Hari Ini Tubuhku Ikut Merindukanmu
Bagaimana caraku berhenti mencarimu?
Hari Ini Tubuhku Ikut Merindukanmu
Bagaimana caraku berhenti mencarimu?

senja dan merelakan
Hari ini tubuhku memilih menyerah.
Demam datang tanpa permisi. Kepalaku terasa berat, sementara kamar ini kembali menjadi saksi bahwa ada sakit yang tak pernah benar-benar bisa dijelaskan.
Aneh.
Di tengah tubuh yang melemah seperti ini, yang pertama kali kucari justru seseorang yang sudah lama memilih pergi.
Aku kangen kamu, stranger.
Bukan karena aku tidak mampu melewati hari tanpamu. Aku sudah mencobanya selama ini. Aku sudah belajar berdiri sendiri, belajar menenangkan diri sendiri, bahkan belajar menyembunyikan semua yang dulu selalu ingin kuceritakan kepadamu.
Tapi hari ini rasanya berbeda.
Dulu, setiap kali tubuhku mulai menyerah, selalu ada seseorang yang lebih panik dariku. Seseorang yang berkali-kali mengingatkanku untuk beristirahat, memastikan aku sudah makan, lalu diam-diam ikut mengkhawatirkanku.
Hari ini tubuhku kembali sakit.
Dan untuk pertama kalinya, aku benar-benar mengerti rasanya kehilangan.
Bukan kehilangan seseorang.
Melainkan kehilangan tempat pulang.
Untuk sekali ini saja… bolehkah aku egois?
Bolehkah aku berharap semesta membuat kesalahan kecil, lalu mengembalikanmu hanya untuk satu hari?
Aku ingin mengadu.
Aku ingin mendengar seseorang berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Aku ingin percaya bahwa masih ada tempat yang aman ketika tubuh dan hatiku sama-sama kelelahan.
Namun kenyataannya, bahkan kabarku pun tak lagi sampai kepadamu.
Barangkali memang beginilah akhir dari sebuah pertemuan.
Seseorang pergi membawa seluruh kebiasaannya, lalu meninggalkan orang lain belajar hidup di tengah ruang yang mendadak kosong.
Yang paling menyakitkan bukan demam ini.
Melainkan kesadaran bahwa jika hari ini aku benar-benar jatuh, orang pertama yang ingin kukabari justru telah memilih hidup yang tidak lagi melibatkanku.
Kadang aku masih bertanya-tanya…
Apa pernah ada satu malam ketika kau mengingatku?
Apa pernah ada satu detik ketika rasa bersalah itu datang menghampirimu?
Atau semua kenangan itu memang selesai hanya di pihakku?
Aku tidak lagi meminta kau kembali.
Aku hanya ingin tahu mengapa begitu mudah bagimu meninggalkan seseorang yang bahkan tak pernah sempat kau ajari cara hidup setelah kepergianmu.
Sampai hari ini, aku masih belum menemukan jawaban itu.
Dan mungkin, yang paling perlahan membunuh seseorang bukanlah kehilangan.
Melainkan hidup dengan pertanyaan yang tak pernah diberi kesempatan untuk dijawab.
메타데이터
- post_id
- 91de518db2d3
- slug
- hari-ini-tubuhku-ikut-merindukanmu-91de518db2d3
- url
- https://medium.com/@bmithafika/hari-ini-tubuhku-ikut-merindukanmu-91de518db2d3
- canonical_url
- https://medium.com/@bmithafika/hari-ini-tubuhku-ikut-merindukanmu-91de518db2d3
- author_url
- https://medium.com/@bmithafika
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-07 21:52:05