← Back to list

Satu Tahun Kepergian Bapak

Jumat, 30 Agustus 2024, pagi ini aku terbangun dari tidur dan masih merasakan kantuk setelah semalaman menonton klip MotoGP jadul ketika…

Muhammad Rais Raya · 2024-08-30 15:14 · 30 claps · 2.1 min read
#ayah #bapak #cinta #fathers #love
Open on Medium ↗
Wiki topics: PHI · Philosophy 💑 · Relationships

Satu Tahun Kepergian Bapak

Bapak | pic by The Ringer

Bapak | pic by The Ringer

Jumat, 30 Agustus 2024, pagi ini aku terbangun dari tidur dan masih merasakan kantuk setelah semalaman menonton klip MotoGP jadul ketika Valentino Rossi memenangkan balapan di sirkuit Assen ‘The Cathedral” di Belanda.

Menjelang salat Jumat, kupikir tidak ada salahnya jika berselancar sejenak memantau linimasa sambil menunggu muazin menyerukan jemaah untuk datang ke masjid. Aku mengetuk sebuah video seorang pria yang tengah menyanyikan sebuah lagu. Pria berbadan tambun di dalam video itu ternyata punya suara emas, sungguh.

Pertama kalinya aku mendengarnya, aku tahu itu sebuah lagu yang bagus. Mungkin aku juga harus berterima kasih pada pria besar itu karena suaranya benar-benar membuat lagunya terasa semakin indah.

Usai salat jumat, rasa penasaran memenuhi isi kepala. Terbayang dengan jelas pria yang bernyanyi merdu membawakan lagu yang indah tak pernah meninggalkan khayalan. Mesin pencari memberitahuku, kalau lagu itu berjudul Monster — James Blunt. Percaya atau tidak, itu adalah kali pertama aku mendengar dan mengetahui kalau ada lagu semacam itu.

Seharian aku mendengarkannya melalui YouTube Music. Tak kuhitung beberapa kali lagu itu dimainkan karena nyatanya aku tidak pernah bosan. Lagunya benar-benar bagus, ini salah satu lirik favoritku di lagu itu:

I’m not your son, you’re not my father

We’re just two grown men saying goodbye

No need to forgive, no need to forget

I know your mistakes and you know mine

Dan, aku hanya bisa tertegun…

Ternyata itu bukan hanya sebuah kebetulan. Dibalik ketidaksengajaanku menemukan video, lama waktu yang kuhabiskan untuk mendengarkan lagu. Semuanya memiliki maksud.

Beruntung aku bisa menemukan jawabannya. Kala rampung menghadap Tuhan dalam 4 kali sujud pada pukul 7 malam, semesta berbisik padaku memberitahukan kalau hari ini adalah satu tahun kepergianmu.

“Oh, ternyata ini. Begini ya caramu mengingatkan. Benar-benar indah!” Batinku seketika menyadari.

Halo, Bapak.

Bagaimana keadaan di sana? Maaf, ternyata setelah 365 hari berlalu aku masih belum menangisi kepergianmu. Bapak tidak marah ‘kan?

Tidak perlu khawatir, aku selalu berdoa untukmu, Pak. Aku harap itu cukup untuk membuat dipanmu benderang di sana. Maafkanlah putramu ini yang tidak pernah bisa memberi apa pun.

Hei, apakah sudah bertemu dengan Tuhan, Pak? Seperti apa rupanya? Apakah benar di sana ada sungai yang dialiri susu?

Belakangan ini aku merasa bahagia, Pak. Kupikir aku telah melewati masa-masa ketika aku banyak menangisi seorang perempuan. Keadaan tidak banyak berubah tapi aku pikir selama masih bisa bernapas, itu juga keadaan yang patut kita syukuri, bukan.

Aku pikir James Blunt benar, sekarang ini adalah waktuku. Banyak hal yang menantiku di depan. Aku tahu kehidupan tidak akan pernah lembut padaku. Tapi itu bukan berarti jadi alasan aku harus berhenti tersenyum ‘kan.

Mungkin sudah sangat terlambat untuk meminta maaf atas semua yang pernah kita lewati. Tapi, meski hubungan Bapak dan putra sulungnya ini tidak sempurna, pada akhirnya aku tetaplah buah doamu kepada Tuhan ketika meminta keturunan.

Bapak, pinjami aku kekuatanmu. Sampaikanlah pada Tuhan, memohonlah pada-Nya. Tolong jangan biarkan putramu ini berjuang seorang diri.

And while you’re sleeping I’ll try to make you proud

Don’t be afraid, it’s my turn

To chase the monsters away

Terima kasih, Al-fatihah.


메타데이터
post_id
96b9a6f37bb0
slug
satu-tahun-kepergian-bapak-96b9a6f37bb0
url
https://medium.com/@raizry/satu-tahun-kepergian-bapak-96b9a6f37bb0
canonical_url
https://medium.com/@raizry/satu-tahun-kepergian-bapak-96b9a6f37bb0
author_url
https://medium.com/@raizry
status
ok
fetched_at
2026-07-23 00:21:48