Bertumbuh Juga Butuh Tekad
Pertemuan di hari ke-20 bulan ke-8 tahun 2024 menjadi salah satu pemantik bagi saya untuk kembali bermimpi. Ada kalanya saya takut untuk…
Bertumbuh Juga Butuh Tekad

Pertemuan di hari ke-20 bulan ke-8 tahun 2024 menjadi salah satu pemantik bagi saya untuk kembali bermimpi. Ada kalanya saya takut untuk meraih mimpi yang teramat tinggi. Namun, seorang kawan mengatakan bahwa :
“Jangan ragu bermimpi tinggi, bermimpilah setinggi-tingginya, supaya saat kamu jatuh, kamu masih berada di atas awan”
Mungkin celotehan tersebut datang dari mindset optimis dan rasa tidak takut kalah. Dibanding takut untuk jatuh dan merasakan sakit saat jatuh, Ia malah berharap jikalau Ia harus jatuh, Ia masih merasa nyaman dan terbang di atas awan. Sebab itulah Ia inginkan mimpi yang jauh lebih tinggi lagi.
Saya mengagumi pola pikirnya yang seperti itu. Nyatanya dia juga menjadi sosok keren yang patut dihormati oleh banyak orang. Itu semua berasal dari sebuah tekad yang didukung oleh mindset bertumbuh.
Saya berkaca pada diri, apakah saya mampu? Saat ini saya masih bisa menulis daftar yang panjang mengenai ketidak mampuan saya. Sebenarnya saya orang yang memiliki latar belakang akademik dan juga pengalaman organisasi yang beragam. Saya bukan orang yang tidak kompeten. Saya punya kemampuan, tetapi apakah orang mengetahui potensi saya? Tidak. Mereka tidak tau sebab saya tidak tau bagaimana caranya mepublikasi karya dan bagaimana mengungkapkan gagasan secara langsung. Saya takut saya salah, saya takut saya jatuh, saya sangat takut dengan resiko yang justru membuat saya terhambat untuk bertumbuh.
Mungkin itulah yang membuat saya dan kawan saya berada di taraf yang berbeda. Tekad saya tidak sekuat tekadnya. Kawan saya berani merugi, berani jatuh, berani bersusah payah, sedangkan saya selalu menjadi seorang medioker yang kesulitan berkembang juga takut mengalami kejatuhan.
Sebab itu saya kembali mengenang perjalanan karir saya. Apakah saya memang orang yang bebal sejak dulu dan hanya beruntung, atau saya memang potensial untuk berkembang tapi kurang tekad dan semangat?
Saat sekolah menengah, saya amat membenci bidang fisika. Saya merasa tidak bisa mengerjakan soal fisika. Meskipun di bidang matematika saya cukup unggul, namun logika fisika selalu saya anggap sulit. Sebab itulah saya menjadi tidak semangat belajar fisika karena mindset bahwa fisika memang sulit ditaklukan, bahwa saya memang tidak diciptakan untuk mahir di bidang fisika. Bahkan saya pernah mendapat skor 20/100 di salah satu ujian semester fisika. Hasil itu justru memperkuat alasan saya untuk semakin benci fisika.
Tapi, hidup mengajarkan saya sesuatu yang berharga. Saya diarahkan untuk menjadi seorang insinyur berdasarkan kemampuan analisis dan tes bakat. Saya ternyata berpotensi sebesar itu. Lalu mengapa ujian fisika saya sangat buruk? Saya terbunuh oleh mindset saya sendiri dan membuat diri saya percaya jika saya tidak punya kemampuan. Setelah perenungan yang cukup lama, akhirnya saya memberanikan diri mendaftar kuliah dengan major teknik, menjadi seorang insinyur. Saya menantang diri saya sendiri. Lalu saya menikmati perjalanan belajar itu hingga saya benar-benar lulus melalui program percepatan hingga strata 2 di bidang teknik. Saya juga diamanahi sebagai seorang tenaga ahli di bidang teknik. Saya merancang alat dan bertanggung jawab dalam kalkulasi dan perkembangan dunia keteknikan. Saya dipercaya mengisi sebuah kelas sebagai dosen undangan untuk bidang teknik di Universitas di Indonesia dan Filipina, saya bahkan mendapat jejaring dan kesempatan untuk menjadi asisten penelitian dan menjadi salah satu kandidat PhD di Universitas Korea Selatan. Saya bertumbuh. Dan tentunya pencapaian itu tidak datang dalam satu kerlingan mata. Saya menghabiskan 7 tahun belajar untuk mencapai posisi saat ini.
Saat ini saya masih belum menjadi orang besar. Namun saya berpotensi menjadi orang besar hanya jika saya percaya dan bertekad untuk menjadi orang besar. Meskipun saat ini saya merasa lesu dan kehilangan arah, tapi saya kembali mengingat bahwa saya berpotensi untuk berkembang. Saya tidak akan menyerah. Dan saya harap, kawan-kawan yang membaca tulisan ini juga bisa mulai bertekad untuk bertumbuh menjadi sesosok yang diimpikan.
메타데이터
- post_id
- 91d8d47c18b4
- slug
- bertumbuh-juga-butuh-tekad-91d8d47c18b4
- url
- https://medium.com/@lokapukau/bertumbuh-juga-butuh-tekad-91d8d47c18b4
- canonical_url
- https://medium.com/@lokapukau/bertumbuh-juga-butuh-tekad-91d8d47c18b4
- author_url
- https://medium.com/@lokapukau
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-23 02:20:58