Telaah Cahaya | Menyoal Mangu dan Keberanian Lelaki
Belakangan, lagu Mangu dari Fourtwnty, grup musik yang sejak dahulu kupantau, berkumandang di ruangan kerja. Tidak sering, karena banyak…
Telaah Cahaya | Menyoal Mangu dan Keberanian Lelaki

Belakangan, lagu Mangu dari Fourtwnty, grup musik yang sejak dahulu kupantau, berkumandang di ruangan kerja. Tidak sering, karena banyak lagu lain dalam antrian. Aku tidak terlalu menikmati lagu ini, bahkan mengenal lagu ini bukan dari lantunannya melainkan dari berita di media sosial. Tiga hari terpapar kisah-kisah sensasionalnya, aku jadi berlapang dada untuk mendengarkannya.
Liriknya miris, di luar ia ditulis dengan bahasa yang pragmatis, bercerita soal sepasang kekasih, yang mana si puan tetiba berubah haluan kepercayaan di tengah perjalanan kasih mereka. Sebuah tindakan eksistensial, menentukan pilihan baru, penuh keberanian untuk sang puan.
Memilih jalur haluan kepercayaan bukan hal sembarangan, dan ya, salah satu resikonya, pasangan tak setuju, dunia tidak setuju, dunia yang tertatan oleh jalan pikir sempit tak akan setuju, dunia tanpa imajinasi pun demikian. Itu semua resiko keberanian.
Dikisahkan lagi, lalu kedua pasangan ini bertengkar, berbeda cara berdoa, menganggap keputusan yang diambil tak masuk akal, hingga berpisah. Berpisah karena tak bisa hidup bersama lagi dalam perbedaan, yang memang tak disiapkan sejak awal.
Semoga lagu ini adalah titik proses dari kedua pihak. Semoga sang Adam mendapat yang baru, serta hawa berubah haluan dengan sikap bulat lalu mendapat yang lebih baik. Kuyakin, sebenarnya dalam perbedaan mereka di masa depan itu masih ada harapan, dan harapan adalah tentang keberanian mengharap serta berjalan menuju harapan. Yang tak ada adalah keberanian si Adam.
Lagu ini mengingatkan tentang realita sulitnya perempuan memilh di Indonesia Berganti keyakinan untuk beberapa orang adalah hal yang besar, dari semua lingkar sosial sang Hawa juga pasti mengatakan ‘ Gila, Tak masuk logika’. Jawaban ini juga yang akan didapat ketika perempuan memilih untuk lanjut kuliah di beberapa konteks, menunda pernikahan atau sekadar memilih hobi futsal, atau mewujudkan cita-cita naik sepeda setiap hari ke kantor.
Mangu adalah representasi perspektif laki-laki yang menganggap gila perempuan memilih. Bait refrain ‘tak masuk logika’ adalah bentuk nyata tatanan dunia laki-laki. Pilihan tak harus masuk akal, pilihan seseorang layaknya dicerna dalam imajinasi dan nalar jernih sehingga kita akan mengerti kenapa seseorang memutuskan pilihan.
Tak pernah ada pilihan yang salah, serta semua orang punya hak menentukan pilihan hidupnya. Selama tak merugikan orang lain. Hal yang tak layak dilakukan insan adalah tidak menginginkan resikonya. Dikatai gila oleh Adam-nya adalah satu dari sekian banyak konsekuensi. Kurasa, dalam lagu ini perempuan yang memilih jauh lebih berani dari pada laki-laki yang menyanyikan sambil mengamini lagu ini.
Andai aku dalam situasi yang demikian, aku memilih akan bersama. Sepakat bersama. Akibat dari pilihan akan kulewati bersama. Jika tidak, lebih baik sudah. namun bukan karena hanya berbeda sudut pandang atau cara berdoa, maka hubungan kandas.
Ketidaktahuan, misteri, tantangan, ketidakjelasan, olok-olok adalah jalan baru yang akan ditempuh adalah yang akan dilewati. Hal ini buatku adalah sikap mencintai dengan tak hanya logika, tapi seluruhnya, imajinasi, nalar dan perasaan.
Hubungan percintaan layak bubar jika tidak mengandung unsur itu semua. Diperlukan kedewasaan dan keberanian yang utuh dalam mencintai, dan lagu ini adalah gambaran yang tidak memilikinya. Laki-laki yang hanya ingin pilihan sang hawa masuk akal baginya. Biasanya, ia juga hanya sekadar terlalu takut pada konsekuensi yang akan dilewatinya karena tetiba dunia berjalan tak sesuai rencana.
Kita memang tak bisa memenangkan segalanya, tapi kalah tanpa perjuangan adalah sikap pengecut. Dan lantas, apa cinta ada dan layak bagi pengecut? Tidak, jawabku.
Dipananta, 10 Mei 2025
메타데이터
- post_id
- 9035554efb7e
- slug
- telaah-cahaya-menyoal-mangu-dan-keberanian-lelaki-9035554efb7e
- url
- https://medium.com/@dipananta_12/telaah-cahaya-menyoal-mangu-dan-keberanian-lelaki-9035554efb7e
- canonical_url
- https://medium.com/@dipananta_12/telaah-cahaya-menyoal-mangu-dan-keberanian-lelaki-9035554efb7e
- author_url
- https://medium.com/@dipananta_12
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-25 12:15:08