Mengenal Istilah Vulnerabilty di Dunia Cyber
Vulnerabilty (kerentanan) adalah sebuah kelemahan, celah, atau kekurangan dalam sistem TI, baik itu perangkat lunak (software), perangkat…
Mengenal Istilah Vulnerabilty di Dunia Cyber
Vulnerabilty (kerentanan) adalah sebuah kelemahan, celah, atau kekurangan dalam sistem TI, baik itu perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), jaringan, proses, atau bahkan perilaku manusia yang bisa dieksploitasi oleh penyerang (attacker) untuk mendapatkan akses yang tidak sah, mencuri data, merusak sistem, atau melakukan tindakan berbahaya lainnya. Sederhananya, vulnerabilty adalah ”pintu” yang belum dikunci dengan benar dalam sistem IT.
Terdapat tiga istilah yang penting dipahami:
- Vulnerabilty: Kerentanan itu sendiri (celah/weakness).
- Threat (Resiko): Potensi kerusakan atau kerugian jika vulnerability tersebut dieksploitasi.
- Eksploit: Teknik atau skrip yang digunakan penyerang untuk memanfaatkan vulnerabilty tersebut
Jenis — Jenis Vulnerability
- Software Vulnerabilty
- Kerentanan pada aplikasi karena bug, kesalahan desain, atau kode yang tidak aman.
- Contoh: SQL Injection, Buffer Overflow, Cross-Site Scripting (XSS).
- Penyebab Umum: Kurangnya validasi input, kode sumber terbuka tanpa audit, library pihak ketiga berbahaya, konfiguras API yang buruk.
2. Network Vulnerabilty
- Celah pada layer jaringan (misal: Port terbuka, firewall lemah) yang memungkinkan akses haram ke sistem.
- Contoh: Jaringan WI-FI tanpa enkripsi, firewall yang tidak dikonfigurasi dengan benar.
3. Configuration & Process Vulnerabilty
- Kesalahan pengaturan (misconfiguration), autentikasi lemah, atau proses internal yang tidak aman.
- Contoh: Default password tidak diganti, privilege user terlalu luas.
4. Human Factor (Social Engineering and Employee Mistakes)
- Celah karena kesalahan manusia: mudah terkena phising, password sederhana, tidak update perangkat.
- Contoh: Phising, sharing akun, tidak paham keamanan dasar IT.
5. Hardware Vulnerabilty
Kelemahan pada perangkat keras (router, server, USB) bisa dimanfaatkan jika firmware tidak diupdate atau ada bug desain
Proses dan Cara Mengidentifikasi Vulnerabilty
- Vulnerabilty Assessment: Identifikasi asset, cek patch software, audit konfigurasi, dan review kebijakan IT.
- Penetration Testing: Uji penetrasi untuk menemukan celah ”Sebenarnya” yang dapat dieksploitasi.
- Monitoring dan File Integrity Checking: Pantau perubahan file yang tak wajar sebagai indikasi exploit aktif.
- Vulnerability Database: Pakai database seperti CVE yang berisi ribuan daftar vulnerability secara global.
Perbandingan Vulnerabilty dengan Teknik Enumeration

Instalasi Tools
- Langkah pertama adalah kita perlu menginstall tools uniscan yang akan kita pakai dalam percobaan. Masukkan perintah berikut untuk memulai proses instalasi.

- Pada proses instalasi, sistem akan menjabarkan beberapa dependensi yang bisa di install. Disini, kita skip aja dengan memasukkan opsi ”y” untuk melanjutkan.

Proses Mendeteksi Vulnerabilty
- Setelah tools berhasil diinstall, kita akan memulai proses enumerasi dengan mencari target website yang ingin kita eksploitasi. Misal saya punya website seperti berikut.

- Kemudian salin url web tersebut untuk kita lakukan pemindaian, dan masukkan perintah seperti berikut pada command prompt kali linux.

Penjelasan:
Perintah tersebut digunakan untuk mencari direktori dan file tersembunyi di website dengan bantuan tool uniscan. Tujuannya adalah mengumpulkan informasi lebih banyak tentang struktur web target untuk mendukung tahap penetration testing atau reconnaissance.
- Maka hasil outputnya akan menampilkan beberapa informasi yang penting dan detail terkait website tersebut.
Informasi umum website

Terdapat alamat host eksternal yang terdeteksi, artinya website tersebut memiliki referensi atau tautan yang mengarah ke domain luar

Ditemukan file Flash yang diabaikan, hal ini menjadi petunjuk untuk eksplorasi lebih lanjut terhadap file statis

Ditemukan juga lebih dari 30 endpoint yang rentan terhadap SQL Injection. Menunjukkan bahwa parameter seperti cat, artist, pic, uname, pass, dan lain-lain yang tidak divalidasi dengan baik

Terakhir, ditemukan juga 13 endpoint yang rentan terhadap seragan Cross-Site Scripting (XSS)

메타데이터
- post_id
- 924aed6ca48d
- slug
- mengenal-istilah-vulnerabilty-di-dunia-cyber-924aed6ca48d
- url
- https://medium.com/@Reeyy/mengenal-istilah-vulnerabilty-di-dunia-cyber-924aed6ca48d
- canonical_url
- https://medium.com/@Reeyy/mengenal-istilah-vulnerabilty-di-dunia-cyber-924aed6ca48d
- author_url
- https://medium.com/@Reeyy
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-15 14:49:24