Kak, bagaimana jika Tuhan kita marah?
Kak, bagaimana jika Tuhan kita marah?

Bagaimana jika pada akhirnya, kita tak menemukan akhir dari semua ini?
Kak, kalung salib kecil milikmu itu sebenarnya tak perlu kau tutupi.
Bolehkah kau tanyakan kepada Tuhanmu, bolehkah aku tetap mencintaimu di tengah keterbatasan cinta yang terbalut dengan iman yang berbeda ini?
Menurutmu, berapa lama lagi kita bisa saling mendoakan dengan kata akhir yang sama, namun dengan iman yang berbeda?
Menurutmu, apa yang lebih lucu dari dua manusia yang saling mengadu rayu di tengah keterbatasan imannya? Menurutmu, apa yang lebih sakit dari melihat cara tangan yang berbeda ketika berdoa?
Kakak sayang, ku doakan kau selalu, meskipun nantinya doa itu akan terbang di langit yang berbeda, diaminkan dengan kata yang sama, diimankan dengan berbeda, kuharap doa itu tetap terkabulkan dan mendekapmu dengan hangat.
Sungguh, berdosakah aku yang menginginkan lebih? Berdosakah aku yang ingin mencintai kau lebih dari apa yang kita miliki sekarang? Padahal aku tau, cinta kita terlarang oleh tembok yang begitu tinggi — dan dingin. Kak, sebegitu terbelenggunya kita.
Aku selalu mendoakan kau dengan keras, walaupun aku tau, pada akhirnya, kita berdua tak akan menemukan akhir dari semuanya. Semuanya sudah tertuang dalam takdir, menawarlah melalui doa. Kak, sebegitu pasrahnya kita.
Lucunya, dari kecil kita berdua saling mempelajari agama masing-masing, kenapa pas dewasa malah mencinta yang berbeda agamanya? Haha, sungguh, lucunya dunia ini.
Kak, sebegitu dalamnya kita.
Tuhan, maafkanku terlalu banyak meminta.
메타데이터
- post_id
- 98783a6bddd0
- slug
- kak-bagaimana-jika-tuhan-kita-marah-98783a6bddd0
- url
- https://medium.com/@miftarchive/kak-bagaimana-jika-tuhan-kita-marah-98783a6bddd0
- canonical_url
- https://medium.com/@miftarchive/kak-bagaimana-jika-tuhan-kita-marah-98783a6bddd0
- author_url
- https://medium.com/@miftarchive
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-17 08:20:12