← Back to list

El Nino Belum Datang, Tapi Laut Pasifik Sudah Mengirim Sinyal

#61: El Nino Belum Terjadi, tetapi Tanda Kedatangan Sudah Mulai Terlihat

Andhika · 2026-05-15 14:07 · 50 claps · 6.4 min read paywalled
#el-nino #perubahan-iklim #cuaca #meteorology #probability
Open on Medium ↗
Wiki topics: 📐 · Mathematics 🌍 · Earth Science

ILMU BUMI

El Nino Belum Datang, Tapi Laut Pasifik Sudah Mengirim Sinyal

#61: El Nino Belum Terjadi, tetapi Tanda Kedatangan Sudah Mulai Terlihat

El Nino sangat mungkin terjadi, tetapi belum jelas seberapa kuat puncaknya nanti. Sumber: http://cpc.ncep.noaa.gov

El Nino sangat mungkin terjadi, tetapi belum jelas seberapa kuat puncaknya nanti. Sumber: http://cpc.ncep.noaa.gov

Beberapa waktu terakhir, media massa sempat ramai memperbincangkan adanya potensi El Nino. Bahkan sempat juga ramai dibahas tentang El Nino Godzilla (El Nino dengan kategori sangat kuat). Kini, beritanya sudah tak seramai saat awal-awal banyak orang membahas si Godzilla. Bahkan, bagi sebagian orang (khususnya yang tinggal di sekitar Jabodetabek) mungkin terbersit kalimat tanya: “Apa benar akan ada El Nino yang berdampak pada kekeringan? La wong hingga saat ini, hujan masih saja terus terjadi?”.

🦉 Klik tautan berikut untuk membaca tanpa terhalang paywall!

Memang, hingga saat ini (pertengahan Mei 2026), wilayah Jabodetabek masih sering mendapati hujan lebat. Bahkan tidak hanya hujan lebat, tapi hujan petir yang sampai “melumpuhkan” salah satu jalur transportasi utamanya. Jadi, wajar jika kemudian terbersit pertanyaan seperti di atas. Tapi perlu dipahami, hujan yang terjadi saat ini tidak ada kaitannya dengan El Nino, karena El Nino-nya sendiri belum terjadi.

Namun, perlu diketahui juga, ada kalanya perubahan besar justru diawali dengan kondisi yang secara kasatmata justru berkebalikan. Kejadian El Nino 2023/2024, misalnya. Dampaknya nyata dirasakan, luasan wilayah yang mengalami kebakaran hutan meningkat drastis tahun itu, padahal beberapa tahun sebelumnya kita justru mengalami tiga tahun berturut-turut kejadian La Nina. Saat itu di bulan Mei, Jakarta juga masih banyak mengalami hujan.

[embed]Menyiapkan diri menyambut El Nino 2023/2024 Upaya urun pikir menghadapi kemarau panjang yang diperkirakan akan…medium.com

Kenapa kemunculan El Nino menjadi suatu hal yang sering diperbincangkan? Hal ini karena El Nino merupakan sebuah fenomena iklim ekstrim yang dampaknya begitu luas (global). Bisa dibilang tidak ada wilayah di Bumi yang tidak terkena dampak dari hadirnya si El Nino ini, meski kadar dampaknya akan berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya. Saat El Nino aktif, sebagian besar wilayah di Indonesia akan mengalami penurunan curah hujan, sedangkan wilayah Amerika Utara akan mengalami peningkatan frekuensi hujan ekstrim serta meningkatnya potensi terjadinya badai atau siklon.

Itulah kenapa ahli cuaca dan iklim dunia sangat peduli dengan fenomena iklim satu ini. Bahkan, ilmuwan iklim di dunia menginvestasikan peralatan observasi di tengah samudera untuk secara bersama mengamati perkembangan fenomena iklim ekstrim yang munculnya dari wilayah Samudera Pasifik ekuator ini.

Update terkini perkembangan El Nino

Nah, berkaitan dengan perkembangan si El Nino, pada 14 Mei 2026, Climate Prediction Center NOAA merilis pembaruan terbaru tentang ENSO (singkatan dari El Nino–Southern Oscillation), dengan status: El Nino Watch. Artinya, El Nino belum resmi terjadi, tetapi peluang kemunculannya semakin kuat. NOAA menyebutkan bahwa El Nino kemungkinan besar muncul dalam periode Mei–Juli 2026, dengan peluang sekitar 82%. Bahkan, peluang El Nino bertahan hingga Desember 2026–Februari 2027 diperkirakan mencapai 96%. Bisa dibilang, ini adalah peringatan atau status waspada atas kemungkinan terjadinya El Nino.

Namun, satu hal penting perlu digarisbawahi, saat laporan tersebut dirilis, kondisi atmosfer-laut samudera Pasifik Ekuator masih dikategorikan ENSO-netral. Ini menarik, karena artinya di permukaan laut, kita belum benar-benar melihat wujud “El Nino penuh”, tetapi di bawah permukaan laut, sinyalnya sudah mulai menguat.

Itu juga salah satu jawaban kenapa saat ini, kondisi cuaca di Indonesia (khususnya Jabodetabek) masih sering mendapati terjadinya hujan. Karena si El Nino-nya sendiri masih belum lahir (ENSO masih di posisi Netral).

Sinyal El Nino sudah terlihat

Kok ahli iklim bisa yakin akan muncul El Nino, padahal saat ini kondisi masih netral?

Untuk memahami ini, bayangkan Samudra Pasifik seperti panci besar berisi air. Kadang, permukaan air belum terlihat menghangat, tetapi bagian bawahnya sudah mulai panas. Dalam laporan NOAA, suhu muka laut di kawasan Pasifik ekuator bagian tengah-timur masih mendekati rata-rata. Indeks Nino 3.4, salah satu wilayah kunci untuk memantau El Nino, berada di angka +0,4°C. Angka ini sudah mengarah ke hangat, tetapi belum terlalu jauh dari batas netral. Sementara itu, wilayah Nino 4 tercatat +0,5°C, dan Nino 1+2 di bagian timur Pasifik mencapai +1,0°C.

Ahli cuaca memberi nama wilayah di sekitar Samudra Pasifik tropis tengah yang meliputi area antara 5° LU — 5° LS dan 170° BB — 120° BB, dengan sebutan Nino 3.4. Pemberian nama ini untuk memudahkan identifikasi pengamatan.

Terdapat beberapa wilayah lain yang juga diberi nama, seperti Nino 1, Nino 2, Nino 3 dan Nino 4. Nino 3.4 merupakan area yang beririsan antara wilayah Nino 3 dan Nino 4.

Bagi ahli iklim di wilayah Indonesia, khusus indeks Nino 3.4 bisa dianggap sebagai “termometer utama” untuk membaca perubahan ENSO. Tetapi ENSO bukan hanya soal suhu laut. Ini adalah fenomena gabungan antara laut dan atmosfer. Karena itu, para ilmuwan tidak hanya melihat angka suhu muka laut saja. Mereka juga memperhatikan angin, tekanan udara, awan, dan hujan. Jika suhu laut di wilayah Nino 3.4 menghangat secara konsisten dan atmosfer ikut merespons, maka peluang El Nino semakin besar.

[embed]La Nina dan El Nino Simak bagaimana para ilmuwan melakukan monitoring terhadap kondisi ENSOmedium.com

Kembali ke kondisi laut. Salah satu sinyal paling menarik dalam laporan terbaru adalah meningkatnya kandungan panas di bawah permukaan laut (*ocean heat content*) Pasifik ekuator. NOAA mencatat bahwa indeks suhu bawah permukaan meningkat selama enam bulan berturut-turut, dengan anomali suhu yang jauh di atas rata-rata di wilayah Pasifik ekuator.

Ini penting karena panas bawah permukaan dapat menjadi “bahan bakar” bagi El Nino. Air hangat yang tersimpan di bawah permukaan bisa naik atau menyebar ke permukaan, lalu memperkuat pemanasan suhu muka laut. Dalam bahasa sederhana, laut saat ini seperti sedang menabung panas. Ketika tabungan panas ini cukup besar dan kondisi atmosfer mendukung, panas ini nantinya akan “dilepas” ke atmosfer dengan hadirnya fenomena El Nino.

Anomali suhu permukaan luat hingga kedalaman 300 m, pada wilayah sepanjang 130° BT — 80° BB. Semakin merah artinya suhu semakin hangat. Terlihat massa air hangat bergerak perlahan dari bawah naik ke permukaan. Sumber: http://cpc.ncep.noaa.gov

Anomali suhu permukaan luat hingga kedalaman 300 m, pada wilayah sepanjang 130° BT — 80° BB. Semakin merah artinya suhu semakin hangat. Terlihat massa air hangat bergerak perlahan dari bawah naik ke permukaan. Sumber: http://cpc.ncep.noaa.gov

Laporan NOAA juga menyebut adanya anomali angin baratan (angin yang bertiup dari barat ke timur) di Pasifik ekuator bagian barat pada lapisan bawah atmosfer. Dalam kondisi normal, angin yang bertiup di sepanjang Pasifik tropis adalah angin pasat (angin timuran). Angin ini mendorong air hangat berkumpul di sekitar Indonesia dan Pasifik barat. Namun ketika anomali angin baratan muncul, dorongan akibat angin pasat dapat melemah. Sehingga air hangat yang biasanya mengumpul di sekitar wilayah Indonesia, kemudian lebih mudah bergerak ke tengah dan timur Pasifik.

Di sinilah interaksi laut-atmosfer menjadi penting. El Nino yang kuat biasanya tidak hanya ditandai oleh laut Pasifik ekuator yang hangat, tetapi juga oleh atmosfer yang ikut “mengunci” dalam pola baru. NOAA menyebut bahwa El Nino kuat dalam catatan historis biasanya ditandai dengan “bergandengnya” (coupling) antara laut-atmosfer yang signifikan selama musim panas Belahan Bumi Utara (BBU). Karena posisi saat ini masih bulan Mei (artinya masih musim semi), maka untuk musim panas tahun 2026, masih akan terus diamati lebih lanjut beberapa bulan kedepan.

Dengan kata lain, sebenarnya laut sudah mengirim sinyal untuk lahirnya si El Nino dan menunggu bagaimana respon dari atmosfer beberapa waktu kedepan. Pertanyaan selanjutnya, apakah atmosfer akan ikut menjawab “gandengan” tangan laut? Mata para ahli iklim sedang tertuju ke Samudera Pasifik ekuator untuk mengamati dan mengetahui jawabannya.

Dampak bagi Indonesia

Bagi Indonesia, perkembangan El Niño selalu menjadi perhatian. Dalam banyak kejadian, El Nino dapat meningkatkan peluang berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga muncul kondisi yang kita kenal sebagai kemarau panjang. Berkurangnya curah hujan dapat berarti munculnya potensi kekeringan dan kebakaran hutan di beberapa wilayah.

Namun, dampaknya tidak selalu sama di setiap daerah. Indonesia terlalu kompleks untuk dijelaskan hanya dengan satu fenomena global. Ada pengaruh fenomena iklim lain yang turut mengamplifikasi atau bahkan mengurangi dampak dari adanya El Nino. Fenomena iklim lain itu diantaranya: monsun, suhu laut sekitar Indonesia, Indian Ocean Dipole, Madden-Julian Oscillation, faktor topografi, maupun dinamika iklim lokal lainnya.

Laporan NOAA sendiri mencatat bahwa pada periode 10 April–5 Mei 2026, aktifitas konveksi disekitar Indonesia, cenderung tertekan. Artinya, pembentukan awan hujan di sekitar Indonesia sedang tidak seaktif biasanya pada periode tersebut. Tetapi itu catatan secara kasar, secara rata-rata regional. Belum cukup untuk menyimpulkan dampak nyata secara lokal. Analisis lokal dari dari BMKG yang dapat menjelaskan dengan lebih presisi.

Yang juga menarik, meskipun peluang El Nino cukup tinggi, kekuatannya masih belum pasti. NOAA menyebut belum ada satu kategori kekuatan El Nino pun yang peluangnya melebihi 37% (perhatikan gambar diawal tulisan ini). Artinya, para ahli sepakat bahwa El Nino berpeluang besar untuk muncul, tetapi belum sepakat apakah ia akan hadir dalam kategori lemah, sedang, kuat, atau sangat kuat.

Bijak membaca prakiraan & memahami dampak

Ada satu hal penting dalam membaca informasi prakiraan ini, bahwa memang ada keyakinan kuat El Nino akan muncul bersamaan dengan kehadiran musim kemarau (setidaknya berdasarkan pengamatan bulan Mei 2026). Kemunculannnya diperkirakan dengan intensitas yang kuat.

Namun, keyakinan munculnya El Nino kuat tidak sama dengan kepastian akan adanya dampak. Meski peluang El Nino tinggi bukan berarti semua wilayah akan otomatis mengalami kekeringan ekstrem. Benar El Nino meningkatkan peluang terjadinya dampak kekeringan, tetapi tidak menjamin dampak tersebut akan sama di semua tempat.

“Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah.” (H.R. Bukhari)

Maka, mungkin cara terbaik membaca situasi saat ini adalah, jangan panik, tetapi tetap waspada. El Nino belum benar-benar hadir, meski tanda-tandanya sudah mulai terlihat jelas.

Oleh karena itu, Kita ramaikan aktifitas yang dapat kita lakukan untuk memperbanyak simpanan air tanah, mumpung saat ini masih banyak terjadi hujan. Caranya adalah dengan menggiatkan penanaman pohon, revitalisasi taman kota, membuat dan memperbanyak sumur resapan di lingkungan sekitar (terutama wilayah perkotaan) serta membuat embung air di lingkungan persawahan, disamping tentunya harus mulai bijak dalam menggunakan air mulai saat ini.

Mari kita bersiap!

Senang mendapati anda membaca tulisan ini hingga akhir. Dukungan dari anda akan menambah semangat saya dalam bercerita.

Di Medium, setiap orang dapat memberikan tepukan hingga 50 tepukan. Sudah tahu kan? Nah, jika dirasa cerita ini bermanfaat, dukung dengan memberi 50 tepukan (👏🏻) atau komentar pada artikel ini. Terima kasih.


메타데이터
post_id
91e1fcf43d64
slug
el-nino-belum-datang-tapi-laut-pasifik-sudah-mengirim-sinyal-91e1fcf43d64
url
https://medium.com/@andhikaher/el-nino-belum-datang-tapi-laut-pasifik-sudah-mengirim-sinyal-91e1fcf43d64
canonical_url
https://medium.com/@andhikaher/el-nino-belum-datang-tapi-laut-pasifik-sudah-mengirim-sinyal-91e1fcf43d64
author_url
https://medium.com/@andhikaher
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30