← Back to list

Kunci Keberhasilan Hilirisasi Riset Perguruan Tinggi: Belajar dari Smart Geo PD ITS

Komersialisasi hasil riset menjadi sebuah produk seringkali tidak berhasil karena gagal melalui lembah kematian (valley of death). Smart…

Uruqul Nadhif Dzakiy · 2026-03-09 16:29 · 5 claps · 2.3 min read
#hilirisasi-riset #smart-geo-pd-its #its-techno #from-lab-to-market #universitas
Open on Medium ↗
Wiki topics: ECO · Economy · General 💭 · Philosophy of Spirit

Kunci Keberhasilan Hilirisasi Riset Perguruan Tinggi: Belajar dari Smart Geo PD ITS

Komersialisasi hasil riset menjadi sebuah produk seringkali tidak berhasil karena gagal melalui lembah kematian (valley of death). Smart Geo PD ITS ini berbeda. Riset dengan lebih dari 10 paten ini berhasil menjadi sebuah produk untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Smart Geo PD ITS merupakan teknologi Low Cost GNSS yang mendeteksi lokasi (geo tagging) seperti halnya GPS namun dengan tingkat presisi tinggi hingga ukuran sentimeter. Teknologi ini dikembangkan oleh para peneliti dari Geodesi Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui berbagai skema pendanaan (funding). Melalui riset yang berkelanjutan, teknologi tersebut dikembangkan secara iteratif sampai saat ini.

Di sini, para peneliti tidak berhenti sampai publikasi namun sampai pengembangan produk bahkan sisi komersialisasinya. Prof. Nur, sosok utama dibalik teknologi ini berperan mulai dari riset sampai menjalin kerjasama dengan pengguna awal (early adopter) produk ini yaitu PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. Bahkan perusahaan daerah ini mau terlibat dalam riset awal produk disamping sebagai pengguna awal. Kepercayaan (trust) akan produk teknologi universitas ini tidak akan ada tanpa keseriusan di sisi peneliti dalam kembangkan produk yang berkualitas.

Smart Geo PD ITS

Smart Geo PD ITS

Lantas bagaimana Smart Geo PD ITS dapat mendeliver produk sesuai dengan kebutuhan market? Ada lima alasan sebagai berikut:

Pertama, riset berorientasi produk. Penelitian Prof. Nur dari awal diarahkan untuk membuat sebuah produk dengan memanfaatkan beragam skema pendanaan baik dari eksternal maupun internal. Meskipun melalui beragam skema, namun riset diorientasikan ke pengembangan produk secara iteratif. Bahkan di penelitian skema berbeda, kebaruannya terletak di penambahan fitur alat sehingga selain alatnya dapat diperbaiki kualitasnya, publikasi dengan novelty juga didapatkan.

Kedua, produk diorientasikan untuk memenuhi kebutuhan industri. Setelah terbentuk prototipe, peneliti melakukan validasi ke market dengan melibatkan mereka dalam proses pengembangan produk. Masukan dari calon early adopter seperti PDAM Surabaya ini sangat penting untuk fitur-fitur dalam alat GNSS ini.

Ketiga, pemilihan kanal komersialisasi melalui pendirian perusahaan spin-off. Untuk menjaga riset dan pengembangan tidak terhenti, pemilihan kanal komersialisasi menjadi krusial. Spin-off melalui startup yang diinkubasi oleh universitas adalah pilihan rasional untuk memastikan ranah komersialisasi dan riset berada pada garis yang jelas. Dalam operasionalisasi spin-off, mahasiswa yang terlibat lebih dalam dalam proses manajemennya.

Keempat, kolaborasi dengan manajemen universitas melalui Science Park ITS. Hilirisasi riset di universitas belum berupakan aktivitas mainstream di mana sebagian besar orientasi peneliti adalah publikasi ilmiah. Para academics entrepreneur ini harus mengenal dan melibatkan ekosistem universitas sehingga mendapatkan energi tambahan dalam melakukan hilirisasi riset. Prof. Nur dan tim melibatkan ITS Techno — Science Park ITS — untuk membantu proses MoU dengan early adopter yaitu PDAM Surabaya. Kontrak B to B ini dibutuhkan karena sudah masuk di fase komersialisasi.

Kelima, kolaborasi lintas jurusan untuk fase produksi. Setelah prototipe dihasilkan, langkah berikutnya adalah produksi. Fase ini yang bisa jadi sangat mahal terlebih jika melibatkan pihak ketiga. Prof. Nur menyadari bahwa permintaan produk ini belum banyak, maka pelibatan workshop dari Teknik Elekro ITS sudah cukup. Workshop yang dipimpin oleh dosen elektro, Pak Roni, dengan pelibatan mahasiswa di dalamnya mampu mendeliver produk sesuai spek yang diminta. Selain kualitas produk tetap bisa diandalkan, biaya produksi juga bisa ditekan karena masih menggunakan fasilitas kampus.

Smart Geo PD-ITS merupakan satu contoh yang dapat dijadikan pembelajaran bagi para peneliti universitas untuk dapat melakukan hilirisasi riset namun tetap bisa produktif dalam melakukan publikasi ilmiah. Semoga banyak peneliti di Indonesia yang bisa mengikuti langkah Prof. Nur di masa mendatang..


메타데이터
post_id
945a06bc97a6
slug
kunci-keberhasilan-hilirisasi-riset-perguruan-tinggi-belajar-dari-smart-geo-pd-its-945a06bc97a6
url
https://medium.com/@uruqulnadhif/kunci-keberhasilan-hilirisasi-riset-perguruan-tinggi-belajar-dari-smart-geo-pd-its-945a06bc97a6
canonical_url
https://medium.com/@uruqulnadhif/kunci-keberhasilan-hilirisasi-riset-perguruan-tinggi-belajar-dari-smart-geo-pd-its-945a06bc97a6
author_url
https://medium.com/@uruqulnadhif
status
ok
fetched_at
2026-08-03 02:44:31