Apakah kita pantas dicintai?
Memikirkan hal tersebut tidaklah sepenuhnya salah. Karena, dalam beberapa bagian, hal tersebut membantu kita untuk menjadi lebih baik dan…
Apakah kita pantas dicintai?
Memikirkan hal tersebut tidaklah sepenuhnya salah. Karena, dalam beberapa bagian, hal tersebut membantu kita untuk menjadi lebih baik dan mengkoreksi apa yang salah. Namun, akan menjadi masalah ketika kita pada akhirnya meragukan diri sendiri dan mengatakan bahwa “Apakah aku tidak layak untuk dicintai siapapun?”
Mari merenung sejenak sembari memahami apa arti cinta itu sendiri.
Imam Al-Ghazali menjelaskan cinta tanpa pamrih terhadap sesuatu sebagai cinta hakiki. Menurut Imam Al-Ghazali, cinta hakiki adalah cinta seseorang terhadap sesuatu tanpa ada kepentingan dan pamrih di balik itu. Bahkan, ‘kepentingannya’ adalah sesuatu itu sendiri.
Lantas bagaimana jika seseorang mengharapkan sesuatu dalam cinta tersebut? Penulis merasa bahwa itu bukanlah sebuah cinta melainkan sebuah kegiatan transaksional.
Mengapa demikian? karena cinta yang ideal memang seperti itu. Apakah salah jika kita mengharapkan atau menginginkan sesuatu dalam cinta?
Jawabannya adalah tidak, karena itu manusiawi. Secara naluriah, ketika kita mencintai seseorang pun, sangat wajar untuk memiliki keinginan untuk memilikinya.
Harapan tersebut terkadang yang membuat kita hidup. Mencari tau apa yang dia suka dan mencoba masuk kedalamnya. Tanpa menyadari, hal tersebut perlahan memberikan kita kebahagiaan tersendiri.
Namun, semua memiliki batasannya sendiri. Karena kembali lagi, kita harus siap akan segala kemungkinan yang ada termasuk patah hati.
Baik berpisah dengan pasangan yang ada, berpisah dengan seseorang yang tidak sempat kita miliki, atau mungkin bagian terburuknya yaitu merasa kehilangan seseorang yang bahkan tidak mengenal kita.
Perasaan jatuh yang sejatuh-jatuhnya ketika kita merasa sudah memberikan segalanya bahkan hidup kita sendiri kepada seseorang yang pada akhirnya mengecewakan atau menyakiti kita.
Salahkan mereka? sayangnya tidak juga. Terkadang ekspetasi atau harapan kita yang berlebihan. Kebahagiaan kita adalah tanggung jawab kita sendiri dan oleh karena itulah jangan menggantungkannya kepada seseorang.
Merasa sedih adalah sesuatu yang wajar, namun kita harus tetap hidup, bukan? Hiduplah untuk diri sendiri, jangan meragukan diri kamu. Barangkali orang tersebut memang tidak ditakdirkan untuk dirimu.
Kamu berhak dan pantas untuk dicintai oleh seseorang yang mengetahui betapa berharganya dirimu.
메타데이터
- post_id
- 98b6384efa8a
- slug
- apakah-kita-pantas-dicintai-98b6384efa8a
- url
- https://medium.com/@jerispeare/apakah-kita-pantas-dicintai-98b6384efa8a
- canonical_url
- https://medium.com/@jerispeare/apakah-kita-pantas-dicintai-98b6384efa8a
- author_url
- https://medium.com/@jerispeare
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-17 22:39:13