← Back to list

#2 Bulan dan Pertanyaan tentang Kualitas Karya Tere Liye.

Akhir-akhir ini ramai perbincangan tentang “buku ini berkualitas, buku itu nggak.”

Brigita Kezia · 2025-06-10 02:19 · 1 claps · 1.8 min read
#bulan #tere-liye #pramoedya-ananta-toer #ayu-utami
Open on Medium ↗

#2 Bulan dan Pertanyaan tentang Kualitas Karya Tere Liye.

Akhir-akhir ini ramai perbincangan tentang “buku ini berkualitas, buku itu nggak.”

Karya Tere Liye merupakan salah satu karya yang dipertanyakan kualitasnya. Topik tersebut pun menjadi perdebatan antara bookish di beberapa platform media sosial seperti X dan Threads. Entah bagaimana seseorang bisa menyebut karya Tere Liye sebagai karya yang “kurang berkualitas”

Setelah menelusuri beberapa karya Tere Liye, terutama Bulan dari seri Bumi, aku menyadari bahwa ada pernyataan yang terasa begitu menyederhanakan, bahkan tak adil. Seolah menutup mata dari kedalaman makna yang tersembunyi di balik setiap paragrafnya.

Bulan merupakan lanjutan dari petualangan Seli, Raib, dan Ali, tiga remaja dari Bumi yang menjelajahi dunia paralel dengan kekuatan unik masing-masing. Dalam buku ini, mereka mengunjungi Klan Matahari, sebuah tempat yang dipenuhi teknologi canggih dan konflik besar yang menyimpan banyak rahasia. Membaca Bulan membuatku merasa seperti ikut mengembara ke dunia lain, dunia di mana mimpi, luka, dan harapan menari dalam sunyi. Berpetualang bersama mereka, menyusuri lapisan demi lapisan semesta yang diciptakan Tere Liye.

Sebagai seseorang yang pernah melalui masa remaja, aku bisa merasakan semangat dan ketegangan yang dihadirkan dalam kisah ini. Nilai-nilai seperti keberanian, persahabatan, dan kerja sama disampaikan dengan cara yang ringan namun mengena. Membuatku tak sekadar membaca, tapi turut tumbuh bersama tokoh-tokohnya.

Namun tidak bisa dipungkiri secara sastra Bulan memiliki keterbatasan tersendiri. Bagi mereka yang akrab dengan kompleksitas karya Pramoedya atau keberanian naratif Ayu Utami, pendekatan Tere Liye terasa lebih ringan. Tere Liye memilih untuk memikat lewat cerita yang luas dan menggugah, dengan gaya bahasa yang mengalir tanpa banyak pretensi.

Namun justru di situlah kekuatannya: Bulan tak pernah berniat menjadi sastra berat. Ia hadir untuk mengundang minat baca generasi muda, masuk ke dunia cerita. Bulan diciptakan dengan bahasa yang bersahabat, alur yang menggugah, dan pesan moral yang disisipkan tanpa menggurui. Bagi banyak anak dan remaja, buku semacam ini adalah langkah awal menuju kecintaan pada literasi. Dan bagiku, itu adalah nilai yang sangat berarti.

Jadi, apakah karya Tere Liye tidak berkualitas? Absolutely no.

Bulan membuktikan bahwa kualitas tak selalu bersandar pada kedalaman filsafat atau keberatan bahasa. Bagi sebagian pembaca, terutama anak-anak dan remaja, mutu bisa hadir dalam bentuk yang ringan namun menggugah, sebuah cerita yang membuat mereka betah berlama-lama, dan diam-diam menanamkan makna. Bukankah itu juga sebuah bentuk keindahan literasi?

Pada akhirnya, setiap buku punya takdirnya sendiri. Ada yang lahir untuk menggugah pikiran, ada pula yang hadir untuk menyentuh hati. Bulan memilih jalannya sebagai jembatan, menghubungkan generasi muda dengan dunia literasi melalui kisah yang hangat, ringan, namun penuh makna. Dan bagi banyak pembaca, itu adalah awal dari perjalanan yang jauh lebih panjang dalam mencintai bacaan.


메타데이터
post_id
900dd33489f3
slug
2-bulan-dan-pertanyaan-tentang-kualitas-karya-tere-liye-900dd33489f3
url
https://medium.com/@afterhoursread/2-bulan-dan-pertanyaan-tentang-kualitas-karya-tere-liye-900dd33489f3
canonical_url
https://medium.com/@afterhoursread/2-bulan-dan-pertanyaan-tentang-kualitas-karya-tere-liye-900dd33489f3
author_url
https://medium.com/@afterhoursread
status
ok
fetched_at
2026-08-09 18:09:25