Persembahan yang Sedikit
Seusai ibadah, wanita itu tak beranjak sedikitpun, dan kembali ia memulai percakapan “ini aku Tuhan, seorang pelacur.”
Persembahan yang Sedikit
Seusai ibadah, wanita itu tak beranjak sedikitpun, dan kembali ia memulai percakapan “ini aku Tuhan, seorang pelacur.”
Kepalanya tertunduk, warna pakaiannya hitam, mungkinkah ia berkabung atas dosanya serta merendahkan diri dihadapan-Nya?
“Tuhan, hanya ini persembahanku, jumlahnya tak banyak. Yaa, Kau taulah, untuk makan saja aku susah hahaha.”
Ada keheningan sesaat sebelum ia melanjutkan doanya. Terdengae tarikan dan helaan napas yang panjang –
“Dan aku tau, ini uang haram.”
Uang dari kenikmatan yang fana dan lendir yang tertumpah itu, ia masukan ke dalam kantong persembahan. Terdiam ia termenung di depannya.
Tak lama, ia berdiri dan berjalan ke arah pintu keluae. Dengan matanya yang merah dan sembab, ia melantunkan lagu dengan merdu –
“Oh praise The Only One, Who shines brighter than a thousand suns.”
Sebuah cerita pendek fiksi. Judul lagu yang dilantunkan adalah Aaron Shust – Oh Praise.
메타데이터
- post_id
- 8e8c0cdc36ea
- slug
- persembahan-yang-sedikit-8e8c0cdc36ea
- url
- https://medium.com/@vgrafisia/persembahan-yang-sedikit-8e8c0cdc36ea
- canonical_url
- https://medium.com/@vgrafisia/persembahan-yang-sedikit-8e8c0cdc36ea
- author_url
- https://medium.com/@vgrafisia
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-21 01:20:16