← Back to list

Mengelola Service Docker Swarm Cluster: Studi Kasus Multi-Node Menggunakan Multipass

Laporan Praktikum Week 9 — Sesi 2 (Status: Masuk) | Oleh: Ryan Adi Saputra (NIM: E41230985)

Ryan Adi Saputra · 2026-04-15 03:13 · 10 claps · 3.0 min read
#docker #docker-swarm #multinode-cluster #multipass
Open on Medium ↗
Wiki topics: ☁️ · DevOps & Cloud

Mengelola Service Docker Swarm Cluster: Studi Kasus Multi-Node Menggunakan Multipass

Laporan Praktikum Week 9 — Sesi 2 (Status: Masuk) | Oleh: Ryan Adi Saputra (NIM: E41230985)

Gambar oleh canonical.com

Gambar oleh canonical.com

Apa itu Service Docker Swarm ?

Dalam ekosistem Docker Swarm, Service adalah konsep paling inti dan merupakan cara utama kita berinteraksi dengan cluster. Jika pada docker biasa kita menjalankan sebuah aplikasi dengan membuat container (menggunakan perintah docker run), maka didalam docker swarm kita tidak perlu membuat container secara manual satu per satu. Sebagai gantinya, kita membuat sebuah Service.

Mengapa Service Docker swarm ini penting ?

Ada beberapa alasan utama mengapa penggunaan service docker swarm ini penting diantaranya :

1. Menjamin High Availability Pernahkah anda membayangkan apa yang terjadi jika server suatu industri besar tiba-tiba mengalami mati total ? Kerugiannya bisa mencapai miliaran rupiah. Dengan adanya service, membantu agar sistem dapat melakukan auto-healing. Agar apabila salah satu server terbakar, service langsung bereaksi dan memindahkan replika ke server yang masih hidup.

2. Skalabilitas instan Dengan adanya fitur untuk melakukan scale aplikasi dapat menyebarkan beberapa replika keseluruh pekerja (Node Worker). Tujuannya agar apabila aplikasi mendadak mendapatkan lonjakan pengunjung kita bisa melakukan penyebaran replika tergantung berapa kali lipat pengunjung yang ada.

3. Load Balancing bawaan Ketika kamu memiliki banyak mesin dan banyak kontainer, Service di Docker Swarm sudah memiliki Load Balancer bawaan. Ketika pengguna internet mengakses aplikasimu, Service akan otomatis mengarahkan pengunjung tersebut ke kontainer yang paling sepi pekerjaannya.

Gambar 1. Perintah membuat layanan dengan nama web.

Gambar 1. Perintah membuat layanan dengan nama web.

Pada gambar diatas, dengan perintah ‘sudo docker service create — name web replicas 1 -p 80:80 nginx’ merupakan suatu perintah untuk membuat layanan dengan nama web pada port host 80 yang digunakan. Sedangkan ‘sudo docker node ls’ merupkan suatu perintah untuk menampilkan seluruh node yang terhubung pada docker swarm. Sedangkan untuk perintah ‘sudo docker service ls’ merupakan perintah untuk menampilkan layanan yang sedang berjalan di klaster swarm.

Gambar 2. Output dari layanan dengan nama web pada node Manager.

Gambar 2. Output dari layanan dengan nama web pada node Manager.

Pada gambar 2 diatas merupakan tampilan dari layanan image dengan nama web yang digunakan pada port manager ‘10.10.21.44’ menampilkan kalimat Welcome to nginx! apabila berhasil.

Gambar 3. Output dari layanan dengan nama web pada node Worker.

Gambar 3. Output dari layanan dengan nama web pada node Worker.

Gambar diatas merupakan hasil dari output node worker dengan port yang digunakan yaitu 10.10.21.45 diambil dari service web, dengan tampilan welcome to nginx apabila berhasil saling terhubung.

pada Gambar 1. dengan perintah ‘sudo docker service update --image igdw/first-repo web’ digunakan ketika ingin mengganti/memperbarui suatu image standard nginx pada web yang diambil dari *repository *igdw/first-repo.

Tidak hanya itu, pada gambar 1. dengan perintah ‘sudo docker service inspect web --pretty’ digunakan untuk menampilkan suatu layanan informasi mengenai konfigurasi dan status terkini dari service “web”.

Gambar 4. Output dari pembaruan image repository igdw/first-repo pada node Manager.

Gambar 4. Output dari pembaruan image repository igdw/first-repo pada node Manager.

Gambar 4. diatas merupakan hasil output dari pembaruan image yang sudah dilakukan dengan menampilkan teks ‘I Gede Wiryawan’. Port yang digunakan merupakan milik node Manager.

Gambar 5. Output dari pembaruan image repository igdw/first-repo pada node Manager.

Gambar 5. Output dari pembaruan image repository igdw/first-repo pada node Manager.

Gambar 5. diatas merupakan hasil output dari pembaruan image yang dilakukan oleh node manager yang saling terhubung karena sudah melakukan join pada sesi sebelumnya dapat dilihat disini yang akan menampilkan hasil yang sama.

Gambar 6. Output dari terminal Worker.

Gambar 6. Output dari terminal Worker.

Pada gambar 7 diatas untuk perintah ‘sudo docker service inspect web --pretty’ pada node worker diatas tidak memiliki akses karena keterbatasan izin, karena Worker di rancang hanya untuk menjalankan tugas. Tidak hanya itu jika salah satu worker diretas, maka tidak akan mendapatkan informasi sama sekali karena seluruh informasi sensitif tetap aman dipegang oleh Manager.


메타데이터
post_id
8f4ef1d3862e
slug
mengelola-service-docker-swarm-cluster-studi-kasus-multi-node-menggunakan-multipass-8f4ef1d3862e
url
https://medium.com/@ryanidb35/mengelola-service-docker-swarm-cluster-studi-kasus-multi-node-menggunakan-multipass-8f4ef1d3862e
canonical_url
https://medium.com/@ryanidb35/mengelola-service-docker-swarm-cluster-studi-kasus-multi-node-menggunakan-multipass-8f4ef1d3862e
author_url
https://medium.com/@ryanidb35
status
ok
fetched_at
2026-07-16 23:14:52