaan ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai reminder diri. Untuk membuat kita berhenti sejenak dan bertanya dengan jelas dari dari hati sendiri, sudahkah kita siap meninggalkan dunia ini?

Karena mati itu pasti. Tapi mati, itu rahasia ilahi.

Kabar baiknya, kita bisa me-request akan seperti apa kita kita mati nanti. Caranya mudah: Pertama lewat doa. Kedua, Allah Swt akan mematikan kita sesuai dengan kebiasaan yang kita lakukan di dunia. Jadi singkatnya, kalau ingin meninggalkan dunia ketika sholat, tinggal kita seriusi sholat itu sampai akhir hayat kita. Kalau ingin meninggal dalam keadaan membaca Al-Qur’an, tinggal kita tingkatkan interaksi kita dengan Al-Qur’an.

Semoga Allah memberikan kita umur yang panjang dalam ketaatan, dan kelak memanggil kita dalam keadaan husnul khatimah. Akhir yang baik. bukan akhir yang menyisakan penyesalan. Karena yang terpenting bukan seberapa lama kita hidup, tapi bagaimana kita mengisinya. Wallahu a’lam bi shawab.


메타데이터
post_id
8e7e096c67f6
slug
empat-pertanyaan-yang-tidak-bisa-dihindari-8e7e096c67f6
url
https://medium.com/@bezghy/empat-pertanyaan-yang-tidak-bisa-dihindari-8e7e096c67f6
canonical_url
https://medium.com/@bezghy/empat-pertanyaan-yang-tidak-bisa-dihindari-8e7e096c67f6
author_url
https://medium.com/@bezghy
status
ok
fetched_at
2026-07-15 00:57:41