Hari Ke-23 — Guru Menulis Refleksi
Berbicara kasar dan tidak sopan adalah suatu kemewahan yang miliki seorang guru. Saya menyadari ini saat membaca fenomena hari ini yang…
Hari Ke-23 — Guru Menulis Refleksi
Berbicara kasar dan tidak sopan adalah suatu kemewahan yang miliki seorang guru. Saya menyadari ini saat membaca fenomena hari ini yang terjadi di sosial media X. Ada akun menggunakan kata makian dan kata kasar untuk sesuatu yang ia tidak sukai bahkan benci.
Lalu hal tersebut disambar oleh seorang penulis terkenal yang mengatakan berkatalah yang baik dan sopan. Kritiklah dengan tanpa cacian dan makian.
Kemudian diskursus itu berkembang menjadi suatu perdebatan antara mewajarkan perkataan makian, cacian untuk kemarahan yang dialami manusia, dan berbicaralah yang baik dan sopan karena itu adab yang baik.
Masing-masing punya argumen tersendiri, yang membuat saya sebagai guru menanggapi hal tersebut dengan berpandangan, sebagai guru saya mengajarkan murid saya untuk berkata baik dan sopan, bertutur kata lembut dalam menyampaikan amarah dan kekecewaan dan ketidakadilan.
Tetapi di sisi lain, saya juga sadar bahwa argumen tersebut tidak relevan lagi pada saat seorang manusia marah dan memiliki kebencian yang sangat besar terhadap sesuatu yang luar biasa seperti misalkan ibumu dibunuh, atau pacarmu diperkosa. Saya jadi mewajarkan seorang manusia marah dan mengeluarkan makian terhadap pelaku pembunuhan ibumu atau pelaku pemerkosaan pacarmu. Dilema ini yang saya simpulkan menjadi perhatian saya saat membaca diskursus tersebut di sosial media X.
Pada akhirnya dilema ini membuat saya kebingungan, karena saya sebagai guru memiliki nuansa untuk menjunjung moral yang baik, yang saya yakini moral yang baik salah satunya dalam bertutur kata. Di sisi lain, saya sebagai manusia, saya bersepakat bahwa pada situasi tertentu orang atau manusia berhak mengungkapkan makian untuk suatu kemarahan yang luarbiasa. Dan itu adalah hal yang bisa saya terima sebagai manusia biasa, tetapi terasa getir pada saat saya menerimanya sebagai guru.

Tangkapan layar, dokumentasi pribadi
메타데이터
- post_id
- 91e135bbc9a3
- slug
- hari-ke-23-guru-menulis-refleksi-91e135bbc9a3
- url
- https://medium.com/ruang-kontemplasi/hari-ke-23-guru-menulis-refleksi-91e135bbc9a3
- canonical_url
- https://medium.com/ruang-kontemplasi/hari-ke-23-guru-menulis-refleksi-91e135bbc9a3
- author_url
- https://medium.com/@akbar-maulana
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-09 17:12:49