← Back to list

Hikmah Film Hunger (2023): Mengelola Lapar dan Ambisi melalui Puasa

Hunger adalah film drama Thailand tahun 2023 yang disutradarai oleh Sitisiri Mongkolsiri dan ditulis oleh Kongdej Jaturanrasamee. Film yang…

Jody Akbar · 2026-04-04 11:48 · 0 claps · 2.5 min read
#film-reviews #hunger #lapar #puasa #philosophy
Open on Medium ↗
Wiki topics: PHI · Philosophy 🎬 · Film & Television

Hikmah Film Hunger (2023): Mengelola Lapar dan Ambisi melalui Puasa

Poster film Hunger (2023), dapat ditonton melalui platfrom Netflix. Aoy (di sisi kiri), Chef Paul (di sisi kanan).

Poster film Hunger (2023), dapat ditonton melalui platfrom Netflix. Aoy (di sisi kiri), Chef Paul (di sisi kanan).

Hunger adalah film drama Thailand tahun 2023 yang disutradarai oleh Sitisiri Mongkolsiri dan ditulis oleh Kongdej Jaturanrasamee. Film yang dibintangi oleh Chutimon Chuengcharoensukying yang berperan sebagai Aoy, seorang juru masak warung jajanan kaki lima yang dipandang untuk bergabung dengan industri santapan berkelas di bawah naungan Chef Paul yang terkenal, diperankan oleh Nopachai Jayanama, dengan Gunn Svasti sebagai Tone, seorang sous chef yang suportif. Film ini diumumkan oleh Netflix pada tahun 2022 sebagai salah satu dari enam produksi asli Thailand yang akan datang, dan rilis di platform tersebut pada bulan April 2023.

Ketika menonton film ini, di pertengahan film, lantas benak saya berpikir tentang sebuah konsep “lapar” yang menjadi sifat alami manusia. Lapar, ternyata bukan sekedar tentang makan dan minum semata, juga tentang ambisi yang bergejolak.

Rasa lapar sering menjadi bahan bakar ambisi. Karena lapar, orang bekerja keras. Karena lapar, orang mengejar lebih banyak. Karena lapar, bahkan orang rela mengorbankan satu sama lain. Dan karena lapar itulah orang bergerak.

Saya teringat ketika Al-Qur’an mengatakan dalam surah Al-A’raf ayat 31 yang berbunyi,

وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ

“Makan dan minumlah, dan jangan berlebihan.”

Jika kita renung resapi kembali, ketika melaksanakan ibadah puasa kita dilatih untuk belajar “menahan”. Bukan hanya dari rasa lapar terhadap makan dan dahaga terhadap minum, tapi juga dari keinginan lainnya. Dan perlu diingat bahwa tidak semua keinginan itu kita butuhkan saat itu juga. Dari sini kebutuhan dapat terkendali, bahwa keinginan telah mengetahui batasannya. Belajar membedakan apa yang diinginkan dengan apa yang dibutuhkan.

Seperti contoh ketika kita menghadapi waktu berbuka puasa akan tiba, atau mungkin saat merasakan lapar dan dahaga yang panjang ketika hari biasa. Seringkali, saat kita melihat jajanan berupa makanan dan minuman yang terlihat menarik, yang dirasa dapat menghilangkan lapar dan dahaga, lantas kita pun segera untuk membelinya. Ada yang membeli snack dengan berbagai macam. Ada yang membeli gorengan dengan berbagai jenis. Lalu, untuk penghilang dahaga kita beli minuman es dengan varian rasa. Tanpa memperhitungkan nilai gizi dan kesehatannya. Yang terpenting lapar dan dahaga lenyap saat itu juga. Kita lupa bagaimana dampak selanjutnya. Apakah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan, atau justru hanya menuruti keinginan. Tiba-tiba benak berkata, “Seperti dendam, lapar harus dibayar tuntas.”

Dan ternyata dari sekian banyak makanan dan minuman yang ada dihadapan, tak semua dapat dihabiskan. Sekadar makan beberapa saja, perut sudah cukup terisi, dan makan berlebih bukan solusi.

Di dalam film, mungkin kondisi tersebut bisa dilihat dari karakter tokoh Chef Paul, yang memiliki ambisi untuk menjadi seorang chef yang terbaik saat itu. Sewaktu kecil, ia memiliki masa lalu kelam ketika ia dan ibunya tidak dapat menikmati makanan mahal yang dimakan oleh orang-orang kaya. Kemudian, atas dasar kondisi masa lalu tersebut ia memiliki ambisi untuk membuat makanan yang ditujukan kepada orang-orang kaya yang lapar. Dari sanalah filosofi “lapar” itu lahir. Bukan hanya sebagai simbol dari orang-orang kaya yang lapar, akan tetapi juga dari ambisinya yang ia ibaratkan seperti rasa lapar.

Bermodal dari “rasa lapar” terhadap membuat masakan untuk orang-orang kaya yang lapar itulah ia menjadi seorang chef terbaik. Hal itupun yang ia sampaikan kepada Aoy, chef muda berbakat yang menjadi bawahannya, yang kemudian menjadi saingannya. Hingga pada akhirnya ia pun terjerumus tipu daya “rasa lapar” yang tak terkendali. Mencoba segala cara agar dirinya tetap diakui.

Aoy, seorang chef muda berbakat yang direkrut oleh timnya Chef Paul. diperankan oleh Chutimon Chuengcharoensukying.

Aoy, seorang chef muda berbakat yang direkrut oleh timnya Chef Paul. diperankan oleh Chutimon Chuengcharoensukying.

Melalui film ini kita dapat memetik hikmah bahwa,

“Rasa lapar hadir bukan untuk memenuhi keinginan, tapi memenuhi kebutuhan. Agar lapar tidak salah arah menjadi serakah.”


메타데이터
post_id
9306c807924b
slug
hikmah-film-hunger-2023-mengelola-lapar-dan-ambisi-melalui-puasa-9306c807924b
url
https://medium.com/@jodyakbar756/hikmah-film-hunger-2023-mengelola-lapar-dan-ambisi-melalui-puasa-9306c807924b
canonical_url
https://medium.com/@jodyakbar756/hikmah-film-hunger-2023-mengelola-lapar-dan-ambisi-melalui-puasa-9306c807924b
author_url
https://medium.com/@jodyakbar756
status
ok
fetched_at
2026-06-29 22:44:20