← Back to list

Cermin dari Banyak Arah

#1296: Pantulan yang Tak Selalu Nyaman Dilihat

Ivan Lanin in Cerita Uang & Perekonomian · 2026-07-13 02:28 · 242 claps · 3.0 min read paywalled
#manajemen-sdm #manajemen #cuan #bahasa-indonesia
Open on Medium ↗

Manajemen

Cermin dari Banyak Arah

#1296: Pantulan yang Tak Selalu Nyaman Dilihat

Pantulan orang lain membantu kita melihat sisi yang tidak terlihat (Foto: Joshuan Barboza/Pexels)

Pantulan orang lain membantu kita melihat sisi yang tidak terlihat (Foto: Joshuan Barboza/Pexels)

Awal Juli ini, saya duduk bersama seorang pegawai dan tim SDM Narabahasa untuk membahas hasil evaluasi kinerja kuartal kedua 2026. Salah satu bahan diskusi kami adalah evaluasi 360 derajat yang baru pertama kali dibahas secara tatap muka. Beberapa orang terkejut ketika membaca hasilnya. Mereka menemukan pantulan dirinya yang berbeda dari gambaran yang selama ini mereka miliki.

🔑 **Klik tautan ini untuk melanjutkan membaca. 🔑**

Kejutan itu bukan selalu karena nilai rendah. Kadang, yang mengejutkan justru perbedaan antara niat dan dampak. Seseorang mungkin merasa sudah membantu, tetapi orang lain belum merasakan bantuan itu. Seseorang mungkin merasa sudah berkomunikasi dengan jelas, tetapi rekan kerjanya masih membutuhkan penjelasan lebih lengkap. Ternyata, maksud baik tidak selalu menghasilkan pengalaman yang sama.

Sejak akhir 2024, kami menerapkan evaluasi 360 derajat setiap kuartal. Setiap pegawai memberikan masukan kepada pegawai lain, termasuk saya. Instrumennya berupa 14 pertanyaan berskala 1–5, misalnya “Ybs. mampu memberikan bantuan kepada rekan kerja”, serta dua pertanyaan terbuka tentang kekuatan utama dan hal yang perlu ditingkatkan. Hasilnya direkap oleh SDM dan dibagikan kepada tiap pegawai.

Berbeda dari evaluasi kinerja tradisional yang umumnya berjalan dari atasan kepada bawahan, evaluasi 360 derajat mengumpulkan umpan balik dari berbagai pihak yang berinteraksi dengan seseorang. Dalam praktik umum, pihak itu dapat berupa atasan, rekan kerja, bawahan, atau pihak lain yang relevan. Tujuannya bukan sekadar mencari nilai, melainkan memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang perilaku seseorang.

Salah satu manfaat utama evaluasi 360 derajat adalah membuka titik buta (blind spot). Kita memahami diri sendiri dari dalam, sedangkan orang lain melihat kita dari luar. Ada perilaku yang terasa biasa bagi kita, tetapi meninggalkan kesan tertentu bagi orang lain. Masukan dari berbagai arah membantu mempertemukan dua gambaran itu agar seseorang memahami dampaknya terhadap lingkungan kerja.

Namun, membuka titik buta tidak selalu mudah. Manusia biasanya memiliki cerita tentang dirinya sendiri, misalnya, saya orang yang peduli, saya komunikatif, saya bertanggung jawab. Ketika pantulan dari orang lain tidak sesuai dengan cerita itu, reaksi pertama bisa berupa penolakan atau pembelaan diri. Karena itu, menerima masukan juga menuntut kerendahan hati.

Selain itu, tidak semua pantulan menunjukkan gambaran yang sepenuhnya akurat. Penilaian orang lain tetap dipengaruhi pengalaman, hubungan, dan konteks tertentu. Sebuah nilai rendah tidak selalu berarti seseorang memiliki kelemahan mendasar, tetapi bisa menjadi tanda adanya situasi yang perlu dipahami lebih jauh. Masukan perlu dibaca sebagai bahan refleksi dan eksplorasi, bukan vonis.

Pada pembahasan evaluasi di Narabahasa, kami tidak mencari siapa yang memberikan nilai tertentu karena masukan diberikan secara anonim. Kami menerapkan pendekatan sebab-solusi dengan mencari kemungkinan penyebab munculnya penilaian dan menimbang apakah masukan itu tepat atau terkait situasi khusus. Dari sana, tindakan yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya pun didiskusikan dan disepakati.

Bagi saya, evaluasi 360 derajat bukan sekadar alat penilaian, melainkan latihan untuk becermin. Cermin biasa hanya menunjukkan satu sisi dari tubuh kita, sedangkan cermin dari banyak arah memperlihatkan sudut yang mungkin belum pernah kita lihat. Namun, ketika begitu banyak pantulan muncul di hadapan kita, muncul satu pertanyaan baru. Pantulan mana yang paling perlu kita dengarkan?

Jurnal dan Kenangan

Ahad kemarin, adik saya Adis dan suaminya, Yoki, bertandang ke rumah dengan dua anak mereka: Athar dan Razzan. Selama sebulan, mereka pulang ke Indonesia dari tempat kerja Yoki di Qatar. Kami berkumpul di sekeliling meja makan untuk bercerita, tertawa, dan menjalin lagi rasa. Malamnya, saya menghadiri pementoran pekanan penulisan cerpen dengan Mas Sulak via Google Meet. Setelah pekan lalu mendapat tugas mengadaptasi puisi menjadi adegan, pekan ini tugas harian kami ialah mengadaptasi adegan pembuka.

Tahun lalu, saya merenungkan alasan manusia ingin menjadi orang lain. Perbandingan sosial, media sosial, dan ketidakpuasan sering membuat hidup orang lain tampak lebih menarik. Namun, keinginan berubah memiliki arah berbeda: gaya atau kualitas hidup. Kearifan muncul ketika kita tidak menolak pertumbuhan, tetapi memahami kebutuhan di balik keinginan dan tetap menghargai diri sendiri tanpa terjebak dalam bayangan kesempurnaan yang tidak nyata.

[embed]Mengapa Ingin Menjadi Orang Lain? #931: Rumput Tetangga Selalu Lebih Hijauivanlanin.medium.com

Dua tahun lalu, saya menulis tentang lagu “2002” Anne-Marie yang membangkitkan imajinasi sekaligus kenangan pribadi. Melodi dan lirik tentang cinta masa kecil mendorong lahirnya gagasan cerita fiksi, tetapi lagu yang sama juga mengingatkan pada kehilangan anak pada 2002. Di balik rasa manis lagu, tersimpan duka yang membuat kenangan menjadi lebih dalam, disertai doa dan kasih yang tetap hidup sebagai pengingat bahwa cinta dapat bertahan melampaui waktu dan jarak yang panjang.

[embed]2002 #566: Imajinasi dan kenangan dari laguivanlanin.medium.com

Ingin lebih terampil berbahasa? Kunjungi toko 🏪, ikuti kelas 👨‍🏫, atau hubungi 📞 Narabahasa.


메타데이터
post_id
922a6b5ac5b6
slug
cermin-dari-banyak-arah-922a6b5ac5b6
url
https://medium.com/cerita-uang-perekonomian/cermin-dari-banyak-arah-922a6b5ac5b6
canonical_url
https://medium.com/cerita-uang-perekonomian/cermin-dari-banyak-arah-922a6b5ac5b6
author_url
https://medium.com/@ivanlanin
status
ok
fetched_at
2026-07-14 19:24:14