What Kind of Future?
Banyak kenyataan yang tidak kita inginkan hadir di hidup kita, tapi tuhan memilih untuk menghadirkan kenyataan tersebut untuk mahluknya…
What Kind of Future?
Banyak kenyataan yang tidak kita inginkan hadir di hidup kita, tapi tuhan memilih untuk menghadirkan kenyataan tersebut untuk mahluknya karena seluruh kuasa kehidupan ada di tangannya bukan di tangan para manusia fana.
Berkali-kali, manusia pun menganggap kenyataan hanya sebuah khayalan semata, hanya sebuah mimpi yang bukan apa-apa ketika terbangun keesokan harinya. Sulit menerima kenyataan adalah sifat alamiah manusia itu sendiri.
Pada dasarnya, kenyataan yang kita alami saat ini adalah hasil dari perbuatan kita di masa lampau, entah satu dekade yang lalu, satu windu, satu tahun atau bisa saja adalah buah perbuatan kita satu detik yang lalu. Semua berandai andai bagaimana jika mereka kembali ke masa lalu untuk memperbaikinya dan tidak mengambil keputusan secara gegabah, apakah hasilnya akan berbeda di masa sekarang?
“Andai dahulu aku tidak melakukannya,” Adalah kata andalan yang kerap diucapkan manusia. Lalu, apakah jika kita tidak melakukannya kita tetap akan sampai di titik pencapaian kita saat ini? bisa saja tidak.
“Andai dulu aku nggak maksain diri, aku masih bisa ikut olimpiade renang itu,” Kata seorang anak remaja laki-laki berbadan atletis yang sedang memperhatikan remaja seumurannya berjalan menuju bus yang akan membawa mereka ke temapat olimpiade renang tingkat nasional.
Teman di sebelahnya diam, dia membiarkan temannya itu berkeluh kesah kali ini karena menurutnya semua orang berhak untuk bersedih.
“Seharusnya aku nggak cidera dan latihan lebih rajin,” Katanya lagi. Remaja yang diketahui bernama Ano itu membentuk senyum segaris menampakan raut wajah kecewa, sedih, dan pasrah. Mau bagaimanapun yang sudah terjadi tidak akan bisa diualang, kan?
“Tapi kalau kamu enggak cidera kamu nggak bakal tau kalo punya bakat gambar,” Celetuk Kairo, temannya.
“Melukis,” Koreksi Ano.
“Yaudah sih sama aja itu,”
“Walaupun aku nggak tau punya bakat melukis itu nggak papa karena aku tau aku punya bakat renang, dan aku enjoy ngelakuinnya,” Jelas Ano. Menjadi atlet renang adalah impiannya sejak kecil tapi tuhan berkata lain, dua tahun yang lalu Ano mengalami cidera bahu yang cukup serius dan tidak dapat melanjutkan impiannya menjadi seorang atlet renang.
Tentu hal itu membuat Ano frustasi, sedihnya tidak hilang walau sudah berbulan-bulan lamanya. Sampai akhirnya ia bertemu Kairo yang sedang menulis acak di buku kecil yang selalu ia bawa.
Kairo menawarkan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan Ano untuk mendistraksi pikirannya dan pilihan Ano jatuh pada kegiatan melukis. Di temani Kairo, Ano sering mengajak teman barunya itu utuk sekadar mencari spot bagus untuk ia jadikan objek lukisan. Dan tidak disangka-sangka jika tangan Ano yang biasa ia gunakan untuk mendayung tubuhnya di air bisa terampil memadukan warna dan menggoresnya di kanvas putih menjadi gambaran indah.
Dari situ Ano memutuskan untuk mempelajari seni lukis lebih dalam, untuk menggantikan impiannya menjadi seorang atlet.
“Tapi sekarang kamu enjoy nggak sama melukis?” Pertanyaan ringan itu keluar dari belaah bibir Kairo. Namun, jawaban yang akan dilontarkan Ano memerlukan lebih banyak waktu untuk keluar dari mulutnya.
Selama ini Ano terbilang menikmatinya, anak itu dapat mengeluarkan seluruh emosinya pada lukisan dan hal itu sama sekali tidak membebani Ano.
“Ya…enjoy aja sih,” Akhirnya jawaban itu keluar dari belah bibir Ano.
“Oke,”
Balasan Kairo yang singkat membuat kedua alis Ano menukik heran, kenapa jawabannya hanya oke? Biasanya Kairo akan sedikit rewel jika bersinggungan dengan topik seperti ini. Atau karena belum dipancing saja?
“Cuma oke? beneran respon kamu cuma oke?” Ano mencoba memancing Kairo agar cerewet seperti biasanya.
Kairo menganggukan kepalanya “Nanti kamu ngeluh kebisingan kalo aku ngomong banyak lagi,”
Ano tertawa lalu teringat kejadian beberapa minggu yang lalu ketika Kairo sedang mode cerewet ia malah mengeluh jika telinganya panas mendengar Kairo berceloteh tanpa henti.
“Enggaakkk, aku mau tau pendapat kamu deh. Soalnya aku juga bingung sendiri,” Kairo mengangguk setuju lalu mengambil posisi nyaman untuk mengoceh.
“Menurutku kamu bersyukur aja sama yang sekarang, toh nggak begitu buruk kan? Lagi pula kamu selama ini udah dapet income dari lukisan kan? Kalo jadi atlet kan biaya training mahal, kalo kamu juara uangnya habis buat training lagi ya sama aja bukannya?”
“Terus ya, No. Kalo kamu tetep renang apakah menjamin kehidupan kamu di masa depan akan baik-baik aja? maksudku, mau kamu jadi apapun kan kemungkinannya tetap ada dua. Kemungkinan baik sama kemungkinan buruk,” Ano mengangguk paham, meresapi dengan betul apa yang dikatakan Kairo. Jika ia tidak cidera mungkin ia tidak akan bertemu teman sebaik Kairo, mungkin juga waktunya akan tersita habis untuk berlatih renang dan jarang bertemu orang tuanya.
Masa depan itu akan selalu abu-abu. Kita bisa mengusahakannya tapi pada akhirnya tetap tuhan yang menentukan. Biarpun kita dapat kembali ke masa lalu, masa depan akan tetap abu-abu.
Sebenarnya, masa depan seperti apa yang manusia mau? Apakah masa depan yang menyenangkan? atau bergelimang harta? atau menjadi orang terkenal?
Padahal tuhan memang sengaja memberikan kenyataan yang pahit agar kita dapat bertahan dan merasakan manisnya kebahagiaan. Jika tidak ada rasa pahit maka gula tidak akan terasa manis.
Manusia tumbuh berdampingan dengan rasa sakit, itu pasti. Lalu, bagaimana untuk mencapai masa depan yang bahagia itu?
Kuncinya ada dua bukan? ikhlas dan berdamai dengan keadaan. Tuhan menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna beserta dengan takdirnya yang indah. Bukankah sudah sepantasnya kita sebagai manusia bersyukur akan hal itu?
inspired by song : What Kind Of Future — Woozi
esterace_
메타데이터
- post_id
- 9844e1c2bbab
- slug
- what-kind-of-future-9844e1c2bbab
- url
- https://medium.com/@esterace/what-kind-of-future-9844e1c2bbab
- canonical_url
- https://medium.com/@esterace/what-kind-of-future-9844e1c2bbab
- author_url
- https://medium.com/@esterace
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-23 13:37:26