← Back to list

Jagung: “Corn”

Zea mays L.

KKN50 Pegat Bukur · 2024-07-22 02:57 · 0 claps · 2.6 min read
#pertanian #agrowisata #jagung #corn #pegat-bukur
Open on Medium ↗

Jagung: “Corn”

Zea mays L.

credit: gardenerspath.com

credit: gardenerspath.com

Corn (Zea mays L.) are grasses and single-seeded plants (monocots). Maize is a vigorous, slightly clumpy grass plant with rough stems and ranges from 0.6–3 m in height. Corn plants are seasonal plants with an age of ± 3 months.

Corn was introduced to the archipelago in the 16th century by Portuguese explorers. As a result of this old history, various names are used to refer to it. Some local names are jagong (Sunda, Aceh, Batak, Ambon), jago (Bima), jhaghung (Madura), rigi (Nias), eyako (Enggano), wataru (Sumba), latung (Flores), fata (Solor), pena (Timor), gandung (Toraja), kastela (Halmahera), telo (Tidore), binthe or binde (Gorontalo and Buol), and barelle´ (Bugis). In eastern Indonesia the term milu is also widely used, which is obviously an adaptation of the Portuguese word milho, meaning “corn”. According to Denys Lombard, the word “jagung” is an abbreviation of jawa agung, meaning “big barley”, a name used by the Javanese and adopted into Malay.

Corn is a seasonal crop that completes its life cycle in 80–150 days. Corn is also known as a short-day plant that requires 12.5 hours of sunlight. Maize plant height varies between 2.0 to 2.5 m, although there are cultivars that can reach 12 m in height. Corn roots are fibrous and can reach a depth of 80 cm. corn stalks are erect and easily visible, with branched internodes. Corn leaves have an elongated midrib, stalk, and leaf blade. Stomas on corn leaves are dumbbell-shaped and play a role in the plant’s response to drought. Corn has separate male and female flowers on the same plant. Male flowers are located at the top of the plant in the form of panicles with yellow pollen, while female flowers are located in cobs that grow from the book. Usually, a single corn plant produces one productive cob, but superior cultivars can produce more than one productive cob. Male corn flowers are ready for pollination earlier than female flowers (protandry).

Jagung (Zea mays L.) adalah rumput-rumputan dan tanaman berbiji tunggal (monokotil). Jagung merupakan tanaman rumput yang kuat, sedikit berumpun dengan batang kasar dan tingginya berkisar antara 0,6–3 m. Tanaman jagung merupakan tanaman semusim dengan umur ± 3 bulan.

Jagung mulai diperkenalkan di Nusantara pada abad ke-16 oleh penjelajah Portugis. Akibat dari sejarah yang cukup tua ini, berbagai nama digunakan untuk menyebutnya. Beberapa nama lokal adalah jagong (Sunda, Aceh, Batak, Ambon), jago (Bima), jhaghung (Madura), rigi (Nias), eyako (Enggano), wataru (Sumba), latung (Flores), fata (Solor), pena (Timor), gandung (Toraja), kastela (Halmahera), telo (Tidore), binthe atau binde (Gorontalo dan Buol), dan barelle’ (Bugis). Di Indonesia bagian timur, istilah milu juga banyak digunakan, yang jelas merupakan adaptasi dari kata Portugis milho, yang berarti “jagung”. Menurut Denys Lombard, kata “jagung” adalah singkatan dari jawa agung, yang berarti “jelai besar”, nama yang digunakan oleh orang Jawa dan diadopsi ke dalam bahasa Melayu.

Jagung adalah tanaman musiman yang menyelesaikan siklus hidupnya dalam 80–150 hari. Jagung juga dikenal sebagai tanaman hari pendek yang membutuhkan 12,5 jam sinar matahari. Tinggi tanaman jagung bervariasi antara 2,0 hingga 2,5 m, meskipun ada kultivar yang dapat mencapai tinggi 12 m. Akar jagung berbentuk serabut dan dapat mencapai kedalaman 80 cm. batang jagung tegak dan mudah terlihat, dengan ruas yang bercabang-cabang. Daun jagung memiliki pelepah, tangkai, dan helai daun yang memanjang. Stoma pada daun jagung berbentuk seperti halter dan berperan dalam respon tanaman terhadap kekeringan. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah pada tanaman yang sama. Bunga jantan terletak di bagian atas tanaman berupa malai dengan serbuk sari berwarna kuning, sedangkan bunga betina terletak pada tongkol yang tumbuh dari buku. Biasanya, satu tanaman jagung menghasilkan satu tongkol produktif, namun kultivar unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif. Bunga jagung jantan siap diserbuki lebih awal daripada bunga betina (protandri).

create by: KKN50 UNMUL — Pegat Bukur


메타데이터
post_id
9777fbd89b0f
slug
jagung-corn-9777fbd89b0f
url
https://medium.com/@kknpegatbukurberau/jagung-corn-9777fbd89b0f
canonical_url
https://medium.com/@kknpegatbukurberau/jagung-corn-9777fbd89b0f
author_url
https://medium.com/@kknpegatbukurberau
status
ok
fetched_at
2026-07-17 14:57:41