← Back to list

PPL Pengadilan Agama Kota Kediri: Transformasi Ruang Belajar Hukum, Logika dan Empati Mahasiswa…

Dalam kesempatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Pengadilan Agama Kota Kediri, mahasiswa Universitas Islam Tribakti Kediri Tahun…

Salma Mawaddah Mas'udi · 2025-12-19 05:04 · 0 claps · 2.4 min read
#ppl #pa-kota-kediri #hukum #mahasiswa
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🕊️ · Religion

PPL Pengadilan Agama Kota Kediri: Transformasi Ruang Belajar Hukum, Logika dan Empati Mahasiswa Yang Tidak Ada Di Bangku Kuliah

Dalam kesempatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Pengadilan Agama Kota Kediri, mahasiswa Universitas Islam Tribakti Kediri Tahun memasuki babak baru ruang peradilan. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Pengadilan Agama bukan sekedar agenda akademik atau mata kuliah wajib bagi mahasiswa hukum. Lebih dari itu, PPL menjadi ruang perjumpaan antara teori yang selama ini dipelajari di bangku kuliah dengan realitas hukum keluarga yang dinamis, kompleks, dan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Pengadilan Agama menjadi laboratorium sosial tempat mahasiswa menyaksikan langsung bagaimana konflik keluarga ditangani dengan pendekatan yuridis sekaligus humanis.

Sejak hari pertama ditempatkan di Pengadilan Agama, mahasiswa diperkenalkan pada struktur organisasi, alur pelayanan, serta sistem administrasi peradilan. Namun yang paling membuka mata adalah kenyataan bahwa setiap perkara yang masuk bukan sekadar tumpukan berkas, melainkan kisah manusia yang membawa harapan, luka, dan masa depan yang ingin diselesaikan. Pada titik ini, PPL bukan sekadar program akademik, tetapi pengalaman transformatif yang mampu mengubah cara pandang mahasiswa terhadap hukum, masyarakat, bahkan diri mereka sendiri.

Melalui kegiatan observasi, mahasiswa mengikuti jalannya persidangan, mengamati proses mediasi, dan memahami bagaimana hakim memutus perkara dengan mempertimbangkan hukum positif, yurisprudensi, hingga nilai kemanusiaan. Di tahap inilah mahasiswa menyadari bahwa teknis hukum tidak dapat dipisahkan dari empati. PPL juga membuka wawasan bagi mahasiswa Universitas Islam Tribakti tentang bagaimana peradilan modern bekerja. Pengadilan Agama hari ini bukan lagi institusi yang hanya mengandalkan berkas kertas. Banyak proses telah terintegrasi dengan teknologi. Seperti yang dipelajari oleh mahasiswa PPL Universitas Islam Tribakti mulai dari:

  1. Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai garda depan pelayan publik.

  2. Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) untuk administrasi dan pemantauan perkara.

  3. e-Court dan e-Litigation untuk pendaftaran, pemanggilan elektronik, dan pengiriman dokumen.

  4. Gugatan Mandiri yang memudahkan masyarakat tanpa bantuan advokat.

Di sini mahasiswa sadar bahwa kompetensi hukum saja tidak cukup; literasi digital juga menjadi tuntutan profesional yang tidak dapat ditawar.

Melalui ruang mediasi, Mahasiswa PPL Universitas Islam Tribakti belajar mengubah cara pandang bahwa penyelesaian hukum tidak selalu harus berujung pada putusan, namun dapat dilakukan melalui kesepakatan yang adil dan damai. Banyak pihak datang dengan penuh emosi, tetapi perlahan melunak saat mediator membuka ruang dialog. Pada beberapa kasus, mediasi berhasil mempertemukan kembali pasangan yang hampir bercerai; pada kasus lain, mediasi membantu mereka berpisah dengan baik. Mahasiswa juga belajar bahwa menjadi seorang mediator tidaklah mudah karena harus menjadi pendengar, menjadi penengah, menjaga etika, menjadi penyaring emosi ditengah kemelut rumah tangga orang lain.

Beberapa persidangan seperti perkara cerai gugat, cerai talak, hak asuh anak, nafkah, hingga pembagian harta bersama menjadi materi hidup yang jauh lebih kompleks dibandingkan contoh kasus di buku ajar. Dalam beberapa ruang sidang, suasana tampak tegang; di persidangan lain, salah satu pihak tersedu-sedu menahan emosi. Di saat inilah mahasiswa melihat betapa pentingnya peran hakim dalam menjaga marwah peradilan dan menenangkan para pihak. Terutama dengan adanya peran hakim perempuan di Pengadilan Agama Kota Kediri yang memiliki sensitivitas nurani kepada para perempuan di ruang persidangan tanpa menanggalkan sikap adil dan proporsional.

Mahasiswa juga mencatat bagaimana hakim merumuskan pertimbangan hukum (ratio decidendi) mulai dari pemeriksaan alat bukti, mendengarkan saksi, memverifikasi dokumen, hingga menyusun amar putusan. Keseluruhan proses memperkaya pemahaman mahasiswa tentang penerapan Undang-Undang Perkawinan, Hukum Acara Perdata, Kompilasi Hukum Islam, serta peraturan teknis Mahkamah Agung. Lebih dari itu, benang merah yang didapatkan oleh mahasiswa Universitas Islam Tribakti selama program PPL bahwa Profesi hukum bukan sekedar pekerjaan, tetapi membawa misi kemanusiaan dan amanah yang harus dipegang teguh.


메타데이터
post_id
93ebb4edb9a9
slug
ppl-pengadilan-agama-kota-kediri-transformasi-ruang-belajar-hukum-logika-dan-empati-mahasiswa-93ebb4edb9a9
url
https://medium.com/@aishhsalma13/ppl-pengadilan-agama-kota-kediri-transformasi-ruang-belajar-hukum-logika-dan-empati-mahasiswa-93ebb4edb9a9
canonical_url
https://medium.com/@aishhsalma13/ppl-pengadilan-agama-kota-kediri-transformasi-ruang-belajar-hukum-logika-dan-empati-mahasiswa-93ebb4edb9a9
author_url
https://medium.com/@aishhsalma13
status
ok
fetched_at
2026-06-16 19:09:56