Membayangkan jika hari valentine bukan malah memberi coklat tapi memberi lepet kepada doi
Lepet lepet lepet

Illustration by Becca Tapert on Unsplash
Membayangkan jika hari valentine bukan malah memberi coklat tapi memberi lepet kepada doi
Hari Valentine adalah hari dimana semua orang dari kalangan remaja hingga dewasa yang sedang dimabuk cinta saling mengungkapkan rasa kasih sayangnya dengan bentuk sebatang coklat atau apapun. Biasanya cokelat menjadi primadona orang- orang sebagai kado hari Valentine untuk si doi. Namun apa jadinya jika cokelat hari Valentine diganti menjadi lepet makanan khas orang Jawa ketika merayakan hari raya Idul fitri.
Kebayang nggaksih kalau hari Valentine ini bagi-bagi coklatnya diganti dengan bagi-bagi lepet biar kenyang dan sehat. Dengan tujuan menjadikan Indonesia yang mencintai produk lokal, sehat dan jauh dari tuduhan westernisasi pada saat valentine nanti. Alangkah baiknya kita tidak beliin doi kita cokelat, tetapi belikan saja lepet.
Jangan salah lepet ini bukan sekedar lepet tapi di dalam lepet ada makna filosofis yang terkandung di dalamnya, bentuk lepet sangat unik karena menyerupai mayat yang dibungkus kain kafan. Lepet juga diberi tali tiga melingkar seperti pembungkus jenazah. Inilah yang mempertegas bentuknya yang menyerupai mayat. Secara filosofis, ditali tiga seperti mayat ini berarti kesalahan seyogyanya tidak menjadi dendam sampai mati.
Kebayangkan jika kita memberikan lepet kepada doi, jadi jika ditanya kok lepet? Jawab saja ya beginilah cinta kita nanti abadi sampai mati. Pasti itu akan membuat doi tambah klepek-klepek dan juga emosi. coba saja lakukan jangan khawatir pacarmu tambah marah, contoh saja si Dilan yang memberikan hadiah TTS kepada Milea jelas itu aneh dan menstrim namun justru itulah yang membuat Milea klepek-klepek pada Dilan. Pasangan kalian mungkin merasa bahwa hadiah lepet aneh tapi suatu saat akan menjadi kenangan yang abadi dan juga jenaka dalam hidupnya. Hai kids bapak kamu dulu memberi ibu lepet saat hari valentine.
Mengapa harus lepet? Apakah kalian mulai bertanya-tanya mengapa coklat malah digantikan oleh lepet? Pada dasarnya lepet memanglah makanan yang khas dan mempunyai makna yang terdalam, sejujurnya saya tidak mau membanding-bandingkan antara lepet dan cokelat karena cokelat adalah dirinya sendiri yang mempunyai keunikannya sendiri, lepet juga dirinya sendiri yang mempunyai keunikannya tersendiri, kasihan juga kalau dibanding-bandingin.
Valentine begitu identik dengan cokelat. Memang aneh, padahal kan banyak kudapan manis lainnya yang nggak kalah romantis. Misalnya saja kue, kukis, permen, es krim. Atau kalau mau opsi makanan melokal banget ada lepet. Nggak harus cokelat kan?
Sisi positif menjadikan lepet sebagai kado dihari Valentine:
-
Melestarikan kuliner khas Nusantara Kue khas Jawa ini haruslah dipertahankan eksistensinya, apa salahnya mencintai produk Lokal menurut saya itu wajib hukumnya. Kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan warisan ini, nanti diakui Negara lain malah marah padahal hal itu terjadi karena kurangnya perhatian kita pada produk dalam negeri.
-
Praktis Cokelat praktis, tapi lepet juga tak kalah praktis. Saya kasih tahu ya, banyak yang berjualan di pasar tradisional atapun pinggir jalan yang menjual lepet ini. Harganya murah lagi. Ketimbang makan cokelat yang jelas bikin belepotan dan rentan sakit gigi, mending makan lepet. lalu ngobrol santai bersama doi tertawa bersama, syahdu.
-
Ramah di kantong Yang paling penting, lepet itu harganya jauh lebih murah ketimbang cokelat. Kalian bisa keluar lima puluh sampai sekian ratus ribu untuk paketan cokelat Valentine. Kalau lepet, nggak bakalan lah. Paling satu kue lepet dihargai dua ribu saja. Uang untuk membeli satu paket cokelat Valentine itu, kalau kalian belikan lepet, kalian bisa pake buat jualan!
-
Memajukan UMKM Apa ruginya memajukan UMKM Indonesia, toh meskipun lepet adalah makanan tradisional tetapi seenggaknya kita berkontribusi dalam memajukan industri UMKM tanah air. Contoh saja Negara-negara besar seperti China, Jerman, Kanada, Korea selatan, Amerika dan Jepang biasanya lebih banyak memanfaatkan kekuatan industri dalam negerinya dibandingkan dari luar.
-
Mempunyai kandungan yang sangat bermanfaat bagi tubuh dihimpun dari situs kemenkes.go.id Zat mineral yang dikandung oleh beras ketan putih dapat membantu menjaga kepadatan tulang, sehingga penyakit osteoporosis bisa dicegah. Terutama kandungan kalsium, dalam 100 gram beras ketan putih, terdapat sekitar 2 miligram kalsium yang siap menjaga kesehatan tulang.
Nah. Daripada menggelontorkan dana untuk membeli cokelat yang ujung-ujungnya bikin sakit gigi mending beli lepet saja, sehat, mengenyangkan, dan ramah dikantong. Bener kan? Itulah mengapa sebaiknya kita beli lepet ketimbang cokelat saat Valentine. Kalau kalian menganggap semuanya ini dih nggak jelas, biarin.
Penulis: M. Fuadur Roziqin
Editor : dinding lengket
메타데이터
- post_id
- 8ece48f34fe1
- slug
- membayangkan-jika-hari-valentine-bukan-malah-memberi-coklat-tapi-memberi-lepet-kepada-doi-8ece48f34fe1
- url
- https://medium.com/@LPM_BocorMburi/membayangkan-jika-hari-valentine-bukan-malah-memberi-coklat-tapi-memberi-lepet-kepada-doi-8ece48f34fe1
- canonical_url
- https://medium.com/@LPM_BocorMburi/membayangkan-jika-hari-valentine-bukan-malah-memberi-coklat-tapi-memberi-lepet-kepada-doi-8ece48f34fe1
- author_url
- https://medium.com/@LPM_BocorMburi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 23:56:40