Dealing with Insecurities
Empat langkah berdamai dengan kekurangan
Dealing with Insecurities
Kata-kata ‘setiap orang diciptain ada kelebihan kekurangan masing-masing, kok!’ mungkin terdengar menenangkan untuk 5 detik. Tapi, hidup nyatanya terus berjalan. Kita nggak bisa terus berlindung di balik hal yang basa-basi seperti itu.
Kalau kita memiliki kekurangan, maka hal yang perlu kita lakukan adalah benar-benar menguliknya.
- Apa Itu Kekurangan?
- Kenapa Kita Menganggap Itu Kekurangan?
- Apa yang Harus Kita Lakukan untuk Mengatasinya?
- Bagaimana Cara Mengetahui Kelebihan dan Memaksimalkannya?
Keempatnya akan dibahas secara singkat dan kritis.
1. Apa Itu Kekurangan?
Definisi kekurangan bagiku adalah sesederhana hal yang dirasa di bawah dari standar sosial yang berlaku di masyarakat.
Kurang pintar? Tak sepintar teman-teman dengan umur yang sama.
Kurang kaya? Tak sekaya orang-orang yang berada pada jenjang yang sama.
Kurang cantik? Tak secantik perempuan-perempuan di luar sana dengan 1000 aspek kecantikannya.
2. Kenapa Kita Menganggap Itu Kekurangan?
Semua pertanyaan membutuhkan jawaban. Maka dari itu, mari bedah pertanyaan satu ini.
Ada kalanya kita menganggap suatu hal sebagai kekurangan karena dorongan dari eksternal. Entah itu ejekan, lingkungan keluarga, siklus tren media sosial, dan sebagainya. Ada pula kalanya kita menganggapnya dari diri kita sendiri sebagai faktor internal yang tiba-tiba merasuki pikiran.
Tentukan alasan utama kita menganggap hal itu kekurangan sebelum masuk ke poin selanjutnya.
3. Apa yang Harus Kita Lakukan untuk Mengatasinya?
Menulis.
Tuliskan kekurangan itu, tuliskan alasannya, tuliskan cara kita untuk mengatasinya.
Kita tak bisa selalu berdamai dengan diri sendiri. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki berat badan berlebih memang perlu untuk mengatur pola makan, tak bisa serta merta berlindung dibalik kata self love. Contoh lainnya jika memang keuangan kita tidak stabil, mencari berbagai side income dapat menjadi hal yang bisa kita lakukan.
Dengan menulis, kita dapat menjabarkan berbagai langkah yang perlu kita tempuh.
Jika kekurangan itu memanglah hal yang mutlak, seperti warna kulit, kondisi fisik, dan hal-hal lainnya, mulailah tanamkan pemikiran bahwa kamu akan tetap hidup dengan itu (dan sungguh itu bukanlah masalah besar, mari melawan pikiran-pikiran jahat itu).
Ingatlah, bukan ranah kita untuk menghakimi pemberian Tuhan.
4. Bagaimana Cara Mengetahui Kelebihan dan Memaksimalkannya?
Poin terhadap kelebihan hanya ada 1 disini agar relevan terhadap ‘insecurities’ atau ketidakpercayaan diri yang lebih menitikberatkan pada kekurangan. Kelebihan tak melulu tentang hal bawaan dari lahir. Saat ini, banyak sekali opsi kegiatan yang dapat kita lakukan untuk bereksplorasi. Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya: mencoba.
Setelah mencoba, lanjutkan dengan konsisten. Lihat hasilnya dalam 1 tahun.
Begitulah.
Akhir kata, selamat mencoba!
메타데이터
- post_id
- 8ff2fe860f22
- slug
- dealing-with-insecurities-8ff2fe860f22
- url
- https://medium.com/@shathaya/dealing-with-insecurities-8ff2fe860f22
- canonical_url
- https://medium.com/@shathaya/dealing-with-insecurities-8ff2fe860f22
- author_url
- https://medium.com/@shathaya
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 18:20:27