← Back to list

Menapak Tilas Gunung Tidar

Gunung Tidar, atau lebih tepatnya sebuah bukit, berdiri di tengah-tengah Kota Magelang dengan ketinggian sekitar 503 meter di atas…

Brigita Andari · 2025-09-10 13:29 · 0 claps · 2.3 min read
#travel #jateng #gunung #magelang #religi
Open on Medium ↗
Wiki topics: ✈️ · Travel

Menapak Tilas Gunung Tidar

Gunung Tidar, atau lebih tepatnya sebuah bukit, berdiri di tengah-tengah Kota Magelang dengan ketinggian sekitar 503 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai puncaknya, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan berjalan kaki, itu pun tanpa berhenti. Tapi jangan khawatir, di sepanjang jalur pendakian tersedia banyak tempat istirahat yang bisa digunakan, jadi perjalanan ini tetap nyaman, bahkan untuk orang tua atau “remaja jompo” seperti saya dan teman-teman.

Trek menuju puncak didominasi oleh anak tangga yang konon jumlahnya mencapai seribu lebih. Jalur ini dikelilingi oleh rimbunnya pepohonan yang meneduhkan. Kini, kawasan hutan Gunung Tidar telah diresmikan sebagai Kebun Raya Gunung Tidar. Di sepanjang jalur, tersedia papan-papan informasi tentang berbagai jenis tanaman, bahkan dilengkapi dengan kode QR yang bisa dipindai untuk mengetahui detail lebih lanjut. Edukatif sekaligus menyenangkan!

Sebelum mencapai puncak, kita akan menemui dua makam yang menjadi tempat ziarah spiritual. Pertama adalah makam Syekh Subakir, sosok ulama yang konon datang sebelum masa Wali Songo. Ia dipercaya memasang “tumbal” untuk menetralkan energi negatif di Pulau Jawa, menjadikannya kondusif untuk dihuni manusia. Kisahnya membuat beliau begitu dihormati dan menjadi tokoh spiritual penting bagi masyarakat.

Tak jauh dari situ, terdapat makam Kyai Sepanjang. Meski bergelar “kyai”, Kyai Sepanjang bukanlah seorang tokoh manusia, melainkan sebilah senjata pusaka yang digunakan oleh Syekh Subakir untuk menaklukkan bangsa jin di tanah Jawa.

Perjalanan pun berlanjut ke puncak Gunung Tidar, tempat berbagai titik menarik menanti. Di sini terdapat Tugu Sa yang ikonik, dikenal juga sebagai Pakuning Tanah Jawa. Tugu ini memiliki aksara Jawa “Sa” di setiap sisinya, yang bermakna Sopo Salah Seleh yang artinya siapa yang salah, akan terlihat.

Tak jauh dari sana, terdapat Monumen Tanah Air Satu Bangsa, dibangun untuk memperingati Hari Olahraga Nasional ke-34 yang diadakan di Kota Magelang pada 9 September 2017. Monumen ini ditopang oleh empat pilar dan dihiasi bola dunia yang terukir peta Indonesia sebagai sebuah simbol kesatuan dan semangat olahraga.

Di bagian timur puncak, ada Gardu Pandang Taman Elang Jawa. Dari sini, kita bisa menikmati pemandangan Kota Magelang, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu. Datanglah pagi-pagi untuk menyaksikan matahari terbit! Di sebelah gardu, terdapat jam matahari, alat penunjuk waktu yang memanfaatkan posisi bayangan matahari. Saat saya ke sana, bayangannya menunjukkan pukul 1 siang.

Kemudian ada makam Kyai Semar, atau Kyai Ismoyojati, sosok ciptaan Tuhan yang dipercaya menjaga Tanah Jawa sejak ribuan tahun lalu, bahkan sebelum kedatangan Syekh Subakir. Menurut kisah, mereka sempat berseteru karena perbedaan pandangan mengenai nasib Tanah Jawa. Makam Kyai Semar berada di ujung puncak Tidar, lebih tertutup dan hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu.

Tak jauh dari makam ini, berdiri Monumen Pengibaran Merah Putih. Monumen ini mengenang peristiwa heroik pengibaran bendera merah putih pada 25 September 1945. Aksi tersebut dibayar mahal, karena beberapa pemuda gugur ditembak tentara Jepang yang bermarkas di sekolah HCS saat itu.

Setelah menelusuri berbagai titik menarik, saya dan teman-teman mampir ke sebuah warung kecil milik Bu Supar, yang sudah berjualan di Gunung Tidar selama sembilan tahun. Ia bercerita bahwa jumlah pengunjung kini mulai menurun, terutama sejak harga tiket naik dari Rp3.000 menjadi Rp5.000. “Lebaran kemarin sih masih rame, tapi sekarang sepi,” katanya.

Gunung Tidar sendiri buka selama 24 jam. Namun, perlu berhati-hati karena ada monyet liar yang terkadang turun dan mengambil barang-barang pengunjung, terutama saat sepi seperti bulan puasa kemarin.

Demikianlah perjalanan saya di Gunung Tidar kali ini. Meski terkesan sederhana, banyak hal menarik yang saya temukan dan pelajari. Bagi warga Magelang maupun wisatawan dari luar kota, Gunung Tidar bukan sekadar bukit, ia adalah tapak sejarah, spiritualitas, dan simbol persatuan.

Jadi, kalau kamu sedang di Magelang, jangan lupa mampir ke Gunung Tidar ya!


메타데이터
post_id
91f8a3d9590a
slug
menapak-tilas-gunung-tidar-91f8a3d9590a
url
https://medium.com/@brigita.andari/menapak-tilas-gunung-tidar-91f8a3d9590a
canonical_url
https://medium.com/@brigita.andari/menapak-tilas-gunung-tidar-91f8a3d9590a
author_url
https://medium.com/@brigita.andari
status
ok
fetched_at
2026-07-17 15:08:18