← Back to list

kutukan yang kuciptakan, Sendiri.

ini, adalah kisahku kisah seorang dewasa yang kehilangan banyak masa kisah seorang yang mengatakan aku bisa tanpa mereka. kesendirian…

twisss · 2026-06-26 16:19 · 1 claps · 2.3 min read
#me #sendiri
Open on Medium ↗

kutukan yang kuciptakan, Sendiri.

seonggok manusia berisik, tapi bisu.

seonggok manusia berisik, tapi bisu.

ini, adalah kisahku kisah seorang dewasa yang kehilangan banyak masa kisah seorang yang mengatakan aku bisa tanpa mereka. kesendirian memang bukan hal tak lazim, itu hal lumrah apalagi bagi seseorang yang ingin mencapai kesuksesan, versinya.

sendiri terkadang menjadi jalan pintas untuk kedamaian, keberhasilan atau bahkan sekadar tak mendengar percakapan orang luar. awalnya, aku memilih kesendirian memunculkan kemandirian dan menenggelamkan kebersamaan ya! kebersamaan yang sering digaungkan oleh orang-orang aku tidak menyukainya. bukan karena orangnya, namun muatannya bukan selesai malah tidak mulai-mulai entah sejak kapan aku menyadari bahwa pekerjaan bersama lebih menyita banyak waktu daripada sendiri.

seingatku, itu terlintas ketika di bangku sd diberi tanggung jawab tugas tak diselesaikan, tak didengarkan dan alasan klasik lainnya semenjak itu, aku punya pemikiran bahwa

“tak usah kau andalkan orang-orang itu, kamu juga bisa sendiri”

nahas sekali, kalimat itu ternyata mantra kutukan yang tak pernah hilang bahkan sampai saat ini.

mantra yang membuat berliku tajam belajar sendiri, mengerjakan sendiri dan tak percaya orang lain. shittt menyusahkan diri sendiri. mulai itu, aku tak percaya siapa pun termasuk semua yang terdekat usaha kemandirian yang kubangun, ternyata berbuah. manis.

ya, aku berhasil. aku unggul di bidang yang ingin aku unggulkan. tidak hanya akademik, namun juga non-akademik mereka mulai mempercayaiku kepercayaan yang menurut sebagian besar orang adalah anugrah namun bagiku, itu adalah kutukan. diberi jabatan dengan embel-embel “tak kancani” tak pernah luput keluar dari seorang politikus tapi, faktanya? kepercayaan itu hadir bukan karena kamu paling unggul, bisa jadi karena hanya ada kamu, dan hanya kamu yang bisa diperbudak oleh tuanmu itu. kemandirian yang kau tampilkan, adalah aset perbudakan. mereka dapat nama, kita? dapat lara.

aku memang tumbuh di keluarga yang terbilang juga mandiri tak ada tuntutan untuk belajar, dari kecil tak juga ditanyai bakat, apalagi minat kalau salah, bukan dibilangin tapi intropeksi sampai kata maaf terucap dari bibirku. tidak ada tuntutan untuk bisa apalagi ikut lomba yang ada hanya tuntutan agama yang mengekang bukan arahan, namun perintah.

jiwa kemandirian mungkin sudah terpupuk disitu awalnya memang signifikan untuk anak muda seusiaku aku punya kebebasan untuk memilih jalan hidup, selagi tak menyimpang dari agama tak ada tuntutan untuk jadi yang terbaik tak ada larangan untuk mengikuti bahkan segalanya. dan kondisi mentalku? mungkin 0,2% lebih tinggi daripada teman sebayaku-kemungkinanku

namun, aku baru tersadar bahwa aku benar-benar melakukannya, sendiri. jatuh bangun jatuh lagi bangun lagi -bukan lagu, jadi jangan nyanyi itu kulakukan sendiri.

waktu itu, aku bilang ingin kuliah katanya “sak-sak e, kuliah rpp, ora kuliah rpp” waktu itu, aku bilang ingin ikut organisasi katanya “sak senengmu” waktu itu, aku bilang aku tidak pulang ke rumah katanya “sibuk, sampek ra kelingan omah” waktu itu, aku bilang aku cuapekk katanya, “salah e melu organisasi, rasah sambat” waktu itu, aku bilang aku ingin ikut lomba katanya “gek dinggo opo ngono kui?” ah sial, jawabannya bak duri tajam yang mengiris hati.

keadaan yang mengharuskanku menggunakan topeng setiap waktu setiap aku keluar, setiap berjumpa orang bahkan setiap aku ingin, pulang. luapan emosiku tak pernah selesai aku tuangkan. ceria, bahagia, sejahtera sampai cemara harus kupertunjukkan bak drama dunia. dan dibalik layar? tak akan ada orang yang tau-kecuali kru belakang layar dan tak semua peduli akan itu. sementara dibalik pintu kontrakan di pojok kamar, ia menumpahkan segalanya segala yang tak pernah manusia lain tau segala yang menyesakkan segala umpatan dan segala harapan untuk mencapai kemenangan.


메타데이터
post_id
8ff91a7de08d
slug
kutukan-yang-kuciptakan-sendiri-8ff91a7de08d
url
https://medium.com/@twiscaa/kutukan-yang-kuciptakan-sendiri-8ff91a7de08d
canonical_url
https://medium.com/@twiscaa/kutukan-yang-kuciptakan-sendiri-8ff91a7de08d
author_url
https://medium.com/@twiscaa
status
ok
fetched_at
2026-08-01 03:01:02