PANGGILAN ADZAN DENGAN SEJUTA HARAPAN
Tepat pukul 19.15 WIB, lantunan adzan yang menjadi penanda akan masuk nya sholat isya’ mulai berkumandang, di seluruh wilayah Indonesia…
PANGGILAN ADZAN DENGAN SEJUTA HARAPAN
Tepat pukul 19.15 WIB, lantunan adzan yang menjadi penanda akan masuk nya sholat isya’ mulai berkumandang, di seluruh wilayah Indonesia bagian barat. Panggilan yang selalu membawa ketenangan disetiap lantunan nya, serta membawa janji Allah yang tidak akan pernah berdusta. Kuambil kemeja ku dengan membawa tasbih serta peci, ku langkahkan kedua kaki ini dari kediaman ku menuju rumah-rumah Allah yang mulia di seluruh penjuru dunia.
Detak jantung dan nadi ku bertasbih kepada nya, dengan keyakinan penuh akan sebuah janji yang diberikan Allah SWT kepada hambanya yang selalu menunaikan kewajibannya, derapan langkah selalu ku iringi dengan do’a, dengan harapan akan selalu memberikan ketenangan terhadap jiwaku dan kehidupan ku disetiap harinya. Hati ini sangat tersentuh ketika takbir dikumandangkan ketika adzan berlangsung, lantunan-lantunan adzan ini membawa ku untuk selalu ingat akan kebesaran tuhan ku yang maha kuasa atas segala sesuatu.
Takbiratul ihram menjadi awal permulaan ibadah sholat yang mulia ini,, iringan ruku’, sujud, duduk iftirasy, takhiyat awal, akhir serta salam menjadi satu rangkaian dari ibadah sholat tersebut. Ku selalu nikmati dan hayati setiap gerakan dalam ibadah sholat. Ternyata disetiap Gerakan sholat ini memiliki filosifi nya masing-masing. Sedikit demi sedikit ku pelajari dan ku hayati, sehingga membukakan jiwa ku ini menjadi pemuda muslim yang dimana Ketika kita tertinggal waktu sholat, seakan-akan harapan kita hilang seketika.
Dengan adanya motivasi seperti itu, mampu menjadikan kita untuk selalu berusaha agar tidak tertinggal Ketika sholat lima waktu berjamaah di masjid. Sholat menjadi satu perintah yang langsung Allah Swt berikan kepada nabi Muhammad Saw tanpa perantara malaikat Jibril[1]. Ini menjadi tanda bahwa Ketika kita melalaikan atau bahkan meninggalkan akan perintah tersebut, kita sudah memandang rendah perintah yang telah Allah Swt perintahkan, yaitu sholat lima waktu.
Setiap Gerakan dalam ibadah sholat memiliki makna nya masing-masing, mulai dari takbirratul ihram sampai diakhiri dengan salam. Adzan menjadi salah satu penanda Ketika telah masuknya waktu shalat setiap lima waktu dalam sehari. Sholat menjadi satu ibadah yang terdapat dalam kategori ibadah mahdhah.
Dalam ensiklopedia Al-Qur’an karya Dawam Rahardjo dijelaskan tentang ibadah memiliki dua arti, yaitu ibadah dalam arti sempit seperti sholat, puasa, haji, yang mengandung makna yang jelas, dan ibadah dalam arti luas, yaitu mengabdikan dirinya untuk selalu mematuhi perintah Allah Swt, dan menjauhi segala larangan nya.[2]
Ummat islam diseluruh penjuru dunia, adzan menjadi satu kerinduan mendalam yang selalu dinantikan oleh setiap muslim. Tak heran jikalau lantunan adzan ini selalu menggema dan berkumandang setiap menitnya di berbagai wilayah dunia, dikarenakan perbedaan waktu dibelahan bumi utara, selatan, timur dan barat serta perbedaan lama nya pagi maupun malam disetiap daerah tersebut.
Hal ini menjadikan bukti bahwa begitu besar sekali kuasa Allah Swt, yang telah menciptakan bumi ini dan menjadikan nya tempat tinggal yang nyaman bagi seluruh makhluk hidup yang mendiami, hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 22:
الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً ۖوَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ٢٢
Artinya :
(Dialah) yang menjadikan bagimu bumi (sebagai) hamparan dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untuk kamu. Oleh karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.(Q.S.Al-Baqarah ayat 22)
Ayat diatas menjelaskan bahwa, Allah Swt telah menjadikan bumi ini sebagai tempat tinggal yang nyaman serta atap yang selalu melindungi penghuni bumi dari berbagai bahaya dari luar. Dengan menggunakan perumpamaan فِرَاشًا yang berarti tempat tinggal yang nyaman (Kasur), menjadikan seakan-akan hanya bumi ini sebagai Kasur ternyaman yang telah Allah Swt sediakan untuk seluruh manusia yang menginjakan kaki di muka bumi.
Harapan dari hadirnya lantunan lafaldz Adzan disetiap masuk nya waktu sholat, memberikan sebuah harapan yang senantiasa di tunggu oleh jutaan dan milyaran umat muslim di seluruh penjuru dunia.
Melalui lantunan adzan ini, kita mampu menyadarkan kita serta membedakan antara waktu untuk bekerja dengan waktu untuk beribadah kepada Allah Swt. Ketika masuk dibulan Ramadhan suara adzan (Maghrib) yang senantiasa ditunggu-tunggu dan dipantau setiap saat, guna melepaskan dahaga serta membasahi kerongkongan dengan berbagai takjil yang beraneka ragam bentuknya.
Selain menunggu untuk berbuka puasa, dibulan Ramadhan ini penuh akan keberkahan, pahala, dan kegembiraan yang belum tentu dirasakan oleh kalangan masyarakat islam pada umumnya. Ada yang dari mereka tidak bisa melaksanakan puasa dikarenakan kondisi Kesehatan badan[3], dan lanjut nya usia[4], ada juga yang dari mereka masih berjuang demi keselamatan anak yang dikadungnya[5], dan ada juga mereka yang tidak dapat bertemu lagi dengan bulan mulia ini (Ramadhan).[6]
Perlu kita syukuri dengan adanya kesempatan yang telah Allah Swt berikan, dan Kesehatan fisik yang prima guna mengerjakan perintah sholat dan puasa, menjadikan kita untuk selalu berdoa setelah dikumandangkan nya Adzan, maupun diantara Adzan dan iqomah.[7]
Dari panggilan Adzan ini mampu memberikan kita satu pelajaran, tentang bagaimana kita sebagai seorang hamba untuk selalu mematuhi dan melaksanakan kewajiban yang telah Allah Swt tetapkan dan berikan kepada para hambanya yang sholeh dan sholehah, sehingga predikat muttaqqin ini dapat kita raih secara kaffah.
[1] Prof.Dr.H. Suyatno M.Pd, Ensiklopedia Buya Hamka, Percikan Pemikiran, Penafsiran, Pemahaman dan Imajinasi Autentik Buya Hamka, ed. oleh Rifma Ghulam Dzaljad (Suara Muhammadiyah, 2019), iv.
[2] M. Dawam Harardjo, Eksiklopedi AL-Qur’an tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Kunci (PARAMADINA, 2002), II.
[3] Sakit keras, dan selalu ketergantungan obat
[4] Tua dan tidak mampu untuk berpuasa, dan dianjurkan untuk membayar fidyah guna mengganti puasa tersebut
[5] Ibu hamil tua hingga prosesi melahirkan
[6] Meninggal dunia
[7] Dua waktu yang menjadi saat-saat terkabulnya doa seorang hamba, ketika hamba tersebut mengangkat kedua tangan nya sembari menadahkan kedepan dada.
메타데이터
- post_id
- 93a90fbc9d70
- slug
- panggilan-adzan-dengan-sejuta-harapan-93a90fbc9d70
- url
- https://medium.com/@muhammadzulfikar9897/panggilan-adzan-dengan-sejuta-harapan-93a90fbc9d70
- canonical_url
- https://medium.com/@muhammadzulfikar9897/panggilan-adzan-dengan-sejuta-harapan-93a90fbc9d70
- author_url
- https://medium.com/@muhammadzulfikar9897
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-14 02:52:02