Dear Name ✨
🌼 bxg 🌼 Soulmate au 🌼 Typo bertebaran 🌼 semi-angst 🌼 spacetime related 🌼 Reincarnation
Dear Name ✨
🌼 bxg
🌼 Soulmate au 🌼 Typo bertebaran 🌼 semi-angst 🌼 spacetime related 🌼 Reincarnation

hujan kembali turun dan setelah beberapa dekade masih tetap sama. gadis mungil itu masih sendirian.
terkadang ia bertanya, mengapa Tuhan kembali menghidupkan nya, seseorang yang tidak punya siapapun di dunia ini. hanya hidup dalam kesendirian, lagi dan lagi.
mengapa jiwanya di bangkitkan lagi dan lagi, padahal sudah cukup ia menderita di kehidupan yang sebelum-sebelumnya, tapi kini ia berada disini lagi.
ia menginjak umur 21 tahun ini, di era berbeda dengan kehidupan nya yang sebelum2nya.
“Eunha!!!” yang di panggil menoleh sedikit, lalu melambai. “mau pulang kan?”
sang protagonis mengangguk kepada kawannya. “kenapa lari2 gitu?”
“takut ketinggalan bis, lupa kalau hujan gini bis suka kena macet”
“iya sih, ini juga udah telat 7 menit"
Eunha tidak peduli sekarang, entah ia akan mati lalu di hidupkan lagi di masa depan ia akan menerimanya lapang dada.
walaupun ia tidak tau atas alasan apa
“Tuh naa!! Ayok siap2"
Akhir-akhir ini malam nya menjadi aneh. suara familiar menyapanya dalam mimpi, seorang laki-laki yang berjalan selalu di depannya. rasanya begitu biasa, nyaman walaupun Eunha sendiri yakin tidak mengenal siapa dia.
“kenapa?”
“aku mimpi aneh jae"
“mimpi aneh?”
“iya, akhir2 ini mimpiku kayak kenyataan banget, rasanya kayak Dejavu padahal ngga pernah ngalamin kayak gitu"
“hm? Tentang apa emang?”
“laki-laki, biasanya kita berdiri di Padang bunga atau jalanan, terus dia selalu jalan di depan megang tanganku, tapi ga pernah nengok"
“ga aneh sih"
“tapi hampir sebulan! Mimpinya gitu aja, kenapa ya?”
“hmm.. iya sih, kalau sebulan gitu emang aneh, oh mungkin kamu lagi suka sama seseorang?”
Eunha menggeleng “Ngga tuh"
“atau lagi ada masalah sama orang?”
Eunha menggeleng lagi.
“atau mungkin ada orang yang lagi benci kamu!”
Eunha terdiam “bisa jadi sih..”
“eh tapi na"
“hm?” Eunha menyeruput coklat panasnya.
“mungkin ga sih itu tanda soulmate kamu?”
ini yang membedakan kehidupan Eunha sekarang dengan kehidupannya sebelum-sebelumnya.
di kehidupannya yang satu ini ada dia punya seseorang yang berharga, tidak semua orang punya seseorang yang sangat berharga bagi mereka. Mereka menyebutnya soulmate.
Alasan ini membuat Eunha sedikit menerima bahwa ia dihidupkan kembali. Setidaknya ia tidak hidup sendiri, ia punya seseorang berharga walaupun belum menemukannya.
“mau nya gitu jae" ujar Eunha Lesu.
Hyunjae terkekeh.
“pasti Nemu kok, pasti"
“iya kalau masih hidup jae.. kalau ngga?”
“ya kamu nya harus positive thinking lah"
“jae gimana rasanya punya Soulmate?” Tanya Eunha.
Hyunjae menimang jawabannya.
“kayak punya jodoh? Ya gitu, kamu ga perlu susah2 lagi nyari jodoh ahaha"
iya bener juga sih
maka pertemuan hari itu berakhir, karna pada awalnya mereka hanya bertemu untuk membahas tugas.
ini musim hujan, jadi hujan terus-menerus turun tak kenal waktu, entah pagi, siang, sore, atau malam membuat suhu menurun.
niatnya malam ini eunha ingin mampir setelah kerja paruh waktunya, mampir ke kedai makanan cepat saji untuk makan esok pagi, tapi karna hujannya tidak bisa di tembus ia ragu rencananya akan berjalan mulus.
tapi ternyata semesta sedang berpihak padanya, waktu yang sama tepat seperti waktu pulang kerjanya hujan mulai reda, hanya tersisa rintik yang mengguyur ibu kota. jadi ia memutuskan untuk segera pergi ke restoran cepat saji.
‘ZRASSSHHHH’
sialnya hujan menderas lagi setelah ia mendapatkan pesanannya. membuatnya mendesah kecil sepertinya sudah bosan mengeluh karna keadaan yang tidak berpihak padanya.
menunggu hampir 30 menit di pelataran restoran, eunha sibuk memperhatikan rintik hujan yang turun dari atap, jatuh dan membuat cipratan kecil, terkadang pandangannya beralih pada jalanan yang padat dengan kendaraan pulang kerja, cahaya lampunya saling bertabrakan dan membias dalam pandangannya.
sebenarnya eunha tidak perlu khawatir jika pulang malam, toh tidak ada seorang pun yang menunggunya pulang di rumah, tapi ia merindukan kasur dan selimutnya dalam suasana kelabu ini.
“permisi” seharusnya itu ucapan biasa dari seseorang yang membutuhkan jalan, mungkin Eunha menghalangi jalannya. tapi anehnya suara itu begitu familier di telinga Eunha, jadi dengan segera ia menoleh kearah sumber suara.
“hm?” yang di tatap menautkan alisnya. dengan segera eunha menunduk sopan meminta maaf.
“maaf” sang pemuda di depannya menerjapkan matanya terkejut.
“kita pernah bertemu?” tanya sang pemuda. Eunha menggeleng walau pada dasarnya ia juga terkejut karna pertanyaan seseorang di depannya. gadis mungil itu menatap mata pemuda di depannya lekat-lekat, siapa tau melewatkan sesuatu, jika bukan di kehidupan ini mungkin mereka pernah bertemu di kehidupan sebelumnya. tapi nihil, yang ada hanya air matanya terjun bebas.
iya, tanpa di perintah air matanya turun begitu saja.
“t-tunggu apa aku berbuat kesalahan?” tanya sang pemuda.
Eunha menggeleng kuat, dirinya pun merasa begitu aneh. rasanya sakit, padahal hanya menatap wajah yang belum pernah ia temui.
sang pemuda mengulurkan selipat tissu. “aku tidak punya sapu tangan, tapi mungkin ini bisa membantu”
dengan pelan Eunha menggapai tissu itu, dan yang paling membuatnya terkejut.
ia dapat melihat seutas benang merah kasat mata yang terhubung saat tangannya dan tangan pemuda di depannya bersinggungan.
Eunha terdiam. membeku. mecoba mengingat mimpinya.
tunggu.
apakah?
lagi-lagi eunha hanya bisa menatap sang pemuda. yang menatapnya balik dengan rasa penasaran.
“hujan nya sudah reda" suara lembut sang pemuda masuk dalam Indra pendengaran nya.
“y-ya"
“aku harus pergi” dan entah alasan apa sang pemuda meminta izin pamit, bahkan dirinya sendiri bingung.
“baiklah"
Menatap Eunha sekali lagi dan pemuda membuka payung transparan nya.
“t-tunggu!”
Pemuda berambut kecokelatan itu menoleh.
“ya?”
“boleh aku tau namamu?”
Mengerjap beberapa kali sang pemuda menjawab.
“Jihoon, namaku Lee Jihoon. Aku tinggal di sebrang sana.” Mata nya menunjuk gedung apartemen menjulang di sebrang restoran cepat saji.
“Eunha, a-aku Jung Eunha.. tolong ingat namaku"
Sang pemuda tersenyum “Baiklah, aku pergi dulu"
“y-ya"
Dan itu adalah hari dimana untuk pertama kalinya, Eunha bertemu seseorang yang berharga untuk dirinya.
To be continued 🌼
메타데이터
- post_id
- 91f3596c2c4b
- slug
- dear-name-91f3596c2c4b
- url
- https://medium.com/@qiqasza/dear-name-91f3596c2c4b
- canonical_url
- https://medium.com/@qiqasza/dear-name-91f3596c2c4b
- author_url
- https://medium.com/@qiqasza
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-28 14:18:06