Pentingan Mana? Prestasi Jalan Terus atau Peraturan yang Menggerus?
Jagat dunia maya lagi ramai-ramainya ngebahas KPAI vs PB Djarum. Dalam hal apa sih? Dalam hal polemik perlindungan anak dari zat adiktif…
Pentingan Mana? Prestasi Jalan Terus atau Peraturan yang Menggerus?
Jagat dunia maya lagi ramai-ramainya ngebahas KPAI vs PB Djarum. Dalam hal apa sih? Dalam hal polemik perlindungan anak dari zat adiktif berbahaya — rokok.
KPAI menuding PB Djarum mengeksploitasi anak dalam promosi produk rokok. Katanya sih lewat audisi terbuka bulutangkis yang digelar PB Djarum tiap tahun. Loh kenapa baru sekarang? Padahal audisi tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun 2006. Hehe kalo kata KPAI sih gini, “wong peraturannya aja baru ada tahun 2012". Whoops padahal dari tahun 2012 ke 2019, ada waktu 7 tahun loh. Kemana aja nih KPAI?
Di audiensi awal antara KPAI dan PB Djarum, Om Yoppi sudah menyanggupi loh untuk meminimalisasi penggunaan logo Djarum. Tapi ternyata eh ternyata, KPAI tuh minta audisi dihentikan sodara-sodara! Kemarin katanya enggak sampe minta dihentikan, gimana sih.
Sekarang, PB Djarum nurutin maunya KPAI untuk menghentikan semua audisi. Tahun ini jadi audisi terbuka yang terakhir. Mulai tahun depan gak ada lagi tuh audisi terbuka menjaring bibit-bibit atlet bulutangkis Indonesia. Duh.
Di sisi lain, Om Imam Nahrawi nyuratin KPAI buat ngebela Om Yoppi. Katanya, permasalahan penggunaan logo dan brand rokok oleh PB Djarum itu gak bisa dibenarkan sebagai eksploitasi anak. Soalnya nih, kata Om Imam, logo rokok Djarum dan logo Djarum Foundation beda cuy! Nah ini, PB Djarum dibelain Kementerian. Kemenpora jelas menyayangkan kalau audisi sampai dihentikan. Jadi bala bantuan Kemenpora melanggengkan panggung olahraga Indonesia berkurang satu haha.
Eh tapi kata Kak Seto, PB Djarum kaya anak kecil ambekan. Loh loh loh, kan nurutin maunya KPAI loh, Kak Seto ini gimana sih? Katanya minta diturutin, giliran diturutin malah ngatain. Ckckck.
Eh tapi tapi tapi, Peraturan Pemerintah yang diacu bunyinya kaya di gambar ini;

Perhatiin deh pasal 45, 46, dan 47. PB Djarum jelas tidak melanggar pasal 45, pasal 46 juga lewaaaat, pasal 47 ini yang jadi masalah. Ya meskipun PB Djarum dikatakan sebagai entitas yang berbeda dari PT. Djarum, tapi namanya sama loh hahaha. Didukung dengan pasal 1 ayat 8 yang bunyinya seperti di gambar;

Nah kalau sudah begini, mau ganti nama jadi PB Hartono pun juga tetap ada afiliasi produk rokok dong? Wong yang punya Djarum ini Om Hartono.
Ya namanya juga CSR perusahaan, dananya dari perusahaan, masa gak ada nama perusahaan yang dicantumkan? Lah ya lucu. Ngapain ngasih dana kalau begitu? Soal promosi produk ya otomatis pasti ada, tanpa disuruh pun, anak-anak yang berhasil masuk PB Djarum punya kebanggaan tersendiri untuk memakai atribut PB Djarum, yang tentunya ada embel-embel nama Djarum disitu.
Kalau begini, mending kompromi dan mementingkan kelanggengan bulutangkis yang berprestasi atau sama-sama egois mau menang sendiri?
Kalian yang bisa menilai ya masyarakat!
메타데이터
- post_id
- 95315447ea3f
- slug
- komisi-vs-kementerian-siapa-yang-bisa-ambil-hati-djarum-95315447ea3f
- url
- https://medium.com/@utarier/komisi-vs-kementerian-siapa-yang-bisa-ambil-hati-djarum-95315447ea3f
- canonical_url
- https://medium.com/@utarier/komisi-vs-kementerian-siapa-yang-bisa-ambil-hati-djarum-95315447ea3f
- author_url
- https://medium.com/@utarier
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-29 12:56:04