← Back to list

Ngaret

#25 argwhjwnwnwmwm

arinansh · 2025-04-07 11:36 · 0 claps · 0.9 min read
Open on Medium ↗

Perjalanan yang perih hingga rasa sakit bukan hanya tentang pegal-pegal di badan namun hati yang belum rela sepenuhnya. Kembali ke perantauan membutuhkan banyak kesiapan bukan hanya finansial, fisik namun juga hati.

Hatiku masih terpaut di antara tawa orang tersayang namun aku harus segera pergi menyambung kehidupan di perantauan.

dok pribadi

dok pribadi

Foto ini diambil ketika aku sudah lelah menunggu bus garuda mas yang akan membawaku kembali ke Bekasi. Tertulis di tiket jam 2 siang yang biasanya jam 4 sore. Alhasil, semua serba buru-buru, sialnya hari ini tidak ada bus di perempatan jalan dan mau tidak mau aku dibawa oleh pick up untuk sampai di terminal.

Dari jam 2 siang hingga sekarang pukul 6.31 WIB ketika aku menulis ini bus belum juga datang. Menunggu memang hal paling menyebalkan juga melelahkan. Apalagi menunggu sesuatu yang harusnya tidak selama ini. Ingin marah tapi marah pada siapa? huft Harusnya memang jangan jalan hari ini — lebaran ketupat. Sebel tapi sudah terjadi.

Di tengah kecewa dan letih jiwa ragaku, aku mencoba untuk mencari hikmah di kejadian ini. Masih belum menemukan, tapi aku yakin ada.

Sabar untuk diriku sendiri dan semua orang yang sedang berada di fase menunggu. Semangat lillah…


메타데이터
post_id
92d4be2d8e2b
slug
ngaret-92d4be2d8e2b
url
https://medium.com/@arinansh/ngaret-92d4be2d8e2b
canonical_url
https://medium.com/@arinansh/ngaret-92d4be2d8e2b
author_url
https://medium.com/@arinansh
status
ok
fetched_at
2026-06-26 03:39:16