Air Mataku Sudah Kering, Khotijah
Di ujung malam yang paling sunyi,
Air Mataku Sudah Kering, Khotijah
Di ujung malam yang paling sunyi,
Aku memanggil namamu dalam hening.
Namun dada ini tak lagi sesak oleh tangis,
Sebab air mataku sudah kering, Khotijah.
Dulu, setiap kecewa adalah telaga,
Tempat duka mengalir tanpa jeda.
Tapi luka yang kau tancapkan terlampau dalam,
Menguapkan seluruh air mata hingga karam.
Aku tidak lagi menangis karena benci,
Bukan pula karena rindu yang merantai diri.
Aku hanya berada di titik paling pasrah,
Saat rasa sakit tak lagi butuh kuah.
Kini yang tersisa hanyalah gersang,
Melihat bayangmu yang perlahan hilang.
Pergilah, Khotijah, bawalah sisa cerita kita,
Sebab bersamamu, aku telah habis air mata.
메타데이터
- post_id
- 954b2be3f9cc
- slug
- air-mataku-sudah-kering-khotijah-954b2be3f9cc
- url
- https://medium.com/@kerinduanpadakhotijah/air-mataku-sudah-kering-khotijah-954b2be3f9cc
- canonical_url
- https://medium.com/@kerinduanpadakhotijah/air-mataku-sudah-kering-khotijah-954b2be3f9cc
- author_url
- https://medium.com/@kerinduanpadakhotijah
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01