Mengapa Judi (Online) Harus Diberantas
Masalah Uang Yang Tidak Berputar
EKONOMI
Mengapa Judi (Online) Harus Diberantas
Masalah Uang Yang Tidak Berputar
Foto kartu by Dylan Clifton on Unsplash
Judi dan Uang Kita:
Pemerintah menganggap serius upaya pemberantasan judi dengan membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Judi Daring.
Tidak main-main, satuan tugas ini terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kepolisian, dan lembaga keuangan. Bahkan Menkopolkam menganggap persoalan judi online sudah meresahkan mengingat berbagai efek buruk judi pada masyarakat.
Efek buruk tersebut diperparah dengan kemudahan akses judi melalui dalam jaringan / online dimana diperkirakan sebanyak 8.8 juta orang mayoritas dari kalangan ekonomi menengah ke bawah dan khawatirnya, ada 80.000 orang pemain judi dibawah umur 10 tahun.
Tetapi dari sudut pandang ekonomi, pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa sih judi apalagi dalam bentuk daring / online harus diberantas seakar-akarnya, bukankah judi katanya merupakan upaya untuk merubah nasib seseorang karena bisa meningkatkan taraf hidup si pemenang judi bila menang?

dicomot dari quora
Bayangkan uang yang kita miliki sebagai darah dalam tubuh kita.
Agar tubuh tetap sehat dan berfungsi, darah itu harus terus mengalir lancar, membawa nutrisi ke setiap organ, dari ujung kaki sampai ujung kepala. Jika ada bagian tubuh yang aliran darahnya terhambat, tentu organ itu akan bermasalah, bukan?
Nah, dalam dunia ekonomi, uang juga begitu. Ia harus berputar dari satu tangan ke tangan lain, dari satu usaha ke usaha lain.
Proses ini kita sebut peredaran uang atau perputaran ekonomi.
Contoh sederhananya begini:
- Anda bekerja dan menerima gaji. Uang ini masuk ke kantong Anda.
- Anda menggunakan uang dari kantong untuk membeli segelas kopi konangan. Uang berpindah ke penjual kopi.
- Penjual kopi memakai uang itu untuk membeli bubuk kopi dari petani. Uang berpindah ke petani kopi.
- Petani kopi menggunakan uang itu untuk menyekolahkan anaknya. Uang berpindah ke guru atau sekolah.
Terus begitu, uang bergerak, menciptakan kebutuhan, dan memenuhi kebutuhan.
Semakin lancar dan cepat perputarannya, semakin banyak barang dan jasa yang dihasilkan, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan tentu saja semakin sejahtera masyarakat.
Lalu, bagaimana dengan judi? Ketika seseorang memutuskan untuk bermain judi, uang yang dikeluarkan itu punya garis tangan yang sangat berbeda dari uang yang berputar di bisnis kopi tadi.

iklan judol yang agresif, bikin aku annoyed, dokpri
- Uang Menuju Satu Arah: ke Bandar atau Penyelenggara. Berbeda dengan uang yang dipakai untuk belanja di toko, uang yang digunakan mayoritas akan bermuara pada satu pihak: bandar atau penyelenggara judi. Uang ini tidak digunakan untuk membeli beras, membayar ongkos angkutan umum, atau membiayai usaha kecil yang bisa menyerap tenaga kerja. Ia hanya berpindah dari kantong Anda ke kantong si bandar.
- Sedikit yang ‘Menang’, Banyak yang ‘Kalah’. Dalam sistem judi, secara matematis, selalu ada lebih banyak orang yang kalah daripada yang menang. Uang dari ribuan orang yang kalah ini langsung lenyap dari peredaran. Uang itu tidak pernah punya kesempatan untuk dipakai membeli buku pelajaran untuk anak, memperbaiki rumah yang bocor, atau modal usaha warung kopi. Ia hanya “menguap” begitu saja dari kantong para penjudi yang kalah.
- Ketika seseorang kehilangan uang karena judi, daya beli mereka akan sangat menurun. Mereka tidak bisa lagi membeli barang-barang di pasar, mereka tidak bisa lagi menggunakan jasa tukang, mereka tidak lagi membeli pakaian baru. Ini berarti, permintaan di pasar akan berkurang. Pedagang jadi sepi, tukang jadi tidak punya pekerjaan, dan roda ekonomi di lingkungan sekitar jadi melambat. Hal ini secara teori akan membuat permintaan barang dan jasa turun dan mengakibatkan **deflasi(harga turun), yang efeknya malahan lebih buruk dari inflasi.**
- **Tidak ada kontribusi pajak. Se*bagian besar aktivitas judi online *adalah kegiatan ilegal, bahkan dijalankan dari luar negeri. Dengan demikian tidak ada pajak yang terkumpul, tentu saja ini mengurangi alokasi pembiayaan dalam APBN.
Mari Pahami, Bukan Menghakimi
Mungkin ada yang merasa, “Lha ini kan uang saya, terserah saya dong mau diapakan.”
Tentu, setiap orang punya kebebasan. Namun, dalam konteks yang lebih luas, praktik judi memiliki efek domino yang bisa memengaruhi kesehatan ekonomi kita bersama.
Uang yang seharusnya bisa mengalir untuk memutar roda ekonomi, untuk menciptakan lapangan kerja, untuk membeli kebutuhan, justru terhenti dan terkonsentrasi di tangan segelintir orang. Bisa ditebak kan, ya si Bandar ini yang memegang mayoritas uang.
Jadi mari kita memahami hal ini bukan untuk menghakimi siapa pun.
Sebaliknya, ini adalah ajakan untuk melihat lebih jauh dampak dari setiap pilihan finansial yang kita buat.
Nah kalau begitu, bagaimana dengan perdagangan NFT, dan cryptocurrency yang sedang marak belakangan ? tulis di komentar ya…
메타데이터
- post_id
- 92dde87caed4
- slug
- mengapa-judi-online-harus-diberantas-92dde87caed4
- url
- https://medium.com/komunitas-blogger-m/mengapa-judi-online-harus-diberantas-92dde87caed4
- canonical_url
- https://medium.com/komunitas-blogger-m/mengapa-judi-online-harus-diberantas-92dde87caed4
- author_url
- https://medium.com/@herry.susanto2
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-19 10:20:16