← Back to list

Memaknai Harapan di Tengah Kepelikan dalam Novel As Long as the Lemon Trees Grow

Written by: Amira Leananda — RTCollective May Edition

RTC UI FM · 2026-06-27 12:51 · 1 claps · 3.7 min read
#book-review #books #books-recommendation #novel #literature
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative 📚 · Books & Reading

Memaknai Harapan di Tengah Kepelikan dalam Novel As Long as the Lemon Trees Grow

Written by: Amira Leananda — RTCollective May Edition

Sumber: Dokumentasi pribadi

Sumber: Dokumentasi pribadi

As Long as the Lemon Trees Grow merupakan karya pertama Zoulfa Katouh yang menandai debutnya sebagai penulis. Zoulfa, seorang warga negara Kanada berdarah Suriah, mengambil Perang Saudara Suriah sebagai latar cerita yang membuat novel 480 halaman ini begitu membekas di hati pembaca. Penggunaan metafora pohon lemon, yang mampu tumbuh subur di tanah yang keras dan kering sekalipun, menjadi ciri khas sekaligus simbol harapan yang menggambarkan suasana sepanjang cerita. Kecemasan, kesengsaraan, dan kehampaan akibat kehilangan keluarga, sanak saudara, hingga cita-cita yang direnggut paksa terasa erat melalui rangkaian diksi yang menyayat hati.

Novel ini bercerita tentang Salama, seorang mahasiswi farmasi yang bercita-cita menjadi apoteker. Sayang seribu sayang, impiannya itu harus pupus sebelum ia menyelesaikan studinya lantaran keadaan memaksanya untuk mengabdi sebagai relawan di Suriah yang karut-marut karena perang. Selain meluluhlantakkan bangunan-bangunan yang semula berdiri kokoh, serangan bom di sana sini juga telah merenggut jutaan nyawa. Tak terhitung banyaknya orang luka-luka yang membutuhkan pertolongan segera, sementara para dokter yang tersedia di satu-satunya rumah sakit yang masih berdiri tegak di antara reruntuhan bangunan lainnya hanya bisa dihitung jari.

Selain mengorbankan impiannya, Salama juga harus melanjutkan hidup dengan kenyataan bahwa hanya ialah satu-satunya anggota keluarga inti yang selamat dari rentetan serangan itu. Ibu, ayah, dan kakak laki-lakinya menjadi korban jiwa. Di rumahnya yang terasa kosong melompong itu, ia hanya tinggal berdua bersama Layla, kakak iparnya yang tengah berbadan dua. Salama juga menanggung beban kegundahan untuk memilih tetap bertahan di Suriah dan menolong banyak nyawa atau menepati janji pada keluarganya untuk pergi dan menyelamatkan diri dari tanah kelahirannya.

Trauma karena kehilangan keluarga sangat membuat Salama terpukul. Fisiknya mungkin terlihat baik-baik saja, tetapi keadaan mentalnya sama sekali bertolak belakang dari yang kasatmata. Belum lagi saat menghadapi beragam pasien, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, batinnya semakin terguncang. Pada salah satu kesempatan, Salama bahkan terpaksa membiarkan seorang anak laki-laki kembali ke pangkuan Tuhan di depan matanya sendiri lantaran ia tidak dapat berbuat apa-apa di tengah keadaan yang kacau. Meski awalnya sangat bersikeras untuk menyelamatkan nyawa anak itu, pada akhirnya Salama harus menerima bahwa ia tidak mampu menyelamatkan semua orang.

Sumber: Dokumentasi pribadi

Sumber: Dokumentasi pribadi

Melalui diksi yang dirangkai Zoulfa dengan begitu menyentuh hati, pembaca dapat terikat emosi yang kuat dengan Salama. Segala kegelisahan yang dirasakan Salama membuat pembaca ikut terombang-ambing dalam suasana yang runyam. Namun, di tengah segala penderitaan itu, seorang laki-laki bernama Kenan hadir dalam kehidupan Salama. Ia merupakan seseorang yang gemar mengabadikan apa yang terjadi di Suriah dalam kameranya agar kelak ia dapat mengunggahnya di media sosial dan membagikannya ke seluruh dunia. Kehadiran Kenan telah mengisi kekosongan dalam hidup Salama di tengah perang yang masih terus berlangsung. Lelaki itu bagaikan buah manis yang dipetik setelah bersusah payah menanam, merawat, dan menumbuhkan pohonnya terlebih dahulu.

Nuansa islami dalam novel ini terasa begitu melekat. Para tokohnya menjunjung tinggi keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. di mana pun dan kapan pun mereka berada. Salah satunya tergambar dari Salama dan Kenan, yang meskipun sama-sama tahu bahwa keduanya saling mencintai, tidak pernah terkalahkan oleh hawa nafsu mereka. Sekecil dalam bersentuhan tangan pun tidak mereka lakukan. Keduanya mampu menahan syahwat hingga terikat dalam janji suci pernikahan. Di sisi lain, bagi sebagian pembaca, unsur romantisme yang diselipkan di tengah huru-hara perang mungkin terasa kurang cocok. Terlebih lagi, romantisme yang ditunjukkan mencakup hampir 80 persen dari keseluruhan cerita.

Novel ini memuat begitu banyak pesan untuk lebih mensyukuri kehidupan. Hidup dalam siklus yang barangkali terasa membosankan karena berputar begitu-begitu saja mungkin merupakan suatu barang mewah bagi banyak orang di belahan dunia sana. Kehidupan yang mampu memberi rasa aman pun terasa mahal harganya bagi mereka yang bertahun-tahun hidup di tengah perang. Nyawa mereka menjadi taruhan setiap harinya atas sesuatu yang sama sekali bukan menjadi tanggung jawab mereka. Bahkan, anak-anak yang tidak tahu apa-apa dan berhak menghabiskan waktu menyenangkan bersama keluarganya harus menjalani kenyataan pahit yang memporak-porandakan hidupnya sejak dini. Novel ini mengajari kita untuk tidak hanya berfokus pada kesulitan dan kesedihan karena kedua hal itu dapat menghalangi kita untuk melihat kemudahan dan kesenangan, bahkan jika keduanya ada tepat di depan mata kita.

Sumber: Dokumentasi pribadi

Sumber: Dokumentasi pribadi

Rangkaian cerita dalam novel ini ditutup dengan sebuah kalimat yang apik, tak kalah memikat dari judulnya yang menarik: “It reminds me that as long as the lemon trees grow, hope will never die.” Selagi hidup masih berjalan, layaknya pohon lemon yang terus bertumbuh dengan tegak dan beraroma segar meski dalam keadaan yang tidak memungkinkan, harapan tidak akan berhenti menyertai kita. Harapan akan terus berkembang, mekar, dan bersemi dalam waktu yang tak terbatas. Ia akan terus ada selama jiwa dan raga kita masih berpijak di dunia.


메타데이터
post_id
95bf7621f284
slug
memaknai-harapan-di-tengah-kepelikan-dalam-novel-as-long-as-the-lemon-trees-grow-95bf7621f284
url
https://medium.com/@rtcuifm/memaknai-harapan-di-tengah-kepelikan-dalam-novel-as-long-as-the-lemon-trees-grow-95bf7621f284
canonical_url
https://medium.com/@rtcuifm/memaknai-harapan-di-tengah-kepelikan-dalam-novel-as-long-as-the-lemon-trees-grow-95bf7621f284
author_url
https://medium.com/@rtcuifm
status
ok
fetched_at
2026-06-28 14:26:31