← Back to list

Trapped Unknowingly from Spotless Eyes

“Arti kata buta dalam hidup sebenarnya.” (menurut penulis yang kadang suka kidding)

Segimiga · 2025-03-11 21:08 · 5 claps · 8.0 min read
#romance #cinta #cintabuta #absurd #segimiga
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships

Trapped Unknowingly from Spotless Eyes

“Arti kata buta dalam hidup sebenarnya.” (menurut penulis yang kadang suka kidding)

Cerita ini dibuat ketika penulis sedang bimbang terhadap arah hidupnya, didalam kamar sempit berukuran 12m persegi yang dimana dirinya yakin ruang tidak menghentikan cara kita berimajinasi. Cerita ini sudah di acc sang editor dengan gaji sebungkus rokok tanpa bea cukai oleh pikiran penulis sendiri (sungguh sangat kacau aku). >_<

Kisah absurd yang ingin saya ceritakan ini menjelaskan tentang apa arti “cinta itu buta” menurut seorang penulis yang sedang tiduran sambil mendengar temannya bercengkrama tentang game favorit yang sedang dimainkan mereka di discord. Maaf jika penulis menjelaskan inti ceritanya diawal terlebih dahulu karena mungkin latar belakang penulis yang berkuliah di fakultas teknik, ingin runtutan berpikirnya lebih jelas dan tertata rapih. (cyaa ilahhhh….) -_-

Mungkin sebuah film atau cerita akan lebih laris ketika kisah yang dibuat diangkat dari kisah nyata yang ditambah dengan sesuguhan dokumenter-dokumenter real footage di akhir ceritanya, tapi percayalah… kisah ini benar diangkat dari kisah nyata (kisah temannya…? mungkin…?) tapi penulis menambahkan bumbu kiasan atau perumpamaan agar jelas arah inti ceritanya ingin berjalan sesuai keinginan penulisnya.

“1+1 harus = 2" Mungkin agak aneh jika kisah memiliki rumus pasti, tapi percayalah hal ini benar terjadi dengan menggunakan rumus simpel tersebut didalamnya. Itu yang dirasakan Khan dalam kisah hidupnya. Khan adalah seorang pria biasa pada umumnya, memiliki teman seperjuangan yang menemani dia dari 0 bernama Zaha. Sedangkan Zaha adalah perempuan yang memang sudah bertemu dengan Khan sedari umur 5 tahun.

Suatu hari ketika SMP mereka memutuskan untuk berpacaran karena keduanya saling mencintai. Khan melihat Zaha dari segi ketulusan dia yang mau menemani dia dari 0, sedangkan Zaha mencintai Khan karena Zaha melihat ada sisi pertumbuhan yang signifikan dari Khan yang selalu meningkat drastis dalam hidupnya, kepintaran dan auranya yang berkarisma selalu bertambah membuat Zaha semakin mencintainya.

Khan setelah lulus SMA menjadi sangat terkenal karena ia berkarir dibidang musik dari sebuah band yang ia buat sendiri yang langsung hits di album pertamanya. Di tahun kedua dan ketiganya bahkan grup band ini mampu memenangkan penghargaan internasional setelah album ke 4 nya muncul. Zaha merasa bangga dengan apa yang didapatkan oleh Khan dari semua yang sudah ia peroleh, namun berbeda dengan Khan.

3–4 tahun Semenjak Khan sukses didunia musiknya ia merasa ada yang berbeda didalam hidupnya Zaha terutama dalam hal cara Zaha mencintai Khan yang berubah 100%. Menurut Khan, Zaha mencintai Khan alih - alih seperti seorang pasangan pada umumnya , ia malah mencintai Khan seperti seorang fans fanatik radikal yang melihat sisi Khan yang sempurna dan bahkan sampai seperti ditahap “menuhankannya”. 2 tahun berlalu mereka masih berpacaran, Khan merasa risih dengan perbuatan Zaha karena perilakunya yang absurd dan diluar akal dia.

Kejadia simpelnya mungkin ketika Khan bertemu fansnya yang kebanyakan wanita asing diruang publik terbuka, Zaha merasa iri terhadap fasnya yang dekat dekat dengan Khan.

[Itu mungkin hal biasa saja seorang wanita iri pada pasangannya yang terkenal dekat dengan orang lain untuk meminta foto, tapi tunggu dulu… mungkin setelah hal ini absudrnya dimulai…]

Suatu waktu saat Khan sedang minum kopi di restoran dengan Zaha, ia tidak mau mulai minum kopinya dia sebelum Khan menghabiskan kopi yang ia minum karena ia ingin satu sedotan dengan sedotan yang bekas pakai Khan sebelumnya.

Ada juga kejadian dimana Zaha ingin mengumpulkan handuk yang dipakai Khan sehabis olahraga hanya untuk dipakai Zaha mandi melap tubuhnya dari basah karena ia tidak ingin mandi jika tidak memakai handuk bekas tersebut. Lalu ada juga kejadian dimana Zaha mengubah nama di KTPnya dengan mencantumkan nama Khan diakhir namanya.

aneh bukann…?

Hal ini jelas terang-terangan dilakukan Zaha dengan sepengetahuan Khan, setelah ditanya alasannya Zaha hanya memberikan alasan yang tidak masuk diakal namun Zaha melakukannya dengan senang dan penuh gairah.

Karena perilakunya ini yang sudah diluar batas, tingkat kesabaran Khan sudah habis sumbunya. Akhirnya suatu hari ketika Khan diperjalanan pulang setelah konser. (kebetulan Khan selalu mengajak Zaha setiap tour konser musiknya…) Dibandara, Khan memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Zaha dan mencurahkan semua keresahannya secara terang-terangan ke dia. Zaha hanya bisa menangis dan menyesali apa yang sudah ia perbuat dengan penuh kesadarannya. Zaha memohon untuk diberikan kesempatan satu kali lagi kepadanya namun itu semua ditolak secara mentah-mentah oleh Khan. Namun mungkin dalam lubuk hati Khan, ia masih menyimpan secercah harapan untuk Zaha yang bisa berubah kedepannya tapi Khan yakin butuh waktu yang lama untuk mengubah itu semua.

Setelah putus Khan memutuskan untuk pindah kewarganegaraan dan meninggalkan bandnya lalu mereset hidup dia dari 0 karena kehilangan pasangannya yang sudah menemaninya sedari dulu. Bahkan semua sosial media dia nonaktifkan dan semua nomor dan alamat email yang bisa mengontak dirinya ia ubah secara total.

Beberapa minggu kemudian Khan akhirnya memberi nomor telepon baru yang ia punya kepada Zaha lewat surat kabar yang dikirim langsung kerumahnya, bahkan Khan sengaja tidak dicantumkan alamat pengirimnya agar Zaha tidak tau posisi keberadaannya.

berikut isi suratnya…

Kepada, Zaha (orang yang pernah mengisi hidupku)

Hubungan kita mungkin tidak akan berakhir kalau kamu mau mangubah takdir ini, berikut nomor baru yang aku punya jika ingin menghubungiku *(081203198)**, aku sengaja menghapus 1 nomor dibelakang untuk menilai usahamu dalam mencariku. Tapi berjanjilah untuk menghubungiku ketika kamu sudah mengubah caramu mencintaiku! & ketika sudah menemukan angka yang tepat cepat kabari aku ! -Khan

Mendapatkan isi surat seperti ini sontak membuat hidup Zaha berubah 180 derajat. Khan ternyata masih menganggap Zaha adalah jawaban hidup dia satu-satunya. Disisi lain Zaha berpikir menemukan 1 angka dibelakang itu adalah hal yang mudah ia hanya perlu mencoba 10x menebak karena probabilitas kemungkinan jawabannya adalah angka 0–9.

Berbulan-bulan berlalu disetiap minggunya Zaha mencoba menelepon dengan menebak angka yang tepat dengan cara memulai akhiran nomor telepon tersebut dari 0, jika gagal minggu selanjutnya diganti 1, jika gagal lagi minggu selanjutnya 2, dan seterusnya… sambil ia memperbaiki dirinya. Tanpa terasa diminggu ke 8 saat angka ke 8 ia coba ternyata nomor tersebut tidak ada yang terdaftar semua alias tidak menghubungkan langsung ke orang yang bernama Khan tersebut.

Dari kejadian yang menghabiskan waktu 8 minggu tersebut akhirnya Zaha menyimpulkan bahwa nomor terakhir untuk dapat menghubungi Khan adalah angka 9.

“0812031989, itu pasti nomor Khan tidak salah lagi !”

Karena sudah menemukan jawabannya Zaha malah bimbang, dilubuk hatinya ia bertanya-tanya apakah ini waktu yang pas untuk menghubungi dia…? bagaimana jika aku belum berubah sama sekali…? bagaimana jika aku hanya menjadi beban lagi didalam hidupnya…? bagaimana jika Khan sudah memiliki pasangan hidup yang baru karena saya lama tidak menghubungi dia…?

Semua pikiran buruk itu tercampur diotaknya karena yang ia ingat hanya angka “9” tersebut bisa langsung terhubung ke Khan. Setelah bertahun-tahun lamanya Zaha tidak berani menghubungi Khan karena overthinkingnya secara tidak langsung angka 9 ini menjadi angka yang paling didambakan oleh Zaha. Angka 9 ini ia pakai menjadi foto profil semua akun sosial media yang ia punya, mengubah angka di jam tangan dia menjadi angka 9 semua di kedua belas angka pada putaran jam, bahkan sangkin absurdnya ia melakukan hal tak senonoh yaitu setiap ingin mandi ia selalu berteriak angka 9 sampai ia selesai mandi. Bahkan Zaha sampai memutuskan untuk baru mau menghubungi Khan 9 tahun kemudian dari semenjak mereka putus.

Aneh bukan…?

Sampai 9 tahun kemudian semenjak mereka putus, Zaha mulai berani memutuskan untuk menghubunginya karena merasa ia sudah mengubah dirinya 100% bukan yang seperti dahulu lagi, dan alasan lain yang mendukungnyapun ternyata setelah 9 tahun berlalu rasa cinta Zaha kepada Khan sudah mulai memudar, teringat 9 tahun merupakan waktu yang cukup lama untuk tidak berhubungan dengan orang.

Nomorpun mulai dipencet oleh tangannya dari tombol telefon, dari mulai angka pertama sampai terakhir yang merupakan angka hilang yaitu 9 yang dimana Zaha sudah yakin itu jawabannya.

0…. 8…. 1…. 2… 0… 3… 1.. 9.. 8.. 9.

Tuttt…. Tuttt… Tuttt… suara telefonpun berdering dan tersambung, suara itu sontak membuat perasaan Zaha semakin gugup dan perasaannya mulai tercampur aduk. Telefon itu ternyata diangkat oleh penerimanya dengan suara lembut anak remaja yang menyapa.

-“halo ini dengan siapa ya ?”

Zaha kaget mendengar suara tersebut karena yang ia tahu bahwa Khan tidak memiliki suara lembut seperti itu. Zaha dengan cepat menjawab

**- “Apakah ini Khan?”

  • “Khan…? aku tidak kenal, Apakah ini Zaha…?”**

Jawaban tersebut membuat kaget Zaha seketika.

**- “HAH! Dari mana kau tahu namaku…?”

  • “Akhirnya waktunya sudah terjadi, kaka sudah berhasil menemukan 1 angka dari nomor yang hilang tersebut.” -“Dari mana kau tahu akan hal ini…? dan sebenarnya siapa kamu”**

Ucap Zaha yang semakin bingung akan situasi yang terjadi…

**-“Aku hanya anak keluarga random biasa yang kebetulan punya nomor ini dan tidak mengenal dirimu dan Khan sebenarnya siapa.” -“ Hah??? apa maksudmu…?” -“Iya setiap hari… tepatnya setiap jam 9.09 malam selalu ada orang yang bernama Khan yang juga menelefon saya dengan menanyakan, apakah Zaha sudah menghubungimu?”

  • “Kamu berbohong kepadaku…?”**

Ucap Zaha yang semakin penasaran…

**- “Jelas tidak HAHAHA… untuk apa? aku bosan setiap hari ditelefon terus olehnya dengan pertanyaan yang sama setiap kali kuangkat.”

  • “ Apakah kamu tau keberadaan dia dimana?”
  • “ Tidak… dia hanya menceritakan semua kisahnya waktu masih bersamamu, kenapa ia selalu melakukan ini, dan apa tujuannya selama ini melakukan hal tersebut. Hal ini membuatku menoleransi dan bahkan saya sampai mendukung perbuatan dia yang setiap jam 9.09 malam menggangu saya ini untuk menanyakan kabar anda setiap hari.”
  • “ Jadi apakah kamu akan mengabarinya malam ini setelah tau kabar dariku?”
  • “hmmm… sepertinya tidak akan, takdir tergantung dari jawabanmu!”
  • “Apa maksudmu…?”
  • “Ya itu yang disuruh Khan untuk menanyakannya kepadamu, Apa yang membuatmu menelefonku setelah tau jawabannya angka 9?”
  • “Akupun tidak tau… secara tidak langsung angka 9 menjadi angka favoritku karena dengan angka 9 aku bisa menghubunginya, dan aku memutuskan untuk 9 tahun kemudian semenjak aku dan dia putus aku berani menghubunginya.”**

Dengan cepat anak remaja itu menjawab…

**- “Kalau begitu enyahlah…, dan jangan menghubungi dia lagi. Biar ku beritahu dia jawabanmu tadi kepadanya.”

  • “ Hei hei hei… kamu tidak bisa begitu, ada apa ini maksudnya? mengapa kamu menyia-nyiakan waktuku untuk berbenah diri selama 9 tahun ini dengan sia-sia?”
  • “ Karena kau orang bodoh yang masih belum mau berubah sama sekali. KAMU BUTA. B — U — T — A.”
  • “ HAHHHH???”**

Zaha kaget mendengar itu karena masih tidak tau apa yang sebenarnya terjadi…dan ingin cepat mengetahui jawaban sebenarnya, beberapa detik kemudia anak remaja itu menjawab.

- “ Kau tau? mengapa nomor ini yang ia berikan kepadamu dan bukan nomor dirinya sendiri…? Dasar orang bodoh yang buta karena mencintai…Nomor ini diberikan kepadamu karena nomor ini sesuai dengan hari ulang tahun mu jika kode seluler (08) pada nomornya dihilangkan 12-03-1989.”

tutttt… telefon pun ditutup.

Mendengar jawaban tersebut Zaha hanya bisa menutup telefonnya dan menangis sekencang-kencangnya… dia sadar selama ini dia sudah buta akan cinta, selama 9 tahun ia terbutakan dengan tanggal yang jelas itu hari dimana ia lahir tertera di nomor tersebut.

“Zaha menyimpulkan ia terlalu sibuk mencintai orang lain tanpa ia sadari ia lupa mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu, ia sadar kunci mencintai seseorang bukan ketika ia memberikan segala kepuasan pasangannya untuk menyenangkannya, tetapi mulai mencintai ketika sudah mencintai dirinya terlebih dahulu untuk mencintai orang lain.”

pesan dari penulis : -bagaimana dengan cerita barusan? hahahah… selama ini kita hanya menganggap kalimat “cinta itu buta” yaitu seperti cinta tidak memandang fisik atau segala macamnya ketika kita suka pada seseorang. Namun stigma ini salah besar diterima di kalangan masyarakat dan harus diubah dengan paradigma dari cerita tadi. Yang dimaksud kalimat yang terdiri 3 kata tersebut adalah bagaiman kita buta akan diri sendiri karena sudah mencintai orang lain.

1+1 harus = 2 jangan sampai jawabannya angka lain seperti 1, 3, (atau bahkan 9) HAHAHAHAHA.


메타데이터
post_id
9265f9e1f6fa
slug
trapped-unknowingly-from-spotless-eyes-9265f9e1f6fa
url
https://medium.com/@collaa/trapped-unknowingly-from-spotless-eyes-9265f9e1f6fa
canonical_url
https://medium.com/@collaa/trapped-unknowingly-from-spotless-eyes-9265f9e1f6fa
author_url
https://medium.com/@collaa
status
ok
fetched_at
2026-07-20 16:55:19